Fenomena Baru, Warga RI Beli Emas Buat Investasi Ketimbang Perhiasan
Perubahan Pola Konsumsi Emas di Indonesia: Investasi Mengalahkan Perhiasan
Dailynesia.com – Jakarta mencatatkan adanya transformasi signifikan dalam kebiasaan masyarakat Indonesia terkait pembelian emas. Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kini lebih banyak warga yang mengalihkan fokus mereka ke emas batangan sebagai instrumen investasi, bukan sekadar perhiasan biasa. Pergeseran ini mencerminkan adaptasi konsumen domestik terhadap dinamika permintaan emas yang terjadi di pasar internasional.
Statistik Permintaan Emas Domestik vs Global
Tri Winarno, selaku Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara di bawah naungan Kementerian ESDM, mengonfirmasi bahwa minat terhadap emas batangan terus meningkat sepanjang tahun berjalan. Menurutnya, permintaan perhiasan mulai menurun sejalan dengan meningkatnya preferensi masyarakat menjadikan emas sebagai bentuk tabungan maupun lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
Data yang dihimpun menunjukkan komposisi pembelian emas di Indonesia saat ini terdiri dari 60 persen untuk perhiasan dan 40 persen untuk investasi. Angka ini cukup berbeda dengan pola global, di mana proporsi investasi mencapai 70 persen sementara perhiasan hanya menyumbang 30 persen dari total penggunaan emas dunia.
Sinyal Positif bagi Cadangan Devisa
Tri Winarno menilai perubahan perilaku konsumen ini sebagai indikasi positif yang dapat memperkuat posisi cadangan devisa masyarakat. Ia menambahkan bahwa stabilitas harga emas internasional di atas level US$ 4.000 per troy ounce turut mendorong minat baik dari investor ritel maupun institusi keuangan.
"Di Indonesia sendiri untuk saat ini sudah mulai ada peningkatan untuk investasi di di sektor emas. Sudah mulai geser dari perhiasan menjadi batangan menjadi investasi zaman dulu mungkin kalau misalnya katakanlah untuk apa itu serah-serahan untuk nikah itu dulu berupa kalung dan lain sebagainya sekarang emas batangan sekian gram gitu."
Ungkapan tersebut disampaikan Tri Winarno dalam rangkaian acara Mindialogue 2026 bertajuk "Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI" yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa emas kini semakin menarik sebagai alat perdagangan, baik di tingkat domestik maupun internasional.
"Poinnya memang untuk emas ini memang menarik untuk perdagangan baik itu di dunia maupun di Indonesia. Sudah mulai berubah tuh sekarang ini untuk investasinya ke emas," tandasnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Fenomena Baru Warga RI Beli Emas?Fenomena Baru Warga RI Beli Emas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Fenomena Baru Warga RI Beli Emas matter?Fenomena Baru Warga RI Beli Emas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.