FBI AS Diam-Diam Bangun Kerja Sama dengan China dan Rusia, Ada Apa?

1 week ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
koalse-bendera-rusia-china-dan-as-1771915816709_169

FBI Memperluas Jalinan dengan Beijing dan Moskow di Tengah Persaingan Global

Dailynesia.com – Jakarta, CNBC Indonesia — Meskipun Amerika Serikat masih berada dalam persaingan geopolitik dengan China dan Rusia, lembaga penegak hukum negara tersebut menunjukkan perkembangan yang menarik. FBI, yang dipimpin oleh Kash Patel, dilaporkan mulai memperkuat kolaborasi dengan kedua negara tersebut guna mengatasi berbagai kejahatan yang melintasi batas-batas negara.

Kolaborasi dengan China yang Semakin Kuat

Pendekatan langsung telah dilakukan oleh Patel kepada para pejabat keamanan di China. Pada bulan November 2025, ia tercatat sebagai direktur FBI pertama yang melakukan kunjungan ke China sejak tahun 2016. Kemudian, pada Juli 2026, ia kembali ke negara tersebut untuk bertemu dengan Menteri Keamanan Publik China, Wang Xiaohong.

Hubungan antara kedua negara kini mulai diformalkan melalui pembentukan empat kelompok kerja. Kelompok-kelompok ini berfokus pada penanganan penipuan siber, kejahatan kekerasan terhadap anak, pemberantasan narkotika, serta pencarian buronan. Pejabat dari Kementerian Keamanan Publik China juga rutin mengunjungi fasilitas FBI di Amerika Serikat, sementara personel FBI melakukan kunjungan balasan ke China. Komunikasi antara kedua belah pihak bahkan berlangsung hampir setiap hari.

Kolaborasi ini telah menghasilkan beberapa operasi bersama yang signifikan. Salah satunya adalah Operation Sand Dollar, yang melibatkan FBI, Kementerian Keamanan Publik China, dan kepolisian Dubai untuk membongkar pusat penipuan siber. Operasi tersebut diklaim berhasil melakukan sekitar 300 penangkapan dan menyita aset senilai sekitar US$300 juta. Selain itu, ribuan pekerja yang menjadi korban perdagangan manusia juga berhasil dibebaskan.

Pendekatan Baru dengan Rusia

Pendekatan serupa juga sedang dibangun dengan Rusia. Patel dikabarkan sedang mempersiapkan kunjungan ke Moskow dan St. Petersburg yang dijadwalkan pada pertengahan Oktober. Badan keamanan Rusia, FSB, diperkirakan akan menjadi pihak yang menerima kunjungan tersebut. Jika terealisasi, kunjungan ini akan menjadi langkah langka mengingat direktur FBI terakhir yang mengunjungi Rusia adalah Robert Mueller pada tahun 2013.

Kontak antara FBI dan Rusia telah berlangsung secara lebih terbatas selama lebih dari setahun, terutama untuk menangani jaringan kriminal. Langkah ini berlangsung seiring dengan upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengurangi ketegangan dengan Moskow. Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner telah beberapa kali melakukan kunjungan ke Rusia dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.

Apakah Ini Tanda Perbaikan Hubungan?

Kerja sama tersebut bukan berarti AS mengakhiri persaingan strategis dengan China maupun Rusia. Hal tersebut setidaknya dikatakan oleh peneliti non-residen di China-CEE Institute dan pakar Valdai Discussion Club, Ladislav Zemanek. Dimuat oleh RT pada Rabu (12/8/2026), ia menilai pendekatan Patel menunjukkan pergeseran dari persaingan geopolitik menuju kerja sama pragmatis.

“Namun, kerja sama FBI hanya tertuju ke bidang tertentu, seperti kejahatan siber, narkotika, perdagangan manusia, serta jaringan kriminal lintas negara,” jelas Zemanek.

Di sektor pertahanan, pejabat Pentagon juga disebut mulai mendorong pembukaan kembali jalur komunikasi dengan Beijing. Kepala kebijakan Pentagon Elbridge Colby disebut tertarik mengunjungi China dan menghidupkan kembali hubungan profesional antarmiliter. Menteri Perang AS Pete Hegseth juga mendorong pemulihan komunikasi militer dan hotline krisis AS-China. Pendekatan tersebut dinilai bertujuan mencegah insiden kecil, terutama di laut dan udara, berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Bekerja sama ketika kepentingan bertemu dan tetap bersaing ketika kepentingan berbeda,” demikian pola yang mulai terlihat menurut Zemanek.

Kerja sama FBI dengan China dan Rusia tidak akan serta-merta menyelesaikan perselisihan terkait Iran, Taiwan, Ukraina, maupun persaingan teknologi. Namun, pendekatan ini menunjukkan bahwa negara-negara yang bersaing tetap dapat bekerja sama menghadapi ancaman yang sama.

Frequently Asked Questions

What is FBI AS Diam Diam Bangun Kerja?

FBI AS Diam Diam Bangun Kerja is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does FBI AS Diam Diam Bangun Kerja matter?

FBI AS Diam Diam Bangun Kerja matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category