Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ekonomi RI Tumbuh 5,29% Kuartal II-2026, Lampaui Era Sebelum Covid-19

Published August 13, 2026 · Updated August 13, 2026 · By William Moore - dailynesia.com

Foto : William Moore - dailynesia.com

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen Kuartal II-2026: Pertumbuhan Melampaui Era Pra-Pandemi

Dailynesia.com – Jakarta — Data terbaru menunjukkan bahwa Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Kuartal II-2026 dengan capaian yang mengesankan. Leo Putera Rinaldy, Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), menjelaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan fundamental perekonomian nasional di tengah dinamika global yang masih belum pasti. Pernyataan ini disampaikan dalam tayangan Power Lunch CNBC Indonesia pada Kamis (13/8/2026).

"Bila kita meninjau angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan, saya melihatnya masih solid," kata Leo Putera Rinaldy.

Posisi Indonesia di Tengah Negara Berkembang

Performa ekonomi Indonesia dalam kuartal kedua tahun 2026 ini menempatkan negara di posisi yang lebih kompetitif dibandingkan rekan-rekan sejawat di kawasan. Sementara pertumbuhan Indonesia berada di kisaran 5 persen, rata-rata global untuk kategori negara berkembang hanya mencapai 3 persen pada periode yang sama. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan momentum positif meskipun menghadapi tantangan eksternal.

"Kalau kita bandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang di kuartal II-2026, itu rata-ratanya hanya 3 persen. Jadi tumbuh 5,29 persen dalam global environment seperti saat ini itu sudah bagus sekali," lanjut Leo.

Melebihi Kinerja Pra-Pandemi Secara Signifikan

Pencapaian ini juga menandai pemulihan yang melampaui kondisi sebelum wabah virus corona. Pada kuartal kedua 2018, ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,27 persen, sedangkan pada kuartal kedua 2017 angkanya lebih rendah lagi, yakni 5,01 persen secara tahunan. Perbandingan ini memberikan gambaran jelas bahwa perekonomian Indonesia telah kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih sehat.

"Jadi pertumbuhan 5,3 persen ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum pandemi," terang Leo.

Normalisasi Kuartal ke Kuartal yang Terprediksi

Meskipun terlihat menurun dibandingkan kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,6 persen, penurunan ini bersifat normal dan dapat diprediksi. Faktor utamanya adalah penurunan konsumsi masyarakat pasca dua hari besar keagamaan yang berlangsung di kuartal pertama, yaitu Ramadan dan Idul Fitri. Fenomena ini sering terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan karena bersifat sementara.

"Kalau kita lihat PDB dari sisi pengeluaran, angka pertumbuhan ekonomi 5,6 persen di kuartal I-2026 ke 5,3 persen di kuartal II-2026 itu karena ada sebagian efek dari normalisasi, karena adanya low base terutama di sisi konsumsi swasta, mengingat ada Ramadan dan Lebaran di kuartal I-2026," ujar Leo.

Dampak Kebijakan Moneter dan Fiskal

Kebijakan yang diterapkan oleh otoritas moneter dan fiskal turut berkontribusi terhadap stabilitas pertumbuhan. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada level yang mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan. Di sisi lain, pemerintah terus menggenjot belanja infrastruktur dan program perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sektor-sektor utama seperti perdagangan, manufaktur, dan konstruksi menunjukkan kinerja yang konsisten. Investasi swasta juga mulai meningkat seiring dengan membaiknya sentimen investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi melalui berbagai insentif dan kemudahan perizinan.

Proyeksi Pertumbuhan Tahunan 2026

Berdasarkan tren yang ada, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 akan berada di kisaran 5,0 hingga 5,5 persen. Proyeksi ini didukung oleh faktor-faktor positif seperti permintaan domestik yang kuat, stabilitas makroekonomi, dan pemulihan sektor pariwisata yang signifikan.

"Dengan kondisi saat ini, kami yakin pertumbuhan tahunan akan berada di kisaran target yang telah ditetapkan oleh pemerintah," tambah Leo.

FAQ: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II-2026

Berapa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2026? Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.

Bagaimana perbandingan dengan kuartal I-2026? Pertumbuhan kuartal II-2026 (5,29%) sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal I-2026 (5,6%) akibat normalisasi konsumsi pasca Ramadan dan Lebaran.

Apakah pertumbuhan ini melampaui era sebelum pandemi? Ya, pertumbuhan 5,29% lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2018 (5,27%) dan kuartal II-2017 (5,01%).

Berapa rata-rata pertumbuhan negara berkembang di kuartal II-2026? Rata-rata pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kuartal II-2026 mencapai 3 persen.

Apa faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi? Konsumsi swasta, investasi, dan belanja pemerintah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan ekonomi Indonesia, kunjungi CNBC Indonesia Ekonomi.

Related Reading