Danantara Mulai Investasi di Semikonduktor, Ini Pembelinya

7 days ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
chief-technology-officer-danantara-sigit-puji-santosa-menyampaikan-pemaparan-dalam-mindialogue-dengan-tema-komoditas-untuk-neg-1786523588047_169

Danantara Mulai Investasi di Semikonduktor, Pelajari Siapa Pembelinya

Dailynesia.com – Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara resmi memasuki sektor industri semikonduktor dengan langkah yang dinilai strategis. Danantara Mulai Investasi di Semikonduktor ini pembelinya adalah berbagai pihak yang telah menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peluang kerja sama yang ditawarkan. Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa, menyampaikan bahwa perusahaan mencatat respons positif dari pasar terhadap inisiatif ini.

Menurut Sigit, investasi yang dilakukan cukup signifikan untuk mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor nasional. Platform semikonduktor yang dikembangkan mencapai tingkat kematangan yang baik dengan komposisi yang menarik. Sebanyak 94 persen platform tersebut memanfaatkan mitra-mitra pilihan, sementara sisanya sebesar 6 persen bersifat open source. Pernyataan ini disampaikan dalam acara MINDialogue 2026 bertajuk “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” pada Kamis, 13 Agustus 2026.

“Kita investasi cukup besar, ada satu platform yang cukup bagus, semiconductor 94% platform semiconductor itu menggunakan mitra yang kita pilih. Yang 6% adalah open source,” ungkap dia.

Mineral Kritis Indonesia untuk Pasar Global

Sigit menekankan bahwa Indonesia memiliki cadangan mineral kritis yang sangat dibutuhkan oleh dunia internasional. Tren global saat ini menunjukkan peningkatan permintaan terhadap logam tanah jarang atau rare earth elements. Komoditas ini dianggap eksklusif dan memiliki nilai ekonomi tinggi dalam rantai pasok teknologi modern.

Logam tanah jarang terdiri dari 17 unsur kimia yang menjadi bahan baku esensial dalam berbagai sektor industri. Komponen semikonduktor modern, perangkat elektronik konsumen, kendaraan listrik, hingga teknologi pertahanan semuanya bergantung pada mineral ini. Sigit menambahkan bahwa pasar off-taker tidak terbatas pada domestik saja.

“Jadi off-taker -nya menurut saya tidak hanya dipakai untuk global, domestik, tapi global juga siap, apalagi teman-teman yang berada di pasal 33, pasal 33 mineral ini teman-teman yang ada di ruangan ini, saya kira ini potensi global yang luar biasa sekali,” ungkap dia.

Perminas sebagai Pengelola Utama LTJ

Pengelolaan logam tanah jarang di Indonesia akan dilakukan secara terpusat oleh PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas. Sigit menjelaskan bahwa pembangunan Perminas sedang berlangsung sebagai entitas yang bertanggung jawab mengelola LTJ sekaligus mendorong pengembangan industri hilir.

Salah satu fokus pengembangan adalah industri magnet permanen. Danantara juga turut membangun infrastruktur pendukung untuk sektor ini. Rencananya, magnet yang diproduksi akan digunakan untuk motor traksi hingga motor kendaraan bermotor. Langkah ini sejalan dengan visi Danantara Mulai Investasi di Semikonduktor untuk menciptakan ekosistem yang terintegrasi.

“Kami di Danantara juga bangun Perminas yang akan mengelola dan akan industri magnet nanti ada motor traksi sampai motor mobil,” ujar Sigit.

Tantangan Teknologi dalam Hilirisasi

Hilirisasi mineral menghadapi hambatan utama berupa keterbatasan teknologi. Selama ini, mitra-mitra yang masuk ke Indonesia lebih fokus pada pengambilan bahan baku daripada transfer teknologi. Sigit mengakui bahwa proses teknologi masih menjadi tantangan pertama yang harus diatasi oleh Indonesia.

Namun, kesenjangan teknologi tidak lagi merata untuk semua jenis mineral. Mineral berbasis semikonduktor menunjukkan gap yang paling signifikan. Beberapa mineral khusus juga memerlukan kemampuan teknologi tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh negara-negara maju. Untuk mengatasi masalah tersebut, Danantara mengambil pendekatan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi.

Kolaborasi ini bertujuan membangun pusat riset dan pengembangan yang kuat. Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo. Presiden telah mengumpulkan 2.600 rektor dan dekan dari berbagai universitas. Mereka ditawarkan 31 sampai 40 proyek industrialisasi dari Danantara. Langkah ini dirancang agar perguruan tinggi dapat mengidentifikasi kekuatan masing-masing untuk berkolaborasi secara efektif.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Investasi Danantara

Berapa besar investasi Danantara di sektor semikonduktor? Investasi yang dilakukan cukup signifikan dengan platform semikonduktor yang mencapai tingkat kematangan baik. Sebanyak 94 persen platform menggunakan mitra pilihan dan 6 persen bersifat open source.

Siapa yang mengelola logam tanah jarang di Indonesia? PT Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas akan menjadi entitas terpusat yang bertanggung jawab mengelola LTJ dan mendorong pengembangan industri hilir.

Apa saja proyek industrialisasi yang ditawarkan kepada perguruan tinggi? Presiden menawarkan 31 sampai 40 proyek industrialisasi dari Danantara kepada 2.600 rektor dan dekan dari berbagai universitas di Indonesia.

Bagaimana Danantara mengatasi tantangan teknologi dalam hilirisasi? Danantara mengambil pendekatan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi untuk membangun pusat riset dan pengembangan yang kuat, dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo.

More from this category