CTO Danantara Blak-blakan Bahas Strategi Atasi Kekosongan Rantai Pasok

1 week ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
chief-technology-officer-danantara-sigit-puji-santosa-menyampaikan-pemaparan-dalam-mindialogue-dengan-tema-komoditas-untuk-neg-1786525228265_169

CTO Danantara Blak blakan Bahas Strategi Atasi Kekosongan Rantai Pasok

Dailynesia.com – Jakarta — Sigit Puji Santosa, yang kini memegang jabatan sebagai Chief Technology Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, secara terbuka menguraikan strategi komprehensif untuk mengatasi tantangan rantai pasok nasional. Dalam kesempatan tersebut, CTO Danantara Blak blakan Bahas berbagai aspek krusial yang selama ini menghambat optimalisasi pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang melimpah harus dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi yang signifikan melalui program hilirisasi yang terarah dan berkelanjutan.

Langkah strategis pertama yang diidentifikasi adalah integrasi menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pendekatan ini dirancang khusus untuk mencegah terputusnya rantai produksi dan distribusi yang selama ini menjadi masalah klasik di industri Indonesia. Dalam forum MINDialogue yang mengangkat tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI pada Rabu (12/8/2026), Sigit memberikan gambaran jelas mengenai kondisi industri saat ini.

“Selama ini tahun 70an, 80an kita untuk mineral lebih banyak ekstraktif industri activity. Kita di sisi hilir hanya posisi di mana produksi dan industri untuk assembly missing link ada di tengah jadi Danantara dalam rangka bangun industri berkelanjutan maka kita akan membangun industri berkelanjutan dari mulai hulu upstream sampai ke downstream,” terangnya.

Tantangan Ekstraktif dan Solusi Investasi

Tantangan utama yang dihadapi industri Indonesia selama bertahun-tahun adalah dominasi aktivitas ekstraktif dalam pemanfaatan sumber daya alam. Keterbatasan teknologi mutakhir dan sumber daya manusia yang kompeten menjadi penghambat signifikan. Ditambah lagi dengan kebutuhan investasi yang tidak kecil untuk mendorong transformasi industri. Keberadaan Danantara kini menjadi solusi penting karena mampu memenuhi kebutuhan pendanaan besar untuk mendorong hilirisasi secara masif.

Sigit menambahkan bahwa masalah investasi bukan lagi hambatan utama yang perlu dikhawatirkan. Indonesia juga memiliki off-taker dengan pasar domestik yang luas, meskipun terkadang terfragmentasi. Dengan adanya BUMN yang memiliki karakteristik ekspor-impor di berbagai tahap hulu dan hilir, pembangunan industri terintegrasi diharapkan dapat terwujud dengan lebih baik.

“Jadi tantangan invest its not a problem anymore ketiga offtaker kita punya pasar besar tapi terkadang kita terpecah-pecah walaupun ada bumn ada yang flavornya import ekspor di bagian hulu dan hilir jadi insha Allah kita bisa bangun industri,” jelasnya.

Strategi yang ditawarkan oleh Danantara mencakup beberapa pilar utama. Pertama, penguatan infrastruktur pendukung dari hulu hingga hilir. Kedua, pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi. Ketiga, penarikan investasi asing dan domestik untuk mendukung ekspansi industri. Keempat, digitalisasi proses produksi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Implementasi strategi ini memerlukan koordinasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan. Sinergi yang kuat akan memastikan bahwa setiap tahap rantai pasok berjalan optimal tanpa hambatan berarti. Dengan pendekatan holistik ini, Indonesia diproyeksikan dapat menjadi pemain kunci dalam industri komoditas global.

Prospek dan Langkah Selanjutnya

Ke depan, Danantara akan terus memantau perkembangan implementasi strategi yang telah dirumuskan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa setiap inisiatif berjalan sesuai rencana. Kolaborasi dengan mitra internasional juga akan diperkuat untuk transfer teknologi dan pengetahuan.

Bagi para pemangku kepentingan industri, kesempatan untuk berpartisipasi dalam program hilirisasi ini sangat terbuka. Berbagai mekanisme pendanaan dan insentif akan disediakan untuk mendorong partisipasi aktif. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, visi Indonesia sebagai negara industri maju berbasis sumber daya alam dapat terwujud dalam waktu dekat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Strategi Rantai Pasok Danantara

Apa peran utama Danantara dalam rantai pasok Indonesia? Danantara berperan sebagai pengelola investasi yang mendorong integrasi hulu-hilir dan menyediakan pendanaan untuk hilirisasi industri.

Berapa tahun periode ekstraktif yang dimaksud CTO Danantara? Periode tahun 70an dan 80an menjadi fokus karena saat itu aktivitas lebih banyak bersifat ekstraktif dibandingkan industri hilir.

Apakah masalah investasi masih menjadi penghambat? Menurut Sigit Puji Santosa, masalah investasi bukan lagi hambatan utama karena Danantara mampu menyediakan pendanaan yang dibutuhkan.

Bagaimana posisi off-taker di pasar Indonesia? Indonesia memiliki off-taker dengan pasar besar namun terkadang terfragmentasi, meskipun ada BUMN dengan karakteristik import-ekspor di hulu dan hilir.

More from this category