Bukan Ngarang! RI Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja Baru di Semester I-2026
Tenaga Kerja Baru Capai 1,44 Juta di Paruh Pertama 2026, Target Tahunan 2,5 Juta
Dailynesia.com – Jakarta mencatatkan dinamika positif dalam penyerapan tenaga kerja nasional. Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama BKPM mengemukakan proyeksi bahwa Indonesia dapat menyerap hingga 2,5 juta pekerja baru sepanjang tahun 2026. Proyeksi ini sejalan dengan peningkatan realisasi investasi nasional yang terus melonjak hingga memasuki semester pertama tahun ini.
Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, menyampaikan bahwa capaian penyerapan tenaga kerja domestik pada Semester I-2026 telah menyentuh angka 1,44 juta orang. Data ini dikumpulkan dari laporan langsung para pelaku usaha yang tercatat oleh kementerian.
Kita punya target average itu penyerapan tenaga kerja baru, itu kurang lebih 2,5 juta dan semester pertama kita sudah bisa mampu masuk ke angka 1.448.000 jumlah tenaga kerja baru. Angka ini mah bukan angka karang-karang, karena ini angka yang tiap saat memang di-input oleh para pelaku usaha sendiri.
Penyampaian tersebut dilakukan dalam acara Mindialogue 2026 di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. Todotua menegaskan bahwa data tersebut bukan sekadar estimasi, melainkan hasil input rutin dari dunia usaha.
Realisasi Investasi Mencapai Rp 1.010,6 Triliun
Dalam periode yang sama, realisasi investasi nasional tercatat sebesar Rp 1.010,6 triliun. Angka ini mewakili 49,5 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 2.041,3 triliun. Capaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Todotua menjelaskan bahwa kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional saat ini telah melonjak ke angka 30 persen. Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen, di mana realisasi investasi menjadi salah satu pilar utama. Untuk mencapai target tersebut, strategi konsolidasi yang digulirkan mencapai 13.000 triliun.
Penyebaran Investasi Domestik dan Asing
Berdasarkan data yang dipaparkan, penanaman modal asing sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp 507,64 triliun. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri atau PMDN mencatatkan nilai sebesar Rp 502,93 triliun. Dari sisi geografis, investasi di luar Pulau Jawa mendominasi dengan total Rp 507,8 triliun, sedangkan di Pulau Jawa mencapai Rp 502,8 triliun.
Subsektor dengan realisasi investasi terbesar pada Semester 1 2026 adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp 150,4 triliun atau 14,9 persen. Subsektor jasa lainnya menempati posisi kedua dengan Rp 114 triliun (11,3 persen). Pertambangan menyumbang Rp 105 triliun (10,4 persen), transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 102,7 triliun (10,2 persen), serta real estat Rp 48 triliun (8,5 persen).
Lima Negara Penanam Modal Terbesar
Singapura menjadi negara dengan investasi terbesar di Indonesia sepanjang Semester I 2026 dengan total US$ 8,8 miliar. Hongkong menyusul dengan US$ 7,6 miliar, diikuti China sebesar US$ 3,9 miliar, Jepang US$ 1,9 miliar, dan Amerika Serikat US$ 1,7 miliar.
Hilirisasi Menjadi Kontributor Utama
Total realisasi investasi di bidang hilirisasi pada Semester I tahun 2026 mencapai Rp 300,1 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi hilirisasi memberikan kontribusi sebesar 29,7 persen dari total seluruh realisasi investasi nasional sepanjang Semester I 2026.
Sektor Mineral mendominasi realisasi investasi hilirisasi dengan total Rp 206,5 triliun. Dalam kategori ini, hilirisasi Nikel menjadi kontributor utama dengan nilai Rp 71,0 triliun. Bauksit menyusul dengan Rp 53,8 triliun, Tembaga Rp 37,4 triliun, serta Besi Baja dan Pasir Silika masing-masing menyumbang Rp 30,2 triliun dan Rp 5,9 triliun.
Sektor Perkebunan dan Kehutanan menempati posisi kedua dengan total investasi Rp 54,4 triliun. Komoditas Kelapa Sawit menjadi pendorong utama dengan nilai Rp 29,5 triliun, diikuti Karet sebesar Rp 5,0 triliun. Sektor Minyak dan Gas Bumi memberikan kontribusi melalui investasi pengolahan Minyak Bumi sebesar Rp 26,4 triliun dan Gas Bumi Rp 9,0 triliun.
Sektor Perikanan dan Kelautan melengkapi capaian hilirisasi nasional dengan nilai investasi Rp 3,8 triliun. Investasi ini mencakup pengolahan berbagai komoditas seperti garam, tuna, cakalang, tongkol, udang, hingga rumput laut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Bukan Ngarang RI Serap 1 44 Juta?Bukan Ngarang RI Serap 1 44 Juta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Bukan Ngarang RI Serap 1 44 Juta matter?Bukan Ngarang RI Serap 1 44 Juta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.