Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri, Ini Isinya

2 hours ago  ·  4 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
menteri-esdm-bahlil-lahadalia-ddalam-peluncuran-dan-bedah-buku-10-karya-nyata-untuk-negeri-setengah-abad-bahlil-lahadalia-di-d-1786088945805_169

Bahlil Hadirkan Sepuluh Buku Pengalaman di Balik Layar Kebijakan Investasi dan Energi

Dailynesia.com – Peringatan ulang tahun Bahlil Lahadalia yang ke-50 disambut dengan peluncuran sepuluh karya tulis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini merangkum perjalanan pemikirannya dalam berbagai bidang, mulai dari investasi hingga hilirisasi sumber daya alam. Acara yang berlangsung di The Ballroom at Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) ini juga dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional.

Awalnya, Bahlil hanya menyiapkan delapan judul buku. Namun, ia memutuskan untuk menambah jumlahnya menjadi sepuluh. “Izin Pak Presiden, buku saya itu sebenarnya delapan buku, bukan 10. Tapi karena angka delapan adalah sandi Bapak Presiden, maka saya genapkan menjadi 10 buku,” jelas Bahlil dalam acara bertajuk 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia.

Kumpulan Pengalaman Masa Jabatan sebagai Menteri Investasi

Banyak dari sepuluh buku tersebut merupakan hasil kompilasi pengalaman Bahlil saat menjabat sebagai Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebelum ia memimpin Kementerian ESDM. Ia menegaskan bahwa sebagian besar karya ini bukan tulisan baru yang dibuat khusus untuk peluncuran kali ini.

“Buku ini sebenarnya bukan yang baru ditulis untuk nanti akan dibuat. Sebagian buku-buku ini adalah buku-buku yang dibuat di saat saya masih Menteri Investasi,” ujar Bahlil.

Delapan Buku Pertama: Dari Ekspor Nikel hingga Kawasan Industri Batang

Buku pertama berjudul Hilirisasi Sumber Daya Alam Indonesia: Transformasi dan Mandat Konstitusi lahir dari momen penting ketika pemerintah memutuskan menghentikan ekspor bijih nikel. Hal ini terjadi pada awal masa pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua. Bahlil mengingat bahwa beberapa hari setelah dilantik sebagai Kepala BKPM pada 23 Oktober 2019, Presiden Jokowi memerintahkan penghentian ekspor nikel, padahal kewenangan tersebut berada di Kementerian ESDM.

“Saya diperintahkan, saya ini seperti baru selesai taruna, tiba-tiba disuruh untuk perang di lapangan, aturan pun kita belum tahu,” kenang Bahlil.

Sementara itu, buku kedua yang berjudul Batang Magnet Investasi: Kisah di Balik Lahirnya Kawasan Industri Terpadu Batang mengisahkan evaluasi pemerintah yang belum berhasil menarik relokasi industri saat terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Bahlil menjelaskan bahwa banyak perusahaan saat itu lebih memilih Vietnam karena harga lahan kawasan industri di sana jauh lebih terjangkau dibandingkan Indonesia.

Memperkuat Peran Kementerian Investasi dan Ekosistem Kendaraan Listrik

Dalam buku ketiga, Seni Menuntaskan Misi, Bahlil menyoroti upayanya memperkuat fungsi Kementerian Investasi. Menurutnya, kementerian tersebut saat itu hanya berperan sebagai front office bagi investor. “Seperti harimau tapi tidak punya gigi. Ini jujur. Uangnya waktu itu APBN-nya tidak lebih dari 800 miliar. Investor datang ke sini, ke sini, kita enggak punya kewenangan waktu itu,” katanya.

Bahlil menambahkan bahwa karena tidak dibesarkan di dunia akademik secara baik, ia justru dibesarkan di jalanan. “Saya tidak kehilangan akal. Saya menyelesaikan investasi ada Rp708 triliun investasi mangkrak dengan tim yang ada di ESDM,” tegasnya.

Buku keempat, Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional, menguraikan proses negosiasi pemerintah dalam membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik. Termasuk di dalamnya adalah kerja sama dengan Hyundai. Proyek senilai US$1,5 miliar ini sempat diperebutkan beberapa negara sebelum akhirnya direalisasikan di Indonesia.

“Waktu itu Singapura yang pengen ambil barang itu, termasuk baterainya. Tapi kita bagaimana membangun negosiasi dan alhamdulillah kita adalah negara pertama di Asia Tenggara yang memproses ekosistem baterai mobil. Jadi itu bukunya,” jelas Bahlil.

Refleksi dan Otokritik atas Program Hilirisasi Nasional

Buku kelima, Tuan di Negeri Sendiri, merupakan refleksi sekaligus otokritik terhadap pelaksanaan program hilirisasi nasional. Gagasan dalam buku ini berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya membangun kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya alam, dengan hilirisasi sebagai instrumen utamanya.

“Saya ingin menceritakan ujung daripada buku itu adalah tentang Tuan di Negeri Sendiri. Buku ini sebenarnya adalah hasil doktrinisasi dari apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo kepada kami. Waktu itu sebagai tim sukses untuk menjabarkan tentang bagaimana membangun kedaulatan dalam rangka pengelolaan sumber daya alam. Hilirisasi adalah instrumennya,” katanya.

Bahlil juga mengakui bahwa berdasarkan temuannya, hilirisasi di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan Pasal 33 dan Pancasila pada sila kelima. Buku ini menjadi bentuk otokritik karena sebagian isinya merupakan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah dijalankan.

Frequently Asked Questions

What is Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata?

Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata matter?

Bahlil Luncurkan Buku 10 Karya Nyata matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category