Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Kemenhub Ambil Langkah Tegas Ini

Published October 11, 2026 · Updated October 11, 2026 · By James Lopez - dailynesia.com

Foto : James Lopez - dailynesia.com

Asap Karhutla Tekan Operasional Penerbangan di Sejumlah Wilayah

Dailynesia.com – Gangguan jarak pandang akibat asap kebakaran hutan dan lahan masih memengaruhi aktivitas penerbangan di berbagai daerah Indonesia. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memantau kondisi tersebut, terutama di bandara-bandara yang berada di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Keselamatan penerbangan menjadi dasar utama dalam setiap keputusan operasional. Saat visibilitas tidak memenuhi batas minimal yang dipersyaratkan, maskapai dan pengelola penerbangan dapat mengambil langkah berupa penundaan, pembatalan, pengalihan pendaratan, hingga mengembalikan pesawat ke bandara asal.

“Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.

Lebih dari 1.600 Penerbangan Terdampak

Dalam rentang 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026, tercatat 1.673 penerbangan berjadwal domestik terkena dampak Karhutla. Data tersebut dihimpun melalui pemantauan dan koordinasi bersama Kantor Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, serta operator maskapai.

Dari total itu, 745 penerbangan mengalami keterlambatan. Sebanyak 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, sementara 15 penerbangan harus dialihkan ke bandara lain. Enam penerbangan lainnya kembali ke bandara keberangkatan atau return to base.

Angka tersebut menunjukkan bahwa dampak asap tidak selalu berujung pada pembatalan. Keputusan yang diambil sangat bergantung pada kondisi cuaca dan jarak pandang saat pesawat akan lepas landas maupun mendarat. Situasi dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga jadwal perjalanan yang sebelumnya normal dapat mengalami penyesuaian menjelang waktu keberangkatan.

Selain Karhutla, terdapat 14 penerbangan yang dibatalkan selama periode sama akibat faktor berbeda. Gangguan tersebut berkaitan dengan sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.

Maskapai dengan Dampak Terbesar

Sepuluh maskapai menjalankan penerbangan yang terdampak kondisi Karhutla. Citilink Indonesia mencatat jumlah tertinggi dengan 478 penerbangan, kemudian NAM Air sebanyak 300 penerbangan dan Wings Air sebanyak 227 penerbangan.

Super Air Jet mengalami dampak pada 161 penerbangan. Setelah itu terdapat Surya Mataram dengan 134 penerbangan, Batik Air 112 penerbangan, Garuda Indonesia 97 penerbangan, TransNusa 94 penerbangan, Lion Air 41 penerbangan, serta Sriwijaya Air 29 penerbangan.

Jika dilihat dari jenis gangguannya, Wings Air mencatat pembatalan terbanyak dengan 226 penerbangan. Posisi berikutnya ditempati Super Air Jet dengan 158 penerbangan dan Citilink dengan 115 penerbangan. Untuk keterlambatan, Citilink mengalami jumlah terbesar, yakni 357 penerbangan, disusul NAM Air sebanyak 212 penerbangan.

Perbedaan jumlah gangguan pada setiap maskapai tidak serta-merta mencerminkan kualitas layanan masing-masing operator. Faktor seperti jaringan rute, frekuensi penerbangan, jenis bandara tujuan, serta perubahan kondisi visibilitas pada jam operasi turut memengaruhi angka dampak yang tercatat.

Bandara di Kalimantan, Sumatera, dan Papua Terpengaruh

Wilayah Kalimantan menjadi kawasan dengan dampak paling besar. Bandara yang terdampak antara lain Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Bandara H. Asan di Sampit, Bandara Rahadi Oesman di Ketapang, serta Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin.

Gangguan serupa juga terjadi di Sumatera, khususnya di Bandara Sultan Thaha, Jambi, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Di Papua, dampak Karhutla dirasakan di Bandara Rendani Manokwari, Bandara Douw Aturure Nabire, Bandara Torea Fakfak, Bandara Utarom Kaimana, Bandara Babo Teluk Bintuni, dan Bandara Ewer Asmat.

Bagi penumpang, perubahan operasional di bandara-bandara tersebut dapat memengaruhi rangkaian perjalanan lanjutan, termasuk penerbangan sambungan dan agenda di kota tujuan. Karena itu, pemeriksaan status penerbangan sebelum berangkat menjadi langkah penting, terutama bagi penumpang yang memiliki waktu transit terbatas.

Hak Penumpang Tetap Harus Dipenuhi

Ditjen Perhubungan Udara menegaskan maskapai tetap memiliki kewajiban memberikan layanan kepada penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan. Bentuk pemenuhan hak itu dapat mencakup kompensasi, penjadwalan ulang penerbangan, maupun pengembalian biaya tiket sepenuhnya.

“Kantor Otoritas Bandar Udara kami tugaskan untuk mengawasi pemenuhan hak penumpang di lapangan. Kami tidak akan ragu memberikan sanksi kepada maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya sesuai ketentuan,” tegas Lukman.

Penumpang disarankan menyimpan dokumen perjalanan, memeriksa pemberitahuan dari maskapai, dan menghubungi petugas layanan bila jadwal berubah. Pilihan penjadwalan ulang atau pengembalian dana perlu dikonfirmasi langsung kepada maskapai sesuai kondisi tiket dan layanan yang tersedia.

Masyarakat juga diminta memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara sebelum menuju lokasi keberangkatan. Kondisi jarak pandang dapat berubah secara dinamis sehingga informasi beberapa jam sebelumnya belum tentu sama ketika penerbangan akan dijalankan.

“Kondisi jarak pandang dapat berubah secara dinamis. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara,” tutup Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara menyatakan pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap perkembangan Karhutla akan terus dilakukan. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga diperkuat agar layanan penerbangan tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, keteraturan, dan kelancaran operasional.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Kemenhub Ambil?

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Kemenhub Ambil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Kemenhub Ambil matter?

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Kemenhub Ambil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.