APBN Tak Mungkin 100%, Swasta Terbuka Jadi Investor Proyek-Proyek Ini
Dailynesia.com – Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengupayakan penglibatan lebih luas investor swasta dalam pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan pendanaan semakin meningkat, sedangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemerintah kini lebih memfokuskan pada kerja sama dengan pihak swasta untuk mempercepat pengembangan berbagai proyek.
Sektor Air Minum Jadi Prioritas
Satu dari sektor yang paling membutuhkan investasi besar adalah penyediaan air minum. Kebutuhan pendanaan untuk mengganti jaringan pipa lama serta meningkatkan layanan dari air bersih ke air siap minum mencapai triliunan rupiah. “Saya yakin kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan air minum akan terus ada dari tahun ke tahun,” kata Dody dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (2/7/2026).
“Kalau kita bicara air minum, kebutuhan pendanaan untuk mengganti pipa-pipa yang sudah usang nilainya sudah mencapai triliunan rupiah. Perputaran investasinya juga cukup besar. Hari ini mungkin sebagian besar masih sebatas air bersih. Ke depan kita ingin kualitasnya meningkat menjadi air siap minum. Sesuai namanya, Perusahaan Daerah Air Minum, bukan Perusahaan Daerah Air Bersih. Jadi kebutuhan investasinya masih sangat besar dan itu menjadi peluang bagi investor untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Kolaborasi KPBU Memperkuat Peran Swasta
Keterlibatan investor swasta tidak berarti mengurangi peran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Sebaliknya, skema KPBU diharapkan mempercepat akses masyarakat terhadap fasilitas yang lebih memadai. “Dengan kolaborasi melalui KPBU, pemerintah bisa mempercepat pembangunan tanpa seluruh pembiayaannya dibebankan kepada APBN. Yang terpenting, masyarakat mendapatkan layanan infrastruktur yang lebih baik, sementara investor juga memperoleh kepastian usaha dari proyek-proyek yang memang layak secara ekonomi,” pungkas Dody.
Menurut Dody, beberapa sektor seperti jalan tol, sistem air minum, sanitasi, dan infrastruktur dasar lainnya menawarkan daya tarik tinggi bagi investor. Pemerintah ingin layanan air daerah tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga menciptakan air yang langsung bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

