Amran Temukan Penyimpangan Beras Fortifikasi, Mendag Akan Cek Ritel

22 hours ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
satgas-pangan-polda-metro-jaya-melakukan-inspeksi-mendadak-ke-sebuah-pergudangan-pasar-induk-beras-di-kawasan-cipinang-jakarta-1753418922557_169

Mendag Budi Santoso Perintahkan Pengecekan Beras Fortifikasi di Pasar

Dailynesia.com – Menyusul adanya temuan ketidaksesuaian kandungan pada beras fortifikasi yang beredar, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan inspeksi langsung ke lapangan. Langkah ini diambil setelah munculnya sorotan publik mengenai kualitas produk tersebut. Pengecekan akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah guna memastikan bahwa komposisi nutrisi di dalam kemasan sesuai dengan klaim yang tertera. CNBC Indonesia melaporkan bahwa inspeksi ini akan dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik distribusi.

Budi menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Pertanian serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait prosedur pengawasan. Ia menegaskan bahwa tim akan meninjau apakah kandungan produk benar-benar sesuai dengan komposisi yang dijanjikan kepada konsumen. Proses verifikasi ini mencakup pemeriksaan sampel acak dari berbagai merek yang beredar di pasaran.

Kami sudah komunikasi ya, kami bersama Bapanas dan juga Kementan, nanti akan ngecek ke lapangan ya, terutama mengenai kandungannya. Nanti bisa kita cek apakah itu sesuai dengan komposisi yang ada, atau sesuai dengan produk yang mereka jual. Ya akan kita cek. Pengawasan.

Wartawan yang ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026), ini juga menanggapi pertanyaan mengenai langkah perlindungan konsumen. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan menunggu hasil pengawasan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Fungsi pengawasan menjadi prioritas utama dalam menentukan tindakan selanjutnya. Selengkapnya tentang ekonomi dapat diakses melalui portal resmi.

(Perlindungan konsumennya gimana?) Ya kita lihat dulu, seperti apa hasilnya ya. Ya kan ada fungsi pengawasan. Jadi yang akan kita lakukan itu. Kita lihat dulu hasilnya seperti apa.

Latar Belakang Polemik Beras Fortifikasi

Persoalan beras fortifikasi mulai mencuat setelah Bapanas mengumumkan bahwa sebagian besar produk yang diawasi tidak memenuhi standar mutu. Hasil monitoring yang dilakukan di DKI Jakarta pada bulan Juni 2026 menunjukkan bahwa dari 15 merek yang diperiksa, hanya tiga di antaranya yang memenuhi ketentuan. Sementara itu, 12 merek lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Temuan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat yang mengandalkan beras fortifikasi sebagai sumber nutrisi harian.

Produk-produk beras fortifikasi tersebut dipasarkan dengan harga bervariasi antara Rp17.580 hingga Rp42.500 per kilogram. Pengaturan mengenai beras fortifikasi mengacu pada dua standar nasional, yaitu SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi itu sendiri. Standar ini memastikan bahwa setiap produk yang beredar memiliki kualitas yang konsisten.

Dalam setiap 100 gram produk, terdapat persyaratan kandungan nutrisi yang harus dipenuhi. Vitamin B1 wajib mengandung minimal 0,25 miligram, asam folat antara 0,25 hingga 0,38 miligram, vitamin B12 sebesar 1,0 hingga 1,5 mikrogram, zat besi 3,50 hingga 5,25 miligram, serta seng 3,0 hingga 4,5 miligram. Rasio pencampuran kernel fortifikan terhadap beras sosoh juga harus mencapai minimal 1 persen.

Tindakan Pemerintah Atas Temuan Bapanas

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, telah memerintahkan pencabutan izin edar bagi sejumlah merek beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi yang terbukti tidak memenuhi persyaratan. Keputusan ini didasarkan pada hasil uji laboratorium yang telah dilakukan secara komprehensif. Amran Temukan Penyimpangan Beras Fortifikasi menjadi momentum penting bagi perbaikan sistem pengawasan pangan nasional.

Saya sebagai Kepala Bapanas, untuk Pak Sestama dan Pak Deputi, cabut izinnya. Perintahkan ke bawah. Itu kewenanganku. Cabut izinnya dan tidak boleh mengedarkan, karena ini sudah hasil laboratorium.

Selain pencabutan izin edar, Amran juga meminta agar dugaan pelanggaran tersebut diproses melalui Satgas Pangan. Ia bahkan berencana menyurati Kapolri untuk mengawal proses hukum terhadap produsen yang diduga melanggar aturan. Pemerintah tetap akan berkoordinasi dengan semua kementerian dan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan final mengenai penarikan beras fortifikasi dari peredaran.

Frequently Asked Questions

Apa yang dimaksud dengan beras fortifikasi? Beras fortifikasi adalah beras yang telah ditambahkan nutrisi tambahan seperti vitamin dan mineral untuk meningkatkan nilai gizinya. Produk ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian masyarakat.

Berapa banyak merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar? Dari 15 merek yang diperiksa di DKI Jakarta pada Juni 2026, sebanyak 12 merek dinyatakan tidak memenuhi syarat mutu yang ditetapkan.

Apa sanksi bagi produsen yang melanggar aturan? Produsen yang terbukti melanggar dapat menghadapi pencabutan izin edar dan proses hukum melalui Satgas Pangan serta koordinasi dengan kepolisian.

Kapan hasil pengawasan Mendag akan diumumkan? Mendag Budi Santoso menyatakan bahwa hasil pengawasan akan segera diumumkan setelah tim inspeksi menyelesaikan pemeriksaan di lapangan.

MORE FROM THIS CATEGORY