2 Kasus Dugaan Hantavirus Muncul di Spanyol – Punya Gejala Begini

3 months ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
dalam-ilustrasi-ini-yang-diambil-pada-7-mei-2026-terlihat-sebuah-tabung-reaksi-berlabel-hantavirus-positif-1778157830278_169-1

2 Kasus Dugaan Hantavirus Terdeteksi di Spanyol, Gejala Menyerupai Infeksi Serius

Dailynesia.com – Dalam lingkup wabah global yang terus berkembang, dua kasus dugaan infeksi hantavirus baru muncul di Spanyol, memicu perhatian khusus dari para ahli kesehatan. Dua individu yang diduga terpapar virus ini menunjukkan gejala serupa dengan penyakit infeksi parah, yang menjadi alasan kecemasan di kalangan medis. Seorang pria asal Belanda dan seorang wanita di Spanyol menjadi korban, dengan kelompok penumpang kapal pesiar MV Hondius sebagai pusat penyebaran awal.

Perkembangan Terkini di Spanyol dan Posisi Tristan da Cunha

Kasus pertama di Spanyol dilaporkan setelah seorang pria menderita gejala setelah meninggalkan kapal pesiar MV Hondius, sementara kasus kedua terjadi di Provinsi Alicante. Dalam skenario ini, wanita berusia 32 tahun terpapar virus setelah duduk dua baris di belakang penumpang Belanda yang terinfeksi. Sementara itu, pulau kecil Tristan da Cunha, yang terletak di tengah Samudra Atlantik Selatan, juga menjadi lokasi penyakit ini muncul, dengan seorang pria Inggris diduga terjangkit setelah kapal singgah di sana akhir April lalu.

Dalam wabah yang terjadi di kapal MV Hondius, delapan kasus dugaan hantavirus sebelumnya telah terungkap, dari mana tiga pasien meninggal. Situasi ini menunjukkan bahwa hantavirus dapat menyebar antarmanusia, meskipun dengan tingkat yang terbatas. Dalam perjalanan kapal, 147 penumpang dan awak diberitakan terpapar, dengan rute yang melintasi Argentina, Antartika, dan Afrika Selatan sebelum tiba di perairan Tanjung Verde.

Virus yang terlibat dalam wabah ini diidentifikasi sebagai Hantavirus Andes, jenis yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, hingga 50% di Amerika Serikat. Meski demikian, WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran ke populasi umum masih rendah, berdasarkan pola penularan yang terkendali. Operator kapal, Oceanwide, mengungkapkan bahwa tidak ada lagi penumpang yang menunjukkan gejala dugaan hantavirus setelah pemeriksaan intensif dilakukan.

Di Spanyol, wabah ini berpotensi mengubah pola pengawasan kesehatan, karena gejala yang ditimbulkan menyerupai penyakit serius seperti flu atau infeksi saluran pernapasan. Dalam penelitian WHO, klaster penyebaran yang terjadi di kapal pesiar membuktikan bahwa hantavirus bisa menyebar melalui kontak dekat atau droplet, terutama di lingkungan tertutup. Dengan adanya dua kasus baru, para ahli memperkirakan bahwa wabah ini mungkin memicu kebijakan lebih ketat dalam pengendalian penularan virus.

Dalam upaya mencegah penyebaran lebih lanjut, kapal MV Hondius sedang dalam perjalanan menuju Tenerife, Kepulauan Canary, dan akan melakukan pengecekan kesehatan ke seluruh penumpang. Selama ini, empat pasien masih menjalani perawatan di Afrika Selatan, Belanda, dan Swiss, dengan beberapa dari mereka dinyatakan positif hantavirus. CDC Amerika Serikat mengklasifikasikan wabah ini sebagai respons darurat level 3, dengan tingkat kewaspadaan yang tetap tinggi.

Kasus dugaan hantavirus di Spanyol dan Tristan da Cunha menunjukkan bahwa virus ini mampu menyebar di berbagai lokasi, meski masih dalam skala kecil. Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian, terutama jika pernah berinteraksi dengan penumpang kapal yang terinfeksi. WHO tetap memantau situasi dan menegaskan bahwa tindakan pencegahan yang terukur mampu mengurangi risiko penyebaran hantavirus ke kelompok lain.

MORE FROM THIS CATEGORY