Ini Saran Pakar Keuangan Sebelum Ajukan Pinjaman di Pindar

7 days ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
adakami-1786617614265_169

Ini Saran Pakar Keuangan Sebelum Ajukan Pinjaman Daring di Pindar

Dailynesia.com – Di era digital yang serba cepat, kebutuhan akan akses dana instan semakin meningkat. Pinjaman daring atau yang lebih dikenal dengan istilah pindar kini menjadi solusi bagi banyak masyarakat yang membutuhkan likuiditas. Layanan ini tidak hanya membantu menjaga stabilitas konsumsi, tetapi juga mendukung arus kas harian. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan pinjaman, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan agar tidak terjebak dalam masalah keuangan di kemudian hari.

Pahami Total Kewajiban dan Tenor Pengembalian

Rista Zwestika, seorang Perencana Keuangan Profesional, memberikan panduan komprehensif bagi calon peminjam. Langkah pertama adalah memahami total kewajiban yang harus dibayarkan kembali. “Apabila Anda meminjam, berapa jumlah keseluruhan yang wajib dikembalikan? Sebagai ilustrasi, jika saya meminjam sebesar lima juta rupiah dengan jangka waktu dua puluh hingga sembilan puluh hari, berapa yang harus saya bayar,” jelas Rista dalam acara Peluncuran Kampanye Transparansi AdaKami pada Kamis (13/8/2026).

Selain itu, perhatikan tenor pengembalian yang ditawarkan. Tenor ini umumnya berupa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan. Hitung juga jumlah cicilan bulanan yang harus disiapkan. “Apakah jatuh temponya jatuh sebelum atau sesudah gajian? Kondisi yang sedikit merepotkan adalah ketika jatuh tempo terjadi sebelum gajian. Akibatnya, kepala menjadi pusing saat ditagih,” tambah Rista dengan pengalaman langsung.

“Jadi banyak hal yang harus kita perhatikan sebelum berutang. Nggak asal main cepet cair, nggak asal main pengen banyak,” ungkap Rista.

Evaluasi Bunga dan Posisi Utang dalam Piramida Keuangan

Ketiga, evaluasi besaran bunga pinjaman. Rista menyarankan agar jumlah bunga tidak melebihi pokok pinjaman yang diambil. Keempat, pahami risiko gagal bayar. Peminjam harus siap menghadapi konsekuensi jika terjadi keterlambatan pembayaran. Rista menjelaskan bahwa utang menempati posisi paling bawah dalam piramida perencanaan keuangan. Ketika seseorang memiliki penghasilan, langkah pertama adalah mengelola uang tersebut dengan bijak. Setelah kemampuan mengelola keuangan tercapai, barulah seseorang dapat menyiapkan mitigasi seperti mengembangkan aset atau menyiapkan warisan.

Ia menegaskan bahwa jumlah utang idealnya tidak boleh melebihi tiga puluh persen dari pendapatan. “Jadi utang itu ada di formulasi bagian bawah,” tegas Rista. Prinsip ini menjadi fondasi penting bagi setiap individu yang ingin membangun kesehatan finansial yang berkelanjutan.

“Jadi utang itu ada di formulasi bagian bawah,” tegas Rista.

Data OJK dan Profil Peminjam di Indonesia

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, total pengguna pinjaman daring mencapai 146,5 juta akun pada tahun 2026. Nilai pinjaman yang masih berjalan atau outstanding tercatat sebesar Rp 105,14 triliun per Juni 2026. Dari segi gender, peminjam laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan dengan proporsi masing-masing 59,65% dan 49,35%.

Tujuan penggunaan pindar beragam. Sebanyak 23,02% digunakan untuk membeli barang secara cicilan, 21,77% untuk memenuhi kebutuhan mendesak, 17,73% untuk belanja kebutuhan sehari-hari, dan 12,13% untuk memanfaatkan diskon serta promosi. “Dengan angka tinggi ini, ternyata gagal bayarnya juga cukup tinggi. Salah satunya karena ketidaktahuan bagaimana sih proses pada asal pengajuan mau berutang tadi,” ungkap Rista.

Edukasi dan Pemetaan Risiko oleh Platform

Dalam kesempatan yang sama, Jonathan Kriss, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), menekankan pentingnya edukasi bagi platform pindar untuk memitigasi gagal bayar. “Jadi memang spektrum edukasi tidak bisa berhenti. Kita ngajarinya milenial, mungkin topiknya udah lebih advance, tapi buat gen Z kita back to basic lagi. Jadi itu salah satu upayanya,” jelas Jonathan.

Sebagai langkah tambahan, pihak AdaKami melakukan pemetaan risiko dengan mengukur kemampuan bayar setiap pengguna. Jonathan menyebutkan bahwa saat ini AdaKami banyak menolak pengajuan pinjaman dari para pengguna. “Jadi nomor satu sekarang, sudah sejak satu setengah tahun yang lalu, komplain tertinggi adalah pinjaman ditolak. Jadi di Adakami memang tidak semua pinjaman itu kita approve,” pungkas Jonathan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pinjaman Daring

Berapa batas ideal utang terhadap pendapatan? Menurut Rista Zwestika, jumlah utang idealnya tidak boleh melebihi tiga puluh persen dari pendapatan bulanan.

Mengapa banyak pinjaman yang ditolak? Platform pindar seperti AdaKami melakukan pemetaan risiko. Komplain tertinggi adalah pinjaman ditolak karena platform memastikan kemampuan bayar setiap pengguna.

Kapan waktu terbaik mengajukan pinjaman? Ajukan pinjaman setelah gajian agar jatuh tempo tidak bertabrakan dengan kebutuhan mendesak lainnya.

Bagaimana cara menghindari gagal bayar? Pahami total kewajiban, perhatikan tenor, dan pastikan bunga tidak melebihi pokok pinjaman sebelum mengajukan.

More from this category