Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wisman Habiskan Rp23 Juta Liburan di RI, Ini Strategi InJourney & GIAA

Published August 13, 2026 · Updated August 13, 2026 · By Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Foto : Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Strategi InJourney dan GIAA untuk Menarik Wisatawan Mancanegara

Dailynesia.com – PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau yang dikenal sebagai InJourney melaporkan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai angka US$ 1.285. Nilai tersebut setara dengan Rp 23 juta, dengan durasi tinggal rata-rata selama 10 malam. Kolaborasi antara InJourney bersama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong kunjungan wisatawan asing ke Indonesia melalui program Free Domestic Flight.

Menilai Kualitas Pariwisata

Yudhistira Setiawan, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, menjelaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kedatangan wisatawan. Terdapat beberapa indikator krusial lainnya, seperti lamanya kunjungan, banyaknya destinasi yang dijelajahi, serta besarnya pengeluaran selama berada di Indonesia.

"Quality tourism itu tidak tentang bagaimana satu kedatangan wisatawan dapat menciptakan value yang lebih besar, tetapi lebih bagaimana manfaat yang lebih luas bagi Indonesia," ujarnya di kantornya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, semakin lama wisatawan tinggal dan semakin banyak tempat yang dikunjungi, maka semakin besar pula potensi nilai ekonomi yang dapat diciptakan.

Program Penerbangan Tambahan Gratis

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, InJourney dan GIAA menyediakan 170.845 kursi untuk penerbangan tambahan gratis ke kawasan wisata Tanah Air bagi wisatawan internasional. Program yang berlangsung mulai Agustus hingga akhir November 2026 ini khusus ditujukan untuk wisatawan asing yang melakukan perjalanan pulang-pergi menggunakan Garuda Indonesia.

Prina Eka Putri, Marketing Group Head Garuda Indonesia, menyatakan bahwa program tersebut dirancang sebagai stimulus agar wisatawan yang datang dari luar negeri tidak hanya berhenti di satu destinasi. Ia menambahkan bahwa program ini ingin mengubah pola perjalanan yang sekadar arrive, tetapi juga discover more Indonesia.

"Impact yang kami harapkan memang tidak hanya untuk Garuda, tetapi juga untuk keseluruhan Indonesia," katanya.

Dalam kolaborasi ini, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Lombok menjadi kawasan yang mendapat perhatian khusus untuk penguatan konektivitas. Pergerakan wisatawan ke destinasi domestik diharapkan menciptakan efek berantai terhadap hotel, UMKM, pusat belanja, transportasi, dan sektor ekonomi lainnya.

Konektivitas sebagai Pengungkit Pariwisata

Dedi Ahmad Kurnia, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata, menilai program tersebut memiliki nilai strategis karena sekitar 70% kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menggunakan jalur udara. Bali masih menjadi pintu masuk terbesar dengan kontribusi sekitar 40%, sementara Jakarta berada di kisaran 17%.

"Tidak hanya datang ke Jakarta atau Bali, tetapi bagaimana ini bisa membuat kita discover more Indonesia ke destinasi lain di Indonesia," ujar Dedi.

Karena itu, peningkatan konektivitas penerbangan domestik dapat menjadi pengungkit agar wisatawan tidak hanya mengunjungi dua destinasi utama tersebut, melainkan menjelajahi lebih banyak tempat di seluruh Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Wisman Habiskan Rp23 Juta Liburan di RI?

Wisman Habiskan Rp23 Juta Liburan di RI is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wisman Habiskan Rp23 Juta Liburan di RI matter?

Wisman Habiskan Rp23 Juta Liburan di RI matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.