Unilever Sabet ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI

2 hours ago  ·  4 min read
By James Lopez - dailynesia.com
dok-unilever-indonesia-1786099377501_169

Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten di ESG Award 2026

Dailynesia.com – Jakarta – PT Unilever Indonesia Tbk kembali membuktikan dedikasinya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih predikat Best Emiten pada ajang ESG Award 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama KEHATI. Penghargaan ini diberikan dalam kategori Capital Market sebagai bentuk apresiasi atas integrasi prinsip Environmental, Social, dan Governance ke dalam strategi operasional serta rantai nilai perusahaan. Pencapaian ini menegaskan posisi Unilever sebagai pemimpin dalam praktik ESG di pasar modal Indonesia.

Penerimaan penghargaan tersebut dilakukan langsung oleh Nurdiana Darus, yang menjabat sebagai Direktur Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia. Malam penganugerahan berlangsung di Jakarta pada Kamis (6/8/2026). Kehadiran Nurdiana mewakili perusahaan dalam menerima penghargaan yang menegaskan komitmen jangka panjang Unilever Indonesia dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan berkelanjutan telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.

Komitmen Berkelanjutan yang Terintegrasi

Menurut Nurdiana, keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi utama dalam menjalankan operasional bisnis. Ia menyampaikan rasa syukur atas pengakuan ini, mengingat ini merupakan kali kedua Unilever Indonesia meraih penghargaan Best Emiten. Sebelumnya, perusahaan juga menerima penghargaan serupa pada tahun 2023. Pengakuan ini mencerminkan upaya konsisten perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam setiap aspek bisnisnya.

“Pengakuan ini mencerminkan upaya kami untuk terus menghadirkan kinerja yang bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta penguatan ekosistem investasi berbasis ESG di Indonesia,” ujar Nurdiana seperti dikutip pada Jumat (7/8/2026).

Dampak Nyata di Bidang Lingkungan

Salah satu pilar utama yang menjadi perhatian Unilever Indonesia adalah aspek lingkungan. Selama tahun 2025, perusahaan berhasil mengumpulkan dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik. Jumlah ini bahkan melampaui total plastik yang digunakan dalam kemasan produk yang dijual pada periode yang sama. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Unilever tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga aktif dalam ekonomi sirkular.

Untuk mendukung upaya daur ulang, Unilever Indonesia telah membangun jaringan yang mencakup lebih dari 5.000 bank sampah di 50 kota dan kabupaten. Selain itu, kehadiran hampir 2.900 gerai isi ulang juga membantu mengurangi limbah kemasan sekali pakai. Dari total upaya tersebut, perusahaan berhasil memanfaatkan 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi atau Post-Consumer Recycled Plastic (PCR) untuk kemasan produknya. Langkah ini turut berkontribusi dalam menurunkan penggunaan plastik baru sebesar 20% dibandingkan tahun dasar 2019.

Penguatan Aspek Sosial dan Tata Kelola

Dalam ranah sosial, Unilever Indonesia terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Saat ini, tercatat bahwa 43,2% posisi manajerial senior dipegang oleh perempuan. Angka ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan terhadap keberagaman dan kepemimpinan yang inklusif. Di sisi kesehatan dan keselamatan kerja, perusahaan mencatatkan nol kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Unilever tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga kesejahteraan karyawan.

Untuk menjaga kepercayaan konsumen, seluruh fasilitas produksi Unilever Indonesia telah menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH). Selain itu, 87% produk makanan yang dipasarkan telah memenuhi Highest Nutrition Standard (HNS) berdasarkan standar internal perusahaan dan acuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tata kelola perusahaan juga menjadi fokus utama. Pengelolaan ESG berada di bawah pengawasan langsung Direksi, Business Integrity Committee, serta Central Safety, Health and Environmental Committee. Pendekatan yang solid ini mengantarkan Unilever Indonesia mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance selama delapan tahun berturut-turut. Pencapaian ini didukung oleh raihan skor 111,13 dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Perusahaan juga mencatat berbagai pencapaian lainnya, termasuk S&P Global ESG Score sebesar 52 dan IDX ESG Score sebesar 18,21. Selain itu, Unilever Indonesia berhasil mempertahankan peringkat PROFER Biru untuk seluruh fasilitas produksinya selama tiga tahun berturut-turut. Pencapaian-pencapaian ini menunjukkan bahwa Unilever konsisten dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan di berbagai aspek.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan komitmen keberlanjutan dapat menciptakan dampak yang berarti, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan. Ke depan, kami akan terus memperkuat upaya untuk menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tutur Nurdiana.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang ESG Award 2026

Apa itu ESG Award 2026? ESG Award 2026 adalah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan KEHATI kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat dalam Environmental, Social, dan Governance (ESG) di Indonesia.

Mengapa Unilever Indonesia meraih penghargaan Best Emiten? Unilever Indonesia meraih penghargaan Best Emiten karena keberhasilan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi operasional, rantai nilai, dan tata kelola perusahaan secara konsisten.

Berapa kali Unilever Indonesia meraih penghargaan Best Emiten? Ini merupakan kali kedua Unilever Indonesia meraih penghargaan Best Emiten, setelah sebelumnya menerima penghargaan serupa pada tahun 2023.

Apa saja pencapaian lingkungan Unilever Indonesia pada tahun 2025? Pada tahun 2025, Unilever berhasil mengumpulkan dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik, serta memanfaatkan 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi untuk kemasan produknya.

Bagaimana Unilever Indonesia mendukung keberagaman gender? Saat ini, 43,2% posisi manajerial senior di Unilever Indonesia dipegang oleh perempuan, menunjukkan komitmen kuat terhadap kepemimpinan yang inklusif.

More from this category