Rekomendasi Saham Hari Ini: PTRO, BRPT, hingga TUGU

1 week ago  ·  4 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
market-1786584990-1786584990896_169

Indeks Saham Indonesia Menguat Didorong Sektor Infrastruktur

Dailynesia.com – Pasar modal domestik mencatatkan penutupan positif pada perdagangan hari Rabu, 12 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 1,69 persen dan menyentuh level 6.373,85. Kontribusi utama penguatan ini datang dari emiten BREN yang melonjak 13,29 persen, diikuti DCII dengan kenaikan 5,45 persen, serta BRPT yang naik 7,14 persen.

Di sisi lain, beberapa saham blue chip mengalami tekanan jual. TLKM tercatat turun 0,77 persen, MPRO melemah 4,17 persen, dan MORA terkoreksi 1,47 persen. Investor asing menunjukkan sentimen optimis dengan mencatatkan net buy sebesar Rp482,79 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari seluruh pasar, total pembelian bersih mencapai Rp725,40 miliar.

Performa Sektor dan Pasar Amerika Serikat

Dari perspektif sektoral, sepuluh dari sebelas sektor berakhir dalam zona hijau. Sektor infrastruktur menjadi yang paling kuat dengan kenaikan 4,74 persen. Sebaliknya, transportasi dan logistik menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,16 persen.

Di benua Amerika, pergerakan indeks menunjukkan variasi. Dow Jones turun tipis 0,04 persen ke level 53.770. S&P 500 berhasil naik 0,26 persen ke 7.748, sementara Nasdaq menguat lebih signifikan sebesar 0,54 persen ke 26.588.

Revisi MSCI Index Review Agustus 2026

Pelaku pasar kini fokus pada hasil MSCI Index Review bulan Agustus 2026 yang membawa perubahan signifikan bagi konstituen saham Indonesia. Revisi ini menjadi perhatian karena melibatkan sepuluh emiten yang berpotensi mengalami arus dana keluar dari investor asing.

Indeks MSCI Indonesia tercatat turun 0,24 persen, sedangkan ETF EIDO menguat 1,68 persen. Dalam revisi kali ini, GOTO resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. CPIN mengalami penurunan peringkat dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index.

Pada kategori MSCI Indonesia Small Cap Index, CPIN masuk sebagai konstituen baru. Sementara itu, sembilan emiten lainnya dikeluarkan, yaitu BANK, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI. Tidak ada emiten Indonesia yang ditambahkan ke Global Standard Index. Seluruh perubahan tersebut akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Aksi Korporasi: EXCL dan INPP

Dari sisi aksi korporasi, XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) melaporkan pertumbuhan kinerja pada semester pertama 2026. Pendapatan perusahaan naik 25,60 persen secara tahunan menjadi Rp23,99 triliun, dibandingkan Rp19,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat 41,10 persen menjadi Rp11,34 triliun dengan margin mencapai 47,30 persen.

Pertumbuhan pendapatan didukung oleh peningkatan konsumsi data serta kenaikan blended average revenue per user (ARPU) menjadi Rp47,10 ribu dari sebelumnya Rp38,20 ribu. Perusahaan menyebut strategi harga dan optimalisasi pelanggan turut mendukung kinerja tersebut. Meskipun demikian, EXCL masih membukukan rugi bersih sebesar Rp998,06 miliar. Angka tersebut membaik dibandingkan rugi Rp1,21 triliun pada semester I 2025.

Dari sisi arus kas, arus kas operasi meningkat menjadi Rp13,68 triliun dari Rp8,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara teknikal, saham EXCL masih bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Level resistance berada di sekitar Rp2.640, sementara support berada di area Rp2.330.

Sementara itu, Indonesian Paradise Property (INPP) menetapkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp4,5 per saham atau total Rp50,32 miliar. Pembagian dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 89,23 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2026 sebesar Rp56,39 miliar. Keputusan pembagian dividen telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi pada 7 Agustus 2026.

Pada semester I 2026, INPP mencatat pendapatan Rp858,14 miliar, turun 1,60 persen secara tahunan dari Rp872,11 miliar. Namun, perseroan berbalik mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,39 miliar, dibandingkan rugi Rp72,11 miliar pada semester I 2025. Laba per saham (EPS) INPP tercatat sebesar Rp5,04, berbalik dari minus Rp6,45 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (12/8), saham INPP ditutup di level Rp750 per saham. Dengan besaran dividen interim Rp4,5 per saham, dividend yield berdasarkan harga penutupan tersebut sekitar 0,60 persen. Adapun cum date dividen ditetapkan pada 20 Agustus 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 10 September 2026.

Rekomendasi Saham dari Mega Capital Sekuritas

Mega Capital Sekuritas memberikan rekomendasi saham berikut untuk perdagangan hari ini:

PTRO – Buy 5450-5500 | TP 5600-5700 | SL 5150

BRMS – Buy 625-635 | TP 640-650 | SL 590

BRPT – Buy 1935-1950 | TP 1965-2000 | SL 1830

TAPG – Buy 1790-1805 | TP 1820-1850 | SL 1710

TUGU – Buy 1260-1270 | TP 1290-1300 | SL 1205

Frequently Asked Questions

What is Rekomendasi Saham Hari?

Rekomendasi Saham Hari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rekomendasi Saham Hari matter?

Rekomendasi Saham Hari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category