Proyeksi Nilai Tukar Rupiah di Bawah Kepemimpinan Pjs Gubernur BI Destry Damayanti
Dailynesia.com – Pasar valuta asing Jakarta mencatatkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka di level Rp18.060 per dolar AS, menunjukkan depresiasi sebesar 0,33 persen. Kondisi ini melanjutkan tren penurunan dari sesi sebelumnya yang mengakhiri perdagangan di Rp18.000 per dolar AS dengan penurunan 0,36 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY yang memantau kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama global tercatat melemah tipis 0,05 persen pada pukul 09.00 WIB ke posisi 101,483.
Antisipasi Analis Terhadap Volatilitas Jangka Pendek
Para analis pasar valuta asing memproyeksikan pergerakan rupiah pasca pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Secara umum, nilai tukar diprediksi akan berkisar antara Rp17.800 hingga Rp18.100 per dolar AS.
Yusuf Rendy Manilet, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), memberikan proyeksi yang lebih spesifik. Ia memperkirakan rupiah akan bertahan di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS dalam waktu dekat.
Saya memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah masih akan berada di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS, katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).
Menurut Yusuf, tekanan terhadap nilai tukar domestik dalam jangka pendek diperkirakan terbatas. Hal ini didorong oleh kapabilitas Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur BI untuk memimpin lembaga sentral hingga pelantikan pejabat baru.
Penunjukan Ibu Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur dapat memberikan kepastian bagi pasar. Sosok beliau bukanlah figur baru di Bank Indonesia. Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan, ujar Yusuf.
Yusuf juga menambahkan bahwa konsistensi koordinasi dan arah kebijakan bank sentral menjadi kunci utama. Selama hal tersebut terjaga, pergantian kepemimpinan tidak akan menggerus kepercayaan investor secara signifikan.
Faktor Eksternal Mendominasi Sentimen Pasar
Lukman Leong, analis mata uang dari Doo Financial Futures, memproyeksikan rentang pergerakan rupiah yang sedikit lebih lebar, yakni Rp17.850-Rp18.150 per dolar AS dalam jangka pendek.
Walau dengan perkembangan ini, sebenarnya faktor eksternal masih lebih mendominasi, dalam sepekan ini juga sangat padat data-data ekonomi AS dan FOMC dan indeks dolar AS berpotensi kembali naik dan menekan rupiah, terlebih apabila situasi geopolitik di timteng kembali memanas. Rentang jangka pendek 17850-18150, ujar Lukman kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).
Menurut Lukman, meskipun pengunduran diri Perry Warjiyo menciptakan sentimen tertentu, namun faktor eksternal tetap menjadi pendorong utama volatilitas nilai tukar rupiah.

