Prabowo Patok Kurs Rp17.500/US$ di RAPBN 2027
Prabowo Patok Kurs Rp17.500/US$ dalam RAPBN 2027: Dampak bagi Ekonomi Indonesia
Dailynesia.com – Mata uang rupiah menunjukkan tren positif dalam perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi sebesar 0,22 persen dan menutup perdagangan di level Rp17.820 per dolar AS. Penguatan ini menandai tren kedua berturut-turut, setelah sebelumnya rupiah menguat tipis sebesar 0,03 persen pada hari sebelumnya. Menariknya, mata uang Garuda sempat mengalami tekanan awal dengan pembukaan melemah 0,08 persen di posisi Rp17.875 per dolar AS, namun kemudian berhasil bangkit menguat 55 poin hingga mencapai sesi penutupan yang positif.
Secara mingguan, rupiah juga mencatatkan penguatan sebesar 0,36 persen. Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp17.885 per dolar AS. Performa positif ini memberikan sinyal optimisme bagi pelaku pasar domestik dan investor asing yang memantau stabilitas ekonomi Indonesia.
Penetapan Asumsi Makroekonomi RAPBN 2027
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar Amerika Serikat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Prabowo dalam pidato Penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN 2027 serta Nota Keuangan. Acara berlangsung di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.
"Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6%, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4%. Inflasi akan kita jaga pada kisaran 2,5%, suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan 6,9%, nilai tukar rupiah kisaran Rp17.500 per 1 dolar," kata Prabowo.
Selain kurs, pemerintah juga menetapkan berbagai asumsi makroekonomi lainnya dalam RAPBN 2027. Target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada angka 6 persen, yang merupakan peningkatan signifikan dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Inflasi diproyeksikan tetap stabil di kisaran 2,5 persen. Untuk tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor 10 tahun, pemerintah memperkirakan berada di level 6,9 persen.
Dalam sektor energi, harga minyak mentah diperkirakan mencapai US$75 per barel. Pemerintah juga menargetkan lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari. Penetapan asumsi-asumsi ini menjadi dasar perencanaan anggaran negara untuk tahun 2027 mendatang. Dengan asumsi kurs yang ditetapkan, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor ekspor dan mengurangi beban utang luar negeri.
Implikasi bagi Pelaku Pasar dan Investor
Penetapan kurs Rp17.500 per dolar AS dalam RAPBN 2027 memberikan kepastian bagi berbagai sektor ekonomi. Sektor ekspor diuntungkan dengan asumsi kurs yang relatif stabil, sementara sektor yang bergantung pada impor dapat merencanakan anggaran dengan lebih baik. Investor asing juga mendapat sinyal positif mengenai stabilitas nilai tukar rupiah yang akan mendukung keputusan investasi jangka panjang di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar dan kebijakan ekonomi Indonesia, pembaca dapat mengunjungi halaman Market CNBC Indonesia yang menyajikan update terkini.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa itu RAPBN 2027? RAPBN 2027 adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk tahun 2027 yang memuat asumsi makroekonomi dan rencana anggaran pemerintah Indonesia.
Mengapa kurs Rp17.500 dipilih sebagai asumsi? Kurs Rp17.500 dipilih berdasarkan proyeksi stabilitas nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi global yang diperkirakan akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bagaimana dampaknya bagi sektor ekspor? Sektor ekspor diuntungkan dengan asumsi kurs yang stabil, karena dapat memprediksi pendapatan dari ekspor dengan lebih akurat dan mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.
Apakah asumsi kurs ini sudah final? Asumsi kurs dalam RAPBN masih bersifat proyeksi dan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi ekonomi aktual saat APBN 2027 disahkan oleh DPR RI.