Video: BI Siapkan 7 Jurus “Penyelamatan” Rupiah, Seberapa Efektif?

3 months ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
bi-siapkan-7-jurus-penyelamatan-rupiah-seberapa-efektif-1778212975530_169

BI Siapkan 7 Jurus New Policy Penyelamatan Rupiah, Seberapa Efektif?

Dailynesia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa rupiah terus mengalami tekanan pada awal bulan Mei 2026, mencapai level terendah sejak 2015. Dalam upaya menghadapi ancaman pelemahan nilai tukar, Bank Indonesia (BI) meluncurkan New Policy berupa tujuh strategi utama untuk memperkuat rupiah. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi, meski tantangan global dan domestik masih terus menghadang.

Tujuh Strategi New Policy BI

Sebagai bagian dari New Policy, BI telah menyusun strategi yang melibatkan intervensi langsung di pasar valuta asing. Selain itu, kebijakan penggunaan Surat Berharga Syariah Negara (SBN) untuk menarik modal asing juga menjadi salah satu fokus utama. Dalam diskusi khusus, BI menyebut bahwa penyesuaian suku bunga dan manipulasi pasar akan dilakukan secara konsisten untuk memperbaiki kinerja rupiah.

Langkah lain yang diusulkan meliputi pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder, serta peningkatan pengawasan likuiditas perbankan dan korporasi. BI juga memperketat pengelolaan cadangan devisa dan mendorong penguatan ekspor. Selain itu, kebijakan dinamis terhadap nilai tukar, termasuk pembatasan aliran dana keluar dan penyesuaian kebijakan moneter, diharapkan memberikan dampak yang lebih luas. New Policy ini dirancang untuk mengurangi risiko inflasi dan menjaga daya beli rakyat.

Dalam menjalankan New Policy, BI juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dalam mengatur anggaran belanja dan kebijakan fiskal. Selain itu, kebijakan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan besar serta optimasi produksi dalam negeri akan menjadi pilar utama dalam upaya penguatan rupiah. Para ahli ekonomi memprediksi bahwa langkah-langkah ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar rupiah dapat kembali memperoleh kepercayaan pasar.

Analisis Kebijakan New Policy

“New Policy BI memiliki potensi besar untuk mengurangi tekanan terhadap rupiah, terutama dengan meningkatkan daya tarik investasi asing,” ungkap ekonom senior dari CNBC Indonesia, Maesaroh. Namun, menurutnya, kebijakan ini juga perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi global yang tidak menunjukkan tanda-tanda keberlanjutan.

Analisis menunjukkan bahwa meski New Policy memberikan harapan, masih ada tantangan dalam menerapkannya. Misalnya, kondisi ekonomi global yang belum pulih menyebabkan aliran modal tetap memprioritaskan aset berisiko rendah. Selain itu, angka yield SBN 10 tahun yang turun ke bawah 7% menunjukkan bahwa kebijakan moneter BI masih memerlukan keberlanjutan. Menurut Maesaroh, New Policy perlu diperkuat dengan penguatan daya tarik investasi dalam negeri.

Para ahli juga menyoroti peran New Policy dalam memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan. Dengan kebijakan ekspor yang lebih agresif dan pengurangan defisit neraca perdagangan, BI berharap dapat meningkatkan permintaan terhadap rupiah. Namun, tantangan utama tetap berupa ketergantungan pada ekspor dan tingkat inflasi yang masih tinggi. Untuk itu, New Policy akan berdampak lebih efektif jika didukung oleh kebijakan fiskal yang stabil.

Pasca peluncuran New Policy, rupiah sempat mengalami pergerakan positif di pasar internasional. Namun, fluktuasi terus terjadi karena faktor eksternal seperti perubahan suku bunga AS dan dinamika politik global. Ekonom dari Lembaga Pemeringkat Internasional menilai bahwa New Policy BI harus diimbangi dengan kebijakan yang lebih inklusif untuk masyarakat ekonomi rendah.

MORE FROM THIS CATEGORY