MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Baru Investasi Ekonomi RI
Koperasi Merah Putih dan MBG Dorong Investasi di Kuartal II-2026
Dailynesia.com – Program strategis nasional yang digulirkan pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), telah berperan signifikan sebagai pendorong investasi pada periode kuartal kedua tahun 2026. Hal ini tercermin dari peningkatan kinerja Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,67% secara tahunan atau year-on-year.
Analisis Kepala Ekonom Bank Mandiri
Andry Asmoro, yang menjabat sebagai Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menjelaskan bahwa kontribusi belanja dari kedua program tersebut memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi. Menurutnya, investasi saat ini masih sangat ditopang oleh pengeluaran pemerintah yang dialokasikan melalui inisiatif MBG dan KDMP.
"Kalau kita bicara dari sisi investasi, memang masih banyak didukung oleh belanja yang diturunkan dari program pemerintah seperti MBG dan KDMP," ujar Andry saat memberikan keterangan kepada CNBC Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Dampak positif dari kedua program tersebut dapat diamati melalui peningkatan aktivitas investasi, khususnya pada sektor konstruksi dan industri otomotif yang berkaitan erat dengan belanja modal. Andry menilai bahwa dorongan investasi bersumber dari program pemerintah merupakan indikator positif bagi arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Data BPS dan Proyeksi Ke Depan
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), PMTB tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026. Angka ini mencapai 2,06 poin persentase, mengalami kenaikan dibandingkan kuartal I-2026 yang hanya sebesar 1,79 poin persentase. Pencapaian ini turut membantu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berhasil mencapai 5,29% secara tahunan pada kuartal II-2026, meskipun ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung.
Andry menambahkan bahwa sektor konstruksi dan otomotif menjadi salah satu penerima manfaat utama dari belanja modal tersebut. Ia juga menekankan pentingnya peran swasta dalam menjaga momentum pertumbuhan. Permintaan atau demand untuk investasi memang masih tersedia, namun perlu semakin didorong oleh sektor swasta agar lebih mandiri.
"Permintaan atau demand dari investasi itu tetap ada, namun harus semakin didorong oleh demand dari sektor swasta," tambahnya.
Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan demikian, investasi swasta diharapkan dapat tumbuh lebih agresif dan melengkapi dorongan yang berasal dari belanja negara.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi?MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi matter?MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.