Wakaf Saham Istiqlal Resmi Diluncurkan ke Pasar Modal
Inovasi Filantropi Berbasis Instrumen Syariah
Dailynesia.com – Program Wakaf Saham Istiqlal telah resmi diperkenalkan pada akhir tahun 2025. Kolaborasi ini melibatkan PT Majoris Asset Management bersama Istiqlal Global Fund yang berada di bawah naungan Badan Pengelola Masjid Istiqlal. Inisiatif tersebut menggabungkan prinsip-prinsip syariah dengan mekanisme pasar modal guna memperluas akses masyarakat dalam melakukan wakaf.
Peluncuran program ini berlangsung dalam acara peresmian yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. Kehadiran beliau menjadi bukti dukungan kuat terhadap penguatan peran wakaf sebagai instrumen pembangunan sosial yang adaptif.
Wakaf Saham Istiqlal merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Majoris Asset Management dan IGF-BPMI yang telah ditandatangani pada Oktober 2025. Melalui kampanye bertajuk “Yuk Wakaf Saham”, masyarakat diundang untuk berpartisipasi dalam wakaf menggunakan instrumen pasar modal syariah. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan profil investor kontemporer.
Peluncuran program ini terjadi di tengah upaya pengembangan wakaf dan keuangan syariah nasional. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, nilai wakaf uang yang telah terhimpun baru mencapai sekitar Rp3,5 triliun. Sementara itu, potensi wakaf nasional diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun. Kesenjangan antara realisasi dan potensi tersebut menunjukkan ruang yang sangat besar bagi pengembangan wakaf produktif di Indonesia.
Dukungan Regulator Pasar Modal
Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan respons positif terhadap program tersebut. BEI mengungkapkan bahwa program wakaf dan sedekah yang dikelola Masjid Istiqlal dapat menggunakan instrumen pasar modal sebagai underlying asset, mulai dari saham hingga reksa dana. Program ini menjadi bagian dari inisiatif yang tengah dikembangkan melalui Istiqlal Global Fund (IGF).
Filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi nah itu yang sedang dikerjakan, kata Jeffrey Hendrik saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa konsep filantropi Islam berbasis pasar modal sejatinya telah berjalan melalui sejumlah aplikasi perdagangan saham syariah. Menurutnya, investor selama ini sudah dapat menyalurkan dana wakaf maupun sedekah melalui ekosistem pasar modal syariah. BEI juga telah mengenalkan program tersebut dalam pertemuan manajer investasi dengan Masjid Istiqlal dalam ajang Capital Market Expo Indonesia.
Jeffrey menambahkan bahwa instrumen yang digunakan dalam program tersebut tidak terbatas pada dana tunai. Wakaf dapat disalurkan dalam bentuk saham, reksa dana, maupun dana yang kemudian dikelola oleh manajer investasi sesuai prinsip syariah. Meski belum mengantongi data terkini terkait total dana yang telah terkumpul, Jeffrey memastikan program tersebut sudah mulai berjalan. Ia menegaskan BEI akan terus mendukung pengembangan filantropi Islam yang terhubung dengan pasar modal syariah.
Peran OJK dalam Regulasi
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan tanggapan mengenai isu Masjid Istiqlal yang masuk dalam ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui wakaf dan sedekah saham. Hal ini seiring dengan potensi wakaf nasional yang diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun.
Nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini pada prinsipnya tentu apapun kegiatan investasi yang bersinggungan dengan masyarakat secara umum kita harapkan tetap mengedepankan aspek transparansi dengan bentuk pengelolaan yang baik dengan tata kelola yang baik, tutur Hasan Fawzi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan skema tersebut masih dalam tahap pembahasan di internal OJK. OJK akan mengkaji aspek pengelolaan dana serta menentukan sektor pengawasan yang relevan apabila diperlukan landasan regulasi khusus.
Ke depan, BEI berharap semakin banyak manajer investasi yang ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Selain itu, jumlah investor yang menyalurkan wakaf saham maupun wakaf reksa dana juga diharapkan meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak penerima. Kehadiran instrumen seperti wakaf saham dan wakaf reksa dana diharapkan dapat menjadi alternatif untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan filantropi Islam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia?
Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia matter?
Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

