Ini Deretan Alasan Kenapa Saham GOTO Susah Gerak dari Harga Rp50

1 week ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
dok-goto-1785833212922_169

GOTO Tertahan di Rp50: Analisis Faktor dan Langkah Korporasi

Dailynesia.com – Ini Deretan Alasan Kenapa Saham GOTO mengalami pergerakan yang cukup stagnan di level gocap Rp50 sejak hampir tiga bulan terakhir. Menurut para pengamat pasar modal, kondisi eksternal menjadi penyebab utama dari ketahanan harga tersebut. Susi Setiawati, analis pasar modal dari CNBC Indonesia, menjelaskan bahwa sentimen negatif dari faktor makro global seperti konflik bersenjata dan lonjakan harga minyak memberikan tekanan signifikan pada aset berisiko, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.

Dampak Global terhadap IHSG dan GOTO

Sentimen internasional ini turut mendorong tren penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak permulaan tahun 2026. Hampir seluruh emiten merasakan dampaknya, termasuk GOTO yang tidak terkecuali. Meskipun fundamental perusahaan terus membaik secara konsisten, aspek teknis dan sentimen pasar masih menjadi beban bagi pergerakan harga saham. Investor cenderung menunggu kejelasan arah pasar sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif.

Fundamental yang Menguat

Manajemen GOTO berpendapat bahwa valuasi saham saat ini belum mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Perusahaan telah mencatatkan keuntungan selama dua kuartal berturut-turut, menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada kuartal pertama 2026, laba bersih mencapai Rp171 miliar. Angka tersebut kemudian melonjak 47 persen menjadi Rp252 miliar di kuartal kedua. Target profit grup pun dipertahankan pada kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun untuk tahun ini.

Sentimen Komposisi dan Indeks

Susi menambahkan bahwa harga saham GOTO juga dipengaruhi oleh sentimen terkait komisi 8 persen serta kekhawatiran dari MSCI mengenai kemungkinan pelepasan dari indeks tersebut. Hal ini memperberat beban teknis meskipun kinerja fundamental terus menunjukkan perbaikan. Investor perlu memahami bahwa faktor-faktor ini bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu.

Aksi Korporasi untuk Meningkatkan Return

Merespons situasi harga yang tertahan, GOTO telah menyiapkan berbagai langkah korporasi strategis. “GOTO sudah mengantongi restu untuk buyback saham dengan anggaran Rp3,5 triliun, tapi timing juga penting untuk eksekusinya dan tidak bisa terburu-buru. Selain itu ada juga aksi korporasi berupa pembatalan saham treasuri yang akan meningkatkan porsi kepemilikan saham investor eksisting,” jelas Susi.

“GOTO sudah mengantongi restu untuk buyback saham dengan anggaran Rp3,5 triliun, tapi timing juga penting untuk eksekusinya dan tidak bisa terburu-buru. Selain itu ada juga aksi korporasi berupa pembatalan saham treasuri yang akan meningkatkan porsi kepemilikan saham investor eksisting.”

Pada 28 Juli 2026, GOTO resmi mengumumkan rencana pembatalan 32 miliar saham treasuri yang setara dengan 2,7 persen dari total saham beredar. Langkah ini masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham dan diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi harga saham.

Posisi Jangka Panjang

Dalam acara Kelas Cuan bertajuk “Ngobrol Bareng GoTo: Akhirnya Untung, What’s Next?”, Susi menegaskan bahwa GOTO berada di jalur yang tepat sebagai saham dengan horizon investasi jangka panjang. Setelah bertahun-tahun mengalami kerugian, perusahaan kini berhasil mencetak profit dan rasio price to earnings telah berubah menjadi positif. Ini menunjukkan bahwa GOTO telah melewati fase sulit dan siap untuk pertumbuhan lebih lanjut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Saham GOTO

Apakah GOTO akan segera melakukan buyback saham? GOTO telah mendapatkan persetujuan untuk buyback dengan anggaran Rp3,5 triliun. Namun, eksekusi akan dilakukan dengan timing yang tepat dan tidak terburu-buru.

Berapa jumlah saham treasuri yang akan dibatalkan? GOTO berencana membatalkan 32 miliar saham treasuri yang setara dengan 2,7 persen dari total saham beredar, menunggu persetujuan pemegang saham.

Mengapa harga GOTO sulit bergerak dari Rp50? Ini Deretan Alasan Kenapa Saham GOTO sulit bergerak: sentimen global, kekhawatiran MSCI, komisi 8 persen, dan faktor teknis pasar yang masih dominan.

Apakah GOTO sudah profitable? Ya, GOTO mencatatkan laba bersih Rp171 miliar di Q1 2026 dan Rp252 miliar di Q2 2026, menandai dua kuartal berturut-turut profit.

More from this category