Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300

Published August 13, 2026 · Updated August 13, 2026 · By James Lopez - dailynesia.com

Foto : James Lopez - dailynesia.com

IHSG Turun 1 13 Hari Ini: Indeks Mendekati Level 6.300 Pasca Review MSCI

Dailynesia.com – IHSG Turun 1 13 Hari Ini menjadi headline utama di pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penutupan melemah pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Indeks ini tertekan signifikan hingga hampir menyentuh area 6.200-an sebelum akhirnya mengakhiri sesi di angka 6.301,77. Pergerakan ini merepresentasikan penurunan sebesar 72,08 poin atau setara dengan 1,13 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level 6.373,85.

Sebelumnya, IHSG sempat dibuka pada level 6.388,23 dan mencapai puncak tertinggi di 6.390,33. Namun, gelombang tekanan jual mendorong indeks menuju titik terendah sesi di 6.281,57. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp13,56 triliun dengan volume perdagangan 26,62 miliar saham. Frekuensi transaksi sendiri mencapai 1,9 juta kali sepanjang hari. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar yang cukup signifikan di tengah sentimen global.

Pergerakan Saham dan Kontributor Utama

Kondusi pasar yang berbalik arah hari ini juga dirasakan oleh sebagian besar emiten. Pada pagi hari, jumlah saham dalam zona hijau masih mendominasi dibandingkan yang mengalami koreksi. Namun, menjelang akhir sesi, sebanyak 186 saham berhasil menguat, sementara 474 saham lainnya melemah. Sebanyak 303 saham sisanya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.050 triliun.

Dari sisi pemberat indeks, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor negatif terbesar dengan penurunan 7,48 poin. Di posisi kedua, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memberikan kontribusi negatif sebesar 7,14 poin. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan IHSG sebesar 5,25 poin, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di 3,93 poin, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) sebesar 3,40 poin.

Di sisi lain, beberapa saham memberikan dukungan positif dengan bobot yang terbatas. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 1,91 poin. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menyusul dengan 1,56 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 1,04 poin, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) di 0,75 poin.

Dampak Review MSCI dan Aktivitas Asing

Penurunan IHSG terjadi menyusul pengumuman hasil review MSCI bulan Agustus. Dalam keputusan tersebut, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index, sedangkan CPIN turun kelas dari kategori Global Standard menjadi Global Small Cap. Sembilan saham lainnya juga dicabut dari MSCI Global Small Cap Indexes.

Meski demikian, perubahan tersebut baru berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Artinya, tekanan yang terjadi hari ini belum sepenuhnya mencerminkan dampak arus dana rebalancing aktual, namun pasar mulai merespons keputusan MSCI dan mengantisipasi penyesuaian portofolio menuju tanggal efektif. Investor perlu memantau pergerakan asing dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, aktivitas jual asing sangat masif pada sesi pertama perdagangan. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan pembelian sebesar Rp1,78 triliun dan penjualan mencapai Rp2,96 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net sell sebesar Rp1,18 triliun. Hal ini sejalan dengan tren IHSG Turun 1 13 Hari yang didorong oleh aliran keluar modal asing.

Performa Sektoral dan Prospek Pasar

Dari perspektif sektoral, tidak semua sektor utama yang tercatat di BEI bergerak di zona merah. Sektor properti mencatatkan kenaikan 0,24 persen dan teknologi naik 0,08 persen. Di sisi lain, bahan baku menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 3,18 persen. Sektor utilitas turun 2,62 persen, energi melemah 1,28 persen, konsumer non-primer turun 1,12 persen, dan industri terkoreksi 1,01 persen. Sektor keuangan juga melemah 0,74 persen, sementara sektor kesehatan turun 0,33 persen.

Ke depan, para analis memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.200 hingga 6.500 poin. Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi mata uang dolar Amerika Serikat akan menjadi penentu arah pasar. Selain itu, sentimen domestik dari kebijakan pemerintah juga perlu diperhatikan oleh investor. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan pasar, Anda dapat mengunjungi [CNBC Indonesia Market](https://www.cnbcindonesia.com/market).

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa penyebab utama IHSG Turun 1 13 Hari ini? Penurunan IHSG hari ini disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor utama meliputi review MSCI yang tidak memasukkan saham Indonesia baru, aktivitas jual asing yang masif sebesar Rp1,18 triliun, serta tekanan jual pada saham-saham bernilai tinggi seperti BBCA dan AMMN.

Kapan perubahan MSCI akan berlaku efektif? Perubahan dalam review MSCI bulan Agustus akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Namun, pasar sudah mulai merespons sejak pengumuman awal, sehingga tekanan jual terjadi lebih awal dari tanggal efektif.

Sektor mana yang paling terdampak dari penurunan IHSG? Sektor bahan baku menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 3,18 persen. Sektor utilitas juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 2,62 persen. Sementara itu, sektor properti dan teknologi justru mencatatkan kenaikan meskipun kecil.

Bagaimana strategi investor menghadapi volatilitas pasar? Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau aliran dana asing secara harian. Diversifikasi portofolio ke sektor yang stabil seperti properti dan teknologi dapat menjadi strategi yang baik. Selain itu, menunggu konfirmasi arah pasar setelah tanggal efektif MSCI juga merupakan opsi yang bijak.

Related Reading