Ekonom Bank Asing Ungkap Kapan Dolar AS Bisa Balik ke Rp17.000/US$

4 days ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
36ef52d9-73ae-4e75-87e3-4621db1af798-0

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah dan Dolar AS: Perspektif Ekonom DBS Bank

Target Kurs di Akhir 2026

Dailynesia.com – Bank DBS Indonesia menyampaikan estimasi bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan berkisar antara Rp17.800 hingga Rp18.000 menjelang akhir tahun ini. Radhika Rao, seorang Senior Economist di DBS Bank, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut bersifat dinamis dan dapat disesuaikan kembali seiring dengan keputusan kebijakan suku bunga yang diambil oleh Federal Reserve atau The Fed.

Meskipun demikian, Rao meyakini bahwa tren pergerakan mata uang Indonesia akan tetap berada di atas level Rp18.000. Ia menekankan bahwa tidak ada dasar kuat untuk terjadinya pelemahan signifikan pada rupiah terhadap dolar AS. Sebagian besar ketidakpastian, baik terkait pertumbuhan ekonomi maupun faktor lokal, telah tercermin dalam harga saat ini. Akibatnya, penyesuaian yang terjadi cenderung terbatas.

“Karena sebagian besar ketidakpastian, baik pertumbuhan maupun lokal, sudah tercermin dalam harga. Jadi, kita telah melihat sedikit penyesuaian terjadi,” ujar Rao saat Media Briefing DBS Institutional Forum 2026 di Westin Hotel Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Katalis Potensial dan Sentimen Investor

Untuk memicu pelemahan tajam pada rupiah, setidaknya diperlukan dua hingga tiga katalis negatif. Saat ini, satu-satunya potensi ancaman berasal dari faktor global, khususnya arah kebijakan The Fed. Di sisi lain, sentimen risiko masih dinilai sangat tinggi, membuat investor asing cenderung menahan diri sebelum mengalokasikan dana ke berbagai pasar.

Rao menambahkan bahwa perbandingan investasi kini tidak lagi sekadar antara negara-negara Asia versus negara berkembang lainnya. Sebaliknya, fokusnya bergeser ke perbandingan antar-negara individual dalam kategori negara berkembang secara global. Dengan imbal hasil bebas risiko AS yang berada di kisaran 4,5% hingga 4,6%, terdapat selisih sekitar 2% hingga 2,5% dibandingkan dengan imbal hasil aset di Indonesia. Pertanyaan besarnya adalah apakah spread tersebut cukup untuk mengompensasi risiko yang dihadapi investor di Indonesia.

Syarat Pulangnya Rupiah ke Rp17.000

Kemungkinan kembalinya rupiah ke level Rp17.000 per dolar AS sangat bergantung pada pergerakan nilai tukar greenback itu sendiri. Saat ini, dolar AS menunjukkan penguatan terhadap hampir seluruh mata uang dunia. Rao menegaskan bahwa diperlukan reaksi yang sangat tajam pada dolar untuk mendorong pasangan dolar-rupiah menuju Rp17.000.

“Anda benar-benar membutuhkan reaksi yang sangat, sangat tajam pada dolar itu sendiri untuk membawa dolar-rupiah menuju Rp17.000,” tutur Rao.

Evaluasi Kebijakan Bank Indonesia

Lebih lanjut, Rao menilai langkah-langkah yang diambil untuk menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan telah tepat. Salah satunya adalah keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak 100 bps sepanjang tahun ini. Selain itu, BI juga telah melaksanakan berbagai langkah non-suku bunga yang turut berkontribusi pada stabilisasi pasar keuangan dan pasar obligasi.

“Mereka juga telah melakukan langkah-langkah non-suku bunga. Semua ini benar-benar berkontribusi pada stabilisasi pasar keuangan, pasar obligasi, jadi saya rasa resep tersebut sudah tepat,” pungkas Rao.

MORE FROM THIS CATEGORY