BTN Percepat Transformasi Digital Raih Target 3 Juta Rumah Terjangkau
Dailynesia.com – Jakarta — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon Napitupulu, memaparkan rangkaian strategi yang diterapkan guna merealisasikan program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia. Melalui inisiatif ini, BTN berkomitmen memperluas akses kepemilikan hunian sekaligus mempertahankan kualitas pembiayaan dengan memanfaatkan inovasi dan transformasi digital.
Sejarah Panjang dalam Pembiayaan Perumahan
Nixon menjelaskan bahwa BTN telah menerima penugasan untuk pembiayaan perumahan nasional sejak tahun 1976. Pengalaman yang telah berlangsung selama beberapa dekade menjadikan BTN sebagai entitas kunci dalam sektor pembiayaan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Istilah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sendiri lahir dari BTN pada tahun tersebut.
Hingga kini, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta unit rumah di seluruh Indonesia. Sebagian besar dari total pembiayaan tersebut difokuskan pada masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Kredit Pemilikan Rumah itu diciptakan di BTN sebenarnya tahun 1976,” ujar Nixon dalam Financial Talks, CNBC Indonesia pada Kamis (30/07/2026).
Pangsa Pasar dan Kapasitas Pembiayaan
Menurut Nixon, BTN saat ini menguasai pangsa pasar pembiayaan rumah subsidi pemerintah di kisaran 70%-80%. Sementara itu, pangsa pasar KPR secara keseluruhan berada pada level 39%-40%. BTN memiliki kapasitas untuk membiayai antara 250.000 hingga 350.000 unit rumah setiap tahunnya.
Nixon mencatat pertumbuhan penyaluran KPR yang positif sepanjang semester pertama tahun 2026. Secara rinci, pertumbuhan KPR subsidi mencapai 8,1%. Selain itu, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) untuk pelaku usaha informal telah mencapai sekitar Rp 4,1 triliun dari target tahunan Rp 10 triliun.
“Kita sudah sampai dengan Juni sudah tumbuh 4,8%. Paling besar itu dari KPR subsidi 8,1%. Kemudian artinya masih cukup tumbuh 8,1% di subsidi. Kemudian selain FLPP atau program KPR subsidi ini, pemerintah juga punya satu program lagi namanya KPP (Kredit Program Perumahan) atau dulu kur perumahan. Di KPP ini kita sudah menyalurkan kurang lebih Rp 4,1 triliun di 6 bulan ini. Target kita Rp 10 triliun,” jelasnya.
Skema Pemenuhan Target 3 Juta Rumah
Nixon menguraikan dua skema utama yang dijalankan pemerintah untuk mencapai target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah. Kedua skema tersebut adalah pembiayaan KPR dan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Untuk program rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pemerintah mengalokasikan kuota sekitar 350.000 unit pada tahun ini. Sementara itu, program BSPS akan menyasar ratusan ribu rumah tangga yang memerlukan bantuan renovasi.
KPP sebagai Alternatif Pembiayaan bagi Wirausaha
Program KPP dirancang khusus untuk pelaku dunia wirausaha yang tidak memiliki pendapatan tetap bulanan. Target program ini mencakup pedagang sayur, tukang bakso, tukang cukur, pemilik salon, serta pelaku industri kreatif lainnya. Biasanya, para pelaku usaha ini membeli rumah untuk dihuni sekaligus dijadikan tempat usaha.
Nixon menekankan bahwa program KPP dapat menjadi alternatif bagi masyarakat agar lebih mudah mengakses pembiayaan rumah ketika tidak memiliki slip gaji tetap. Dengan demikian, program KPP mampu mengatasi kendala pembiayaan rumah bagi segmen wirausaha.
Tantangan dan Solusi Digital
Di sisi lain, Nixon menilai permintaan rumah untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih kuat. Namun, tantangan utama justru berasal dari sisi pasokan. Perlambatan pembangunan rumah oleh pengembang, proses sertifikasi, hingga perizinan memengaruhi transaksi akad KPR subsidi.
Terlepas dari tantangan tersebut, BTN optimistis mampu mengejar penyaluran pembiayaan sebanyak 350.000 unit rumah hingga akhir 2026. Salah satu upaya yang dilakukan BTN adalah mempercepat transformasi bisnis melalui digitalisasi. Proses pengajuan KPR yang sebelumnya memakan waktu maksimal 5 hari kini dikurangi menjadi 3 hari. Hal ini dicapai dengan digitalisasi proses pengajuan dan penilaian KPR.
BTN juga telah mulai mengandalkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menjalankan operasional program KPR. Nixon menambahkan bahwa BTN banyak melakukan inovasi, terutama di bidang proses bisnis, untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menerima KPR cair dalam waktu maksimal 5 hari.
“Ya kita memang banyak melakukan inovasi terutama di bisnis proses. Gimana caranya masyarakat Indonesia ini bisa dapat KPR cair dalam waktu maksimal 5 hari. Nah kita ka

