5 Karakteristik Warga Kelas Bawah yang Perlu Diketahui

1 week ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
43a2a548-f302-478b-9445-dab2239b1405-0

Lima Ciri Khas Penduduk Kelas Bawah yang Wajib Diketahui

Dailynesia.com – Jakarta — Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Indonesia mengalami penurunan konsisten dan menyentuh titik terendah dalam kurun waktu tertentu. Pernyataan tersebut diungkapkan saat beliau berpidato pada forum global bergengsi, World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan di Davos, Swiss. Penurunan ini menjadi salah satu pencapaian utama pemerintahan saat ini, sejalan dengan komitmen jangka panjang untuk memberantas kemiskinan secara menyeluruh serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Memahami 5 Karakteristik Warga Kelas Bawah menjadi semakin penting di tengah upaya pemerintah untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Berdasarkan data dari GoBankingRates, berikut adalah lima ciri yang umumnya melekat pada kelompok masyarakat kelas menengah bawah hingga kelas bawah. Setiap karakteristik memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi dan sosial yang dialami oleh sebagian besar penduduk Indonesia.

1. Kondisi Tempat Tinggal

Hunian merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi setiap keluarga. Apabila Anda merasa kesulitan untuk menempati rumah yang nyaman dan aman di lingkungan yang layak, hal ini dapat menjadi pertanda bahwa Anda masuk dalam kategori kelas menengah bawah atau kelas bawah. Banyak warga kelas bawah tinggal di daerah padat penduduk dengan fasilitas terbatas. Kondisi tempat tinggal sering kali mencerminkan kemampuan finansial seseorang dalam jangka panjang.

2. Jenis Pekerjaan

Berbagai jenis pekerjaan dapat diklasifikasikan sebagai kerah putih atau kerah biru, yang secara otomatis mencerminkan citra kelas pekerja maupun kelas menengah. Profesi seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, dan tenaga kebersihan umumnya menunjukkan posisi ekonomi yang lebih rendah.

“Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis,” kata Nathan Brunner, CEO Salarship.

Sebaliknya, pekerjaan yang hanya memerlukan keahlian dasar atau posisi sementara dengan upah rendah dan manfaat terbatas biasanya menempatkan seseorang pada status sosial kelas bawah. Namun, profesi seperti guru, perawat, akuntan, dan pekerja IT dapat berada di antara kelas pekerja atau kelas menengah, tergantung pada tingkat senioritas dan sertifikasi yang dimiliki. Bahkan karier kerah putih yang sering dipandang bergengsi, tetap bisa memberikan gaji yang tergolong sedang dan menempatkan pekerjanya dalam kehidupan kelas menengah.

3. Tabungan dan Investasi

Menabung dan berinvestasi merupakan penyangga keuangan yang penting serta memberi peluang untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Namun, membangun cadangan tersebut adalah sebuah kemewahan yang tidak selalu bisa dijangkau oleh kalangan kelas bawah. Artinya apabila Anda tidak memiliki tabungan cukup dan juga rencana pensiun, dapat dipastikan Anda termasuk dalam golongan kelas bawah. Banyak warga kelas bawah yang hidup dari gaji ke gaji tanpa memiliki dana darurat yang memadai.

4. Gaya Hidup

Apakah Anda mampu liburan setiap tahun? Sering makan di luar atau membeli barang baru tanpa terlalu khawatir? Jika iya, kenikmatan kecil seperti itu membutuhkan dasar keamanan finansial. Hal-hal tersebut menunjukkan adanya ruang dalam anggaran untuk kesenangan kecil. Apabila hal-hal seperti itu terasa berat karena keterbatasan anggaran, hal itu bisa menjadi tanda bahwa Anda termasuk dalam kelas bawah.

Tentu saja, pengelolaan anggaran yang cerdas bisa membantu mewujudkan kesenangan kecil tersebut. Namun, kemampuan untuk memilih dan kebebasan ekonomi dalam menikmati pengeluaran sesekali lebih mencerminkan stabilitas yang umumnya dimiliki oleh kelas menengah. Gaya hidup juga dipengaruhi oleh prioritas pengeluaran sehari-hari.

5. Tingkat Pendidikan

Apakah Anda memiliki gelar sarjana? Jika ya, kemungkinan besar Anda termasuk kelas menengah. Tingkat pendidikan tertinggi yang Anda capai merupakan indikator yang cukup baik untuk menunjukkan posisi Anda dalam tangga ekonomi. Hambatan sistemik seringkali menghalangi individu dari kelas bawah untuk mengakses pendidikan. Pendidikan tinggi biasanya membuka jalan menuju pekerjaan dengan gaji lebih baik. Akan tetapi kalau kuliah terasa terlalu mahal dan Anda tidak bisa mengikutinya, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda berada di kelas bawah.

Dengan memahami 5 Karakteristik Warga Kelas Bawah, kita dapat lebih empati terhadap kondisi sosial ekonomi yang berbeda-beda di masyarakat Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY