Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

34 Lembaga Keuangan Berminat Danai Proyek PSEL Danantara

Published October 17, 2026 · Updated October 17, 2026 · By Anthony Johnson - dailynesia.com

Foto : Anthony Johnson - dailynesia.com

Danantara Bentuk Panel Pembiayaan PSEL dengan 34 Institusi Keuangan

Dailynesia.com – Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang disiapkan BPI Danantara Indonesia memasuki tahap penting dalam penggalangan pembiayaan. Melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), sebanyak 34 institusi keuangan telah ditetapkan sebagai anggota lenders panel untuk mendukung rangkaian proyek tersebut.

Panel ini disusun untuk membantu DIM dan Denera melihat kapasitas pendanaan serta ketertarikan calon kreditur sebelum setiap proyek memasuki proses pembiayaan resmi. Kehadirannya juga membuka ruang pembahasan mengenai bentuk pendanaan yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek PSEL pada masa mendatang.

Minat Pembiayaan Melebihi Kebutuhan Utang

Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menyatakan antusiasme lembaga keuangan terhadap program ini cukup kuat. Nilai minat pendanaan secara indikatif disebut telah melampaui tiga kali perkiraan kebutuhan utang bagi program PSEL.

“Penetapan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel merupakan pencapaian penting dalam menyiapkan pembiayaan program PSEL,” ujar Stefanus dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026).

Besarnya minat tersebut belum berarti seluruh dana telah menjadi komitmen pembiayaan. Angka indikatif itu menggambarkan potensi kapasitas dana yang dapat dijajaki, sementara keputusan pemberian kredit tetap akan melalui tahapan penilaian masing-masing institusi.

“Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” ucapnya.

Dengan pemetaan sejak awal, pihak pengembang dapat menilai pilihan instrumen yang tersedia bagi setiap proyek. Pembahasan dapat mencakup jenis pinjaman, jangka waktu atau tenor, fasilitas nontunai, hingga alternatif solusi pembiayaan lain yang relevan dengan karakteristik proyek.

Mandat Pengembangan Proyek Sampah menjadi Listrik

Lenders panel dibentuk untuk mendukung pipeline PSEL yang dikerjakan DIM melalui Denera. Langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Pengolahan sampah menjadi energi listrik memerlukan kesiapan dari sisi proyek maupun pendanaan. Karena itu, panel tidak langsung menggantikan proses kredit formal. Fungsinya adalah mempertemukan kebutuhan pengembangan proyek dengan kapasitas calon mitra pembiayaan, baik untuk portofolio proyek secara keseluruhan maupun untuk proyek tertentu secara individual.

Partisipan dalam panel ini berasal dari beragam kelompok lembaga keuangan. Komposisinya mencakup pembiaya proyek internasional yang memiliki pengalaman lintas negara, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, serta pengelola dana iklim.

Jajaran itu juga diperkuat bank-bank besar domestik, termasuk Himbara dan bank umum swasta nasional. Bank internasional yang beroperasi di Indonesia serta bank syariah turut masuk ke dalam anggota lenders panel yang telah ditetapkan.

Keragaman institusi tersebut memberi DIM dan Denera pilihan lebih luas saat merancang struktur pendanaan. Namun, setiap opsi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek, ketentuan internal kreditur, serta persyaratan hukum yang berlaku.

Kolaborasi Diharapkan Menguatkan Pengembangan PSEL

Chief Financial Officer Denera, M. Ramadhan Harahap, menyampaikan penghargaan kepada lembaga-lembaga keuangan yang bergabung. Ia berharap pembentukan panel dapat menjadi awal kerja sama yang berjalan efektif dalam pengembangan proyek PSEL.

“Kami mengapresiasi partisipasi dan kepercayaan institusi keuangan yang telah bergabung dalam lenders panel PSEL Denera. Kami berharap kolaborasi ini dapat terbangun dengan baik dan menjadi fondasi bagi kerja sama yang produktif dalam mendukung pengembangan proyek-proyek PSEL kami,” kata Ramadhan.

Jumlah 34 anggota bukan angka yang bersifat final. DIM membuka kemungkinan penambahan anggota apabila perkembangan proyek dan kebutuhan pembiayaan di kemudian hari memerlukannya. Artinya, panel masih dapat berkembang sejalan dengan penyiapan pipeline PSEL.

Dalam proyek infrastruktur dan energi, minat awal dari calon pemberi pinjaman merupakan salah satu sinyal penting, tetapi bukan penentu tunggal. Kelayakan proyek, struktur risiko, kemampuan pelaksanaan, dan kelengkapan persyaratan akan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum pembiayaan benar-benar disetujui.

Tata Kelola dan Uji Tuntas Tetap Menjadi Acuan

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menekankan bahwa proses pembiayaan PSEL akan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Ia menegaskan tingginya ketertarikan pembiayaan perlu diikuti proses pengujian yang disiplin.

“Besarnya minat pembiayaan merupakan perkembangan positif, tetapi kesiapan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya minat yang diterima. Setiap komitmen pembiayaan tentunya tetap melalui prosedur due diligence (uji tuntas) dan persetujuan komite di masing-masing institusi pembiayaan tersebut. Kami memastikan proses ini berjalan dengan mengedepankan tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas,” tegas Pandu.

Setiap rencana pendanaan nantinya akan melewati evaluasi kelayakan, due diligence, persetujuan internal kreditur, dan pemenuhan seluruh ketentuan hukum. Tahapan tersebut penting agar minat yang telah tercatat dapat diterjemahkan menjadi struktur pembiayaan yang terukur dan sesuai dengan kondisi masing-masing proyek.

Untuk membantu proses pembentukan panel, DIM dan Denera menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat keuangan sekaligus konsultan. Prosesnya telah dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka serta undangan langsung kepada berbagai institusi keuangan.

Setiap pengajuan kemudian ditelaah secara ketat. Penilaian mencakup kekuatan finansial, pengalaman dan kemampuan mengeksekusi pembiayaan, tingkat fleksibilitas, serta kecocokan strategis dengan kebutuhan program PSEL. Tahap ini dirancang agar anggota panel bukan hanya berminat, melainkan juga memiliki kapasitas yang relevan untuk mendukung pengembangan proyek.

Pembentukan lenders panel memberi fondasi awal bagi penyiapan pembiayaan PSEL. Tahap berikutnya akan menentukan bagaimana minat tersebut dikonversi menjadi pembiayaan yang memenuhi standar kelayakan, tata kelola, dan akuntabilitas yang ditetapkan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 34 Lembaga Keuangan Berminat Danai Proyek?

34 Lembaga Keuangan Berminat Danai Proyek is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 34 Lembaga Keuangan Berminat Danai Proyek matter?

34 Lembaga Keuangan Berminat Danai Proyek matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.