Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko Kanker, Yuk Lakukan Skrining?

Published August 7, 2026 · Updated August 7, 2026 · By David Williams - dailynesia.com

Foto : David Williams - dailynesia.com

Kanker Bisa Berkembang Tanpa Tanda, Skrining Rutin Jadi Kunci Deteksi Dini

Dailynesia.com – Sebagai wanita, apakah Anda yakin merasa sehat berarti bebas dari ancaman penyakit berbahaya? Kenyataannya, kanker payudara dan kanker serviks sering kali tumbuh perlahan tanpa menunjukkan gejala apapun pada fase awal. Baru ketika penyakit sudah masuk ke stadium lebih berat, barulah ditemukan. Inilah alasan mengapa deteksi dini sangat krusial untuk mengidentifikasi kelainan sedini mungkin, sehingga intervensi medis bisa segera dilakukan dan peluang pemulihan meningkat.

Di Indonesia, kedua jenis kanker ini masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan perempuan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2020 tercatat 68.858 kasus baru kanker payudara, menjadikannya tumor ganas dengan jumlah pasien terbanyak di tanah air. Sementara itu, lebih dari 36.000 kasus kanker serviks teridentifikasi setiap tahunnya, dan sekitar 70 persen di antaranya baru diketahui setelah penyakit berkembang ke tahap lanjut.

Peringatan Menteri Kesehatan: Kanker Bisa Disembuhkan

Kondisi ini menegaskan urgensi skrining rutin untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengimbau masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan kanker.

"Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. Cancer is curable. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja," ujarnya dikutip Jumat (7/8/2026).

Di lapangan, banyak pasien kanker payudara baru datang ke dokter setelah merasakan benjolan atau perubahan pada payudara. Padahal, pada stadium awal penyakit ini kerap berkembang tanpa keluhan yang jelas. Dokter Bajuadji Sp.B (K) Onk menyebut bahwa banyak pasien baru datang untuk memeriksakan diri ketika sudah merasakan benjolan, nyeri, atau perubahan pada payudara.

"Oleh karena itu, skrining rutin dan pemeriksaan yang sesuai dengan usia maupun faktor risiko menjadi langkah penting untuk membantu mendeteksi kelainan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal," jelas dia.

Skrining Kanker Serviks Tak Kurang Penting

Senada dengan hal tersebut, dr. Denny Sanjaya, Sp.OG, Subsp. Onk, menekankan bahwa deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan rutin juga tidak kalah penting. "Kanker serviks umumnya tidak menimbulkan keluhan yang khas pada tahap awal. Karena itu, skrining rutin seperti Pap Smear atau pemeriksaan HPV sangat penting untuk mendeteksi perubahan sel sedini mungkin, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut," ujarnya.

Menjaga kesehatan perempuan tidak hanya dilakukan saat keluhan muncul, tetapi juga melalui pemeriksaan rutin untuk mendeteksi berbagai risiko penyakit sejak dini.

Women's Health Center Bethsaida Hospital: Solusi Terpadu untuk Kesehatan Wanita

Sejalan dengan pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, Women's Health Center Bethsaida Hospital hadir sebagai pusat layanan kesehatan perempuan yang komprehensif dan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan kesehatan perempuan di setiap tahap kehidupan.

Dengan konsep one stop service yang didukung sistem Electronic Medical Record (EMR) dan pendampingan Personal Care Assistant (PCA), Women's Health Center Bethsaida Hospital menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi sehingga pasien bisa menjalani konsultasi, pemeriksaan, hingga penanganan lanjutan secara lebih nyaman dan efisien dalam satu layanan terpadu.

Layanan Skrining Berbasis Teknologi Modern

Sebagai bagian dari upaya deteksi dini, Women's Health Center Bethsaida Hospital menyediakan berbagai layanan skrining yang didukung fasilitas diagnostik modern. Untuk membantu mendeteksi kelainan pada payudara sejak tahap awal, tersedia pemeriksaan USG payudara dan mammografi yang bisa disesuaikan dengan usia serta faktor risiko masing-masing pasien.

Sementara itu, untuk skrining kanker serviks tersedia pemeriksaan Pap Smear ThinPrep dan HPV DNA melalui metode co-testing yang membantu mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim sekaligus mengidentifikasi infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang menjadi penyebab utama kanker serviks.

Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menemukan kelainan lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan secara lebih optimal.

Pendampingan Kesehatan Sesuai Kebutuhan

Selain layanan skrining kanker, Women's Health Center Bethsaida Hospital juga menyediakan layanan kesehatan perempuan yang komprehensif mulai dari konsultasi ginekologi, kesehatan reproduksi, program kehamilan, pemantauan kehamilan, hingga pemeriksaan kesehatan tulang melalui Bone Mineral Density Test.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko?

Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko matter?

Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.