Bos Mal Umumkan H&M Akan Tutup Permanen di RI, Begini Nasib Tokonya

3 months ago  ·  4 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
87563dcd-e095-4f5e-a44b-cc6b1684502e_169-1

Bos Mal Umumkan H&M Akan Tutup Permanen di RI, Begini Nasib Tokonya

Dailynesia.com – Di Jakarta, berita mengenai penutupan toko ritel fesyen dari Swedia, H&M, menarik perhatian para pengusaha retail. Dalam laporan terkini, perusahaan menyatakan rencananya akan menutup 160 toko di seluruh dunia tahun ini. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengonfirmasi bahwa H&M akan berpindah strategi, dengan menutup toko fisik dan menggeser fokus ke kategori lain yang lebih menjanjikan. Menurutnya, keputusan H&M bukan terjadi karena ruang belanja ditinggalkan, melainkan karena perubahan merek di lokasi yang sama. Ia menambahkan bahwa toko yang ditutup umumnya akan digantikan oleh brand baru yang dioperasikan oleh pihak penyewa. “H&M memang ada penutupan toko-tokonya, tetapi bekas lokasinya diisi oleh brand-brand yang dipegang oleh operator. Ada brand-brand, jadi tokonya ganti merek, sepertinya seperti itu yang saya dengar,” jelas Budihardjo kepada CNBC Indonesia, dikutip pada Sabtu (30/4/2026).

Ketua Hippindo Menyampaikan

Budihardjo menegaskan bahwa dinamika seperti penutupan toko merupakan hal biasa dalam industri ritel. “Dalam ritel itu, seperti renovasi toko, pengecilan toko, perluasan toko, tutup toko, buka toko itu adalah bagian dari strategi,” terangnya. Menurutnya, meskipun ada penurunan penjualan akibat penutupan toko, perusahaan masih mengantisipasi kenaikan penjualan di akhir tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa H&M terus berupaya mengoptimalkan kinerjanya, termasuk menyesuaikan dengan pola belanja yang berubah. “Yang mana masih ada daya beli maupun consumer behavior-nya, masih mau dan masih banyak penjualan itu yang akan dibuka,” tambahnya.

Tren Global: Ratusan Gerai Ditutup

Sebelumnya, H&M telah menutup 163 toko di seluruh dunia, dan berencana untuk menutup sebanyak 160 toko lainnya pada tahun ini. Tindakan ini terjadi sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis yang menitikberatkan pada penguasaan pasar daring dan pengurangan biaya operasional. Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, perusahaan menyebutkan adanya penurunan laba yang terjadi karena penyesuaian bisnis ke kanal online serta penutupan beberapa toko. “Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak yang agak negatif terhadap penjualan kuartal pertama 2026, akibat penutupan dan pembangunan kembali toko,” ungkap pihak H&M dalam laporan pendapatan mereka, dikutip dari The Sun.

Penyesuaian Strategi Global

Penutupan toko fisik di Indonesia menjadi salah satu bagian dari rencana H&M untuk fokus pada e-commerce dan lokasi yang lebih menguntungkan secara bisnis. Fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen global yang kini lebih mementingkan nilai dan berbelanja melalui platform digital. “Para pembeli kini lebih mengutamakan nilai, lebih banyak berbelanja online, dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional,” kata CEO Retail Tech Media Nexus, Dominick Miserandino, sebelumnya kepada The U.S. Sun. Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit berdampak signifikan pada keputusan perusahaan-perusahaan ritel, termasuk H&M, untuk menyesuaikan strategi mereka.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengungkapkan bahwa kinerja H&M di Indonesia turut terpengaruh oleh kesulitan bisnis global. “Bisnis H&M secara global memang sedang mengalami kesulitan yang berdampak juga terhadap kinerja di Indonesia,” ujarnya saat dihubungi terpisah. Meski demikian, Alphonzus enggan memberikan detail lebih lanjut mengenai alasan pasti penutupan toko di Indonesia. Ia menilai ini adalah bagian dari perubahan yang sedang terjadi di industri ritel global.

Pengaruh pada Pasar Dalam Negeri

Di tengah penyesuaian bisnis, H&M tetap berupaya meningkatkan penjualan melalui jalur digital. Perusahaan memperlihatkan inisiatif agresif, seperti promosi besar-besaran melalui situs resmi mereka. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, H&M menampilkan berbagai penawaran menarik, termasuk program “Buy 2 Get 1 Free” dalam acara payday deals. “Promo ini menjadi salah satu cara menarik konsumen, seiring pergeseran pola belanja ke kanal online,” tutur sumber dari H&M. Kebijakan optimisasi portofolio toko ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, termasuk margin per meter persegi dan menekan pengeluaran yang tidak produktif.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, H&M juga memperkenalkan diskon besar sebagai strategi menarik pelanggan. Pihak perusahaan menyebutkan bahwa penyesuaian ini mencerminkan upaya untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. “Kami terus beradaptasi dengan perubahan pasar, termasuk meningkatkan penjualan digital dan mengurangi biaya operasional,” jelas sumber dari H&M. Dinamika ini tidak hanya berdampak pada penjualan fisik, tetapi juga pada kinerja bisnis secara keseluruhan. Kehadiran brand baru di lokasi yang sama diperkirakan dapat menggerakkan aktivitas perekonomian di area pusat perbelanjaan, meski beberapa konsumen mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan merek.

Pengakuan dari Pihak H&M

Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, H&M membeberkan bahwa penutupan toko fisik memberikan dampak sementara pada penjualan. Namun, mereka optimis bahwa efek dari optimalisasi portofolio akan berdampak positif untuk tahun penuh 2026.

MORE FROM THIS CATEGORY

bf2075dc-62a2-4d05-bc8c-6179a67d7893-0

10 Makanan Ini Bisa Picu Asam Urat

Kesehatan sendi sangat bergantung pada pola makan yang tepat. 10 Makanan Ini Bisa Picu kenaikan asam urat jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa