Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker, Warga RI Banyak yang Doyan

Published August 15, 2026 · Updated August 15, 2026 · By Linda Davis - dailynesia.com

Foto : Linda Davis - dailynesia.com

5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker yang Sering Dikonsumsi Warga Indonesia

Dailynesia.com – 5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker - Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang terus menjadi perhatian utama dunia kesehatan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu, tetapi juga dapat berkembang pada siapa saja tanpa terkecuali. Salah satu faktor pemicu pertumbuhan sel kanker yang sering diabaikan adalah pola makan sehari-hari. Para peneliti dari berbagai institusi kesehatan global telah mengidentifikasi akrilamida sebagai senyawa kimia yang berpotensi memicu perkembangan sel abnormal dalam tubuh manusia.

Menurut penjelasan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA, akrilamida terbentuk secara alami melalui proses kimia tertentu. Senyawa ini muncul ketika bahan makanan yang kaya akan pati dipanaskan pada suhu tinggi, misalnya melalui metode menggoreng, memanggang, atau memanggang. Meskipun penelitian ilmiah masih terus berlangsung untuk memahami mekanisme pastinya, organisasi kesehatan internasional telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai senyawa yang memiliki potensi karsinogenik atau kemampuan untuk memicu kanker pada manusia.

Mengenal Lima Makanan Tinggi Akrilamida yang Populer di Indonesia

Mengutip informasi dari Times of India, berikut ini adalah beberapa hidangan yang sangat digemari masyarakat Indonesia namun berpotensi menghasilkan kadar akrilamida tinggi apabila diolah dengan suhu berlebihan:

1. Gorengan dan Keripik Kentang

Camilan gurih seperti keripik kentang dan french fries menjadi kontributor utama akrilamida dalam pola makan sehari-hari. Senyawa ini muncul akibat reaksi kimia antara gula alami yang terkandung dalam kentang dengan asam amino saat terkena panas tinggi. Semakin gelap warna gorengan, semakin pekat pula kandungan kimianya. Studi keamanan pangan mengungkapkan bahwa kadar akrilamida dalam keripik kentang bisa mencapai 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg. Sementara itu, kentang goreng memiliki kisaran antara 200 hingga 700 µg/kg. Sebagai alternatif, olah kentang dengan cara direbus atau memanfaatkan air fryer tanpa durasi yang terlalu lama.

2. Biskuit dan Kue Kering Kemasan

Proses pemanggangan berteknologi suhu tinggi pada biskuit dan kue kemasan tidak hanya menghasilkan akrilamida, tetapi juga menumpuk pengawet serta gula rafinasi. Penelitian menunjukkan bahwa kadar akrilamida dalam biskuit kemasan berada di rentang 60 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan yang digunakan. Pembuatan kue secara mandiri di rumah dengan tepung gandum utuh jauh lebih disarankan untuk mengurangi paparan senyawa berbahaya.

3. Roti Panggang yang Terlalu Gosong

Tingkat kematangan roti panggang sangat menentukan kadar risikonya. Warna cokelat tua hingga kehitaman menandakan pembentukan akrilamida yang sangat tinggi, dengan estimasi berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg. Untuk menekan risikonya, cukup panggang roti gandum atau multigrain hingga berwarna cokelat keemasan muda. Hindari memanggang roti hingga terlalu gelap karena hal ini dapat meningkatkan kadar senyawa berbahaya secara signifikan.

4. Kopi

Proses sangrai atau roasting biji kopi pada tahap awal turut memicu terbentuknya akrilamida. Kopi dengan tingkat sangrai terang hingga sedang (light to medium roast) cenderung lebih aman ketimbang dark roast. Data membeberkan bahwa sajian kopi seduh mengandung kadar akrilamida 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dalam bentuk bubuk dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg. Konsumsi kopi secara moderat dan memilih jenis yang tepat dapat membantu mengurangi paparan senyawa ini.

5. Sereal Sarapan Olahan

Sereal populer seperti corn flakes dan olahan gandum kemasan kerap melewati proses pemanggangan suhu tinggi. Produk sereal berkadar gula tinggi dan berwarna kecokelatan tercatat memiliki kadar akrilamida antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan cara pengolahannya. Beralih ke bahan alami seperti oatmeal masak tradisional dapat menjadi opsi sarapan yang jauh lebih aman dan sehat.

Tips Penting: Untuk meminimalkan paparan akrilamida, hindari makanan yang terlalu gosong, kurangi konsumsi gorengan, dan pilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus atau mengukus.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang 5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker

Apakah akrilamida benar-benar berbahaya bagi kesehatan? Ya, akrilamida diklasifikasikan sebagai senyawa yang memiliki potensi karsinogenik oleh organisasi kesehatan internasional. Paparan berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko perkembangan sel kanker.

Bagaimana cara mengurangi kadar akrilamida dalam makanan? Anda dapat mengurangi kadar akrilamida dengan menghindari makanan yang terlalu gosong, memilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus atau mengukus, serta membatasi konsumsi gorengan dan makanan olahan.

Apakah kopi juga mengandung akrilamida? Ya, proses sangrai biji kopi turut memicu terbentuknya akrilamida. Namun, kopi dengan tingkat sangrai terang hingga sedang cenderung lebih aman ketimbang dark roast.

Berapa banyak akrilamida yang aman dikonsumsi per hari? Meskipun belum ada batas pasti yang ditetapkan, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi akrilamida dan mengombinasikannya dengan pola makan seimbang yang kaya akan antioksidan.

Related Reading