2 Tentara AS Hilang Misterius – 1 Ditemukan Jauh dari Peradaban Manusia

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
tentara-as-berpartisipasi-dalam-latihan-penyeberangan-sungai-gabungan-di-sungai-imjin-selama-latihan-penyeberangan-sungai-gabu-1742464466942_169

2 Tentara AS Hilang Misterius – 1 Ditemukan Jauh dari Peradaban Manusia

Dailynesia.com – Duasoldat Amerika Serikat (AS) yang hilang secara misterius selama latihan militer gabungan di Maroko kini satu di antaranya ditemukan di Samudra Atlantik, menurut pernyataan Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika. Insiden ini menimbulkan kekhwatiran terhadap keamanan selama operasi bersama, terutama karena salah satu tentara hilang sejak 2 Mei lalu setelah terjatuh dari tebing saat melakukan pendakian rekreasi di luar jadwal dinas. Kehilangan kedua personel tersebut memicu operasi pencarian besar-besaran yang terus berlangsung hingga kini.

Proses Penemuan Tentara AS

Pasukan pencarian dari Maroko dan AS berhasil menemukan Letnan Satu Kendrick Lamont Key Jr. di area laut dekat Titik Pemantauan Cap Draa, yang berada di luar kota Tan-Tan. Menurut laporan, Key ditemukan oleh tim selama operasi pencarian yang memanfaatkan fregat, kapal patroli, helikopter, dan drone untuk menyisir wilayah pesisir Atlantik. “Tentara tersebut ditemukan dalam kondisi yang baik, sekitar satu mil dari titik kejadian,” tutur pernyataan resmi dari Komando Angkatan Darat AS, dikutip dari The Associated Press, Senin (11/5/2026).

Detail Kehilangan dan Upaya Pencarian

Sementara itu, pencarian untuk tentara kedua masih aktif, dengan lebih dari 600 petugas dari AS, Maroko, serta negara-negara mitra lainnya terlibat. Operasi ini melibatkan penggunaan teknologi canggih seperti radar, drone, dan kapal laut untuk mempercepat proses penyisiran. Selain itu, sebagian besar kontingen militer AS tetap berada di Maroko meski latihan African Lion 26 telah berakhir pada Jumat lalu. Pejabat militer AS yang anonim mengungkapkan bahwa upaya pencarian akan dilanjutkan hingga ditemukan.

Profil Tentara AS yang Ditemukan

Kendrick Key Jr., seorang perwira Artileri Pertahanan Udara berusia 27 tahun, bertugas di Charlie Battery, Batalion ke-5, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-4, di bawah Komando Pertahanan Udara dan Rudal Angkatan Darat ke-10. Sebelum kejadian ini, Key dikenal sebagai seorang anggota dinas yang aktif, dengan prestasi yang diakui melalui penghargaan Army Achievement Medal dan Army Service Ribbon. Ia juga menyelesaikan pelatihan Basic Officer Leader Course di Fort Sill, Oklahoma, sebelum ditempatkan di Maroko sebagai bagian dari latihan gabungan tersebut.

Latihan African Lion 26 dan Konteksnya

Latihan African Lion 26, yang dipimpin oleh AS, adalah salah satu dari serangkaian latihan gabungan yang rutin diadakan di Afrika. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 7.000 personel dari 30 negara, termasuk Maroko, Tunisia, Ghana, dan Senegal. Sejak 2004, African Lion menjadi salah satu latihan terbesar di benua tersebut, dengan tujuan memperkuat kerja sama antar-negara dalam operasi pertahanan. Namun, sebelumnya latihan ini juga pernah menyebabkan insiden serius, seperti kecelakaan helikopter pada 2012 yang mengakibatkan korban jiwa.

Kondisi Tentara yang Hilang

Tentara kedua yang masih hilang belum ditemukan hingga saat ini, dengan upaya pencarian yang terus dilakukan. Berdasarkan laporan, kejadian ini terjadi karena kondisi lingkungan yang tidak terduga, termasuk perbedaan topografi dan cuaca yang berubah tiba-tiba. Pencarian dilakukan secara menyeluruh, termasuk di daerah terpencil dan jauh dari peradaban manusia. Sementara itu, pihak militer juga memperkuat koordinasi dengan warga lokal dan badan-badan penelitian geografis untuk memperoleh data tambahan.

Implikasi dan Kesimpulan

Insiden 2 tentara AS yang hilang misterius ini menjadi pengingat penting tentang risiko yang mungkin terjadi selama latihan militer di daerah terpencil. Meskipun satu dari mereka telah ditemukan, keberadaan tentara kedua masih menjadi tanda tanya. Kehilangan ini menekankan pentingnya persiapan yang matang dan pengawasan ketat dalam operasi bersama. Sebagai kesimpulan, kejadian ini menyoroti hubungan strategis antara AS dan Maroko dalam meningkatkan kemampuan militer di wilayah Afrika, sekaligus menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan keselamatan personel selama latihan.

MORE FROM THIS CATEGORY