Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop
Dailynesia.com –
Visit Agenda: Perubahan Pasar Global dan Tantangan di Tahun 2026
Visit Agenda mengungkapkan bahwa perubahan signifikan terjadi di industri perangkat komputer global, terutama karena pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Tekanan dari kelangkaan komponen elektronik, seperti chip, RAM, dan SSD, mulai mengubah pola permintaan pasar. Perusahaan-perusahaan produsen komputer konsumen harus beradaptasi dengan kenyataan bahwa konsumen semakin enggan memperbarui perangkat mereka. Tren ini mengancam ketersediaan laptop di pasar, karena pengguna cenderung memperpanjang masa pakai perangkat lama.
Dampak AI pada Penjualan Komponen dan Konsumen
Berkembangnya AI berdampak besar pada industri semikonduktor. Permintaan chip untuk mendukung infrastruktur AI meningkat pesat, sehingga produsen seperti Nvidia, Intel, dan AMD lebih fokus pada pengembangan komponen untuk server dan AI daripada perangkat konsumen. Hal ini menyebabkan kenaikan harga komponen PC secara signifikan selama enam bulan terakhir. Konsumen dengan anggaran terbatas mulai mempertimbangkan memperpanjang penggunaan laptop lama, yang berdampak pada penurunan permintaan untuk motherboard baru.
Menurut laporan TomsHardware, pasar motherboard global diperkirakan menyusut hingga 28% pada 2026. Ini adalah angka yang menunjukkan ketidakstabilan pasokan dan permintaan, yang menjadi tantangan bagi produsen komputer.
Tren penurunan ini dirasakan di berbagai merek utama. Asus, misalnya, memperkirakan penjualan motherboard tahun ini hanya sekitar 10 juta unit, turun 33% dari 15 juta unit di 2025. Gigabyte merevisi targetnya menjadi 9 juta unit dari 11,5 juta unit sebelumnya, sementara MSI menurunkan proyeksi menjadi 8,4 juta unit dibandingkan 11 juta unit di 2025. ASRock mengalami penurunan pengiriman terbesar, yaitu 37%, dari 4,3 juta unit menjadi 2,7 juta unit.
Strategi Perusahaan dan Tantangan di Tahun 2026
Untuk menghadapi situasi ini, perusahaan-perusahaan mulai mengalihkan fokus bisnis ke produk berbasis AI. AMD tetap mempertahankan platform AM5, tetapi Intel baru meluncurkan prosesor Nova Lake di akhir tahun ini. Sementara Nvidia juga belum merilis seri RTX 50 Super, dengan rumor menyebut RTX 60 akan hadir pada 2028. Meski begitu, perusahaan-perusahaan ini tetap berusaha memperkuat posisi mereka di pasar komputer konsumen dengan inovasi dan harga yang kompetitif.
Peran Retailer dan Respons Konsumen
Di tengah penurunan permintaan, retailer mulai melakukan strategi penjualan agresif. Diskon besar diberikan pada motherboard yang tersisa di gudang untuk menghabiskan stok. Namun, perubahan ini belum cukup mengembalikan minat konsumen yang berkurang. Visit Agenda menyoroti bahwa para pengguna tetap bingung antara membeli laptop baru atau memperbarui perangkat lama, tergantung pada anggaran dan kebutuhan.
Analisis Visit Agenda menunjukkan bahwa kesadaran akan efisiensi energi dan keandalan teknologi AI juga memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Banyak orang kini memilih laptop yang menggunakan prosesor AI untuk mengoptimalkan performa, meski harga yang lebih tinggi menjadi hambatan. Sebaliknya, pembelian laptop konvensional justru mengalami penurunan, karena pelanggan lebih memilih berinvestasi pada perangkat dengan potensi pertumbuhan teknologi.
Kondisi ini mengarah pada perubahan struktur industri komputer. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar AI akan tetap bertahan, sementara yang tidak mungkin terpuruk. Visit Agenda memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi batu loncatan untuk transformasi besar dalam sektor komputer, di mana AI tidak hanya mengubah infrastruktur, tetapi juga pola konsumen dan kebutuhan akan perangkat komputer tradisional.

