Dunia yang Hilang Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik

3 hours ago  ·  3 min read
By Linda Davis
0d788ac3-d078-4d28-a3dc-daa8f868d228-0

Dunia yang Hilang Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik

Dunia yang Hilang Ditemukan di Dasar – Kota yang dikenal sebagai Lost City Hydrothermal Field kini terbongkar setelah ditemukan di dasar Samudra Atlantik. Lokasinya berada lebih dari 700 meter di bawah permukaan laut, tepat di area puncak gunung bawah laut yang disebut Mid-Atlantic Ridge. Penemuan ini menawarkan gambaran baru tentang bagaimana lingkungan bawah laut bisa menjadi tempat hidup bagi makhluk hidup sejak ribuan tahun lalu.

Bentuk Struktur yang Unik

Penelitian menunjukkan bahwa kota yang tenggelam ini memiliki bentuk struktur karbonat yang menyerupai menara dan monolit. Ketinggian struktur bervariasi, mulai dari beberapa meter hingga monolit tertinggi bernama Poseidon, yang mencapai 60 meter. Struktur tersebut terbentuk melalui proses alami yang berlangsung jutaan tahun, sekaligus menjadi bukti penting tentang kehidupan di bawah laut yang jauh dari paparan sinar matahari.

Dalam kondisi ini, aliran panas dari mantel Bumi berinteraksi langsung dengan air laut, menghasilkan senyawa kimia seperti hidrogen, metana, dan hidrokarbon. Proses ini berbeda dengan ekosistem laut biasa, karena tidak tergantung pada sinar matahari atau karbondioksida yang ada di atmosfer. Kehadiran senyawa-senyawa ini membentuk dasar kehidupan bagi mikroba yang mampu bertahan tanpa oksigen.

Proses Kimia yang Berbeda dari Ekosistem Lain

Perbedaan utama Lost City terletak pada cara ia menghasilkan energi. Jika ekosistem lain bergantung pada panas dari magma dan mineral yang terbentuk, maka Lost City memanfaatkan reaksi kimia antara mantel Bumi dan air laut. Proses ini menghasilkan hidrogen dan metana secara massal, menciptakan aliran gas yang signifikan.

Science Alert menuliskan bahwa kota ini pertama kali ditemukan pada tahun 2000, dan hingga puluhan tahun kemudian menjadi salah satu ladang ventilasi hidrotermal tertua yang diketahui ada di laut. Usia estimasi mencapai 120 ribu tahun, menjadikannya sebagai contoh alami tentang kehidupan awal di Bumi. Kehadiran mikroba yang bertahan dalam kondisi gelap dan dingin menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Kontras dengan Black Smokers

Dibandingkan dengan ventilasi vulkanik yang dikenal sebagai black smokers, Lost City menunjukkan perbedaan mendasar. Black smokers mengandalkan panas magma untuk memanaskan air laut, menghasilkan mineral kaya besi dan sulfur. Sementara itu, Lost City mengandalkan reaksi kimia yang berlangsung secara perlahan, menciptakan struktur kalsit yang raksasa.

Pembentukan cerobong kalsit ini menunjukkan keunikan ekosistem yang tak terlihat di tempat lain. Aliran gas dan senyawa kimia yang dihasilkan menciptakan lingkungan yang stabil, berbeda dengan black smokers yang lebih dinamis dan berisiko tinggi. Proses ini juga menawarkan perspektif baru tentang peran geothermal di dalam membangun kehidupan.

Ancaman dari Aktivitas Penambangan

Keberadaan Lost City ternyata berisiko karena aktivitas penambangan di sekitarnya. Polandia telah memperoleh hak eksplorasi laut dalam di kawasan tersebut sejak 2018. Meskipun ladang hidrotermal ini tidak mengandung sumber daya bernilai ekonomi yang tinggi, penambangan tetap menjadi ancaman serius bagi habitat mikroba yang hidup di sana.

Ekosistem Lost City sangat rentan terhadap gangguan. Aktivitas penambangan bisa merusak struktur alami dan mengganggu proses kimia yang menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan demikian, perlindungan khusus diperlukan untuk menjaga keberlanjutan penelitian dan pengamatan terhadap kota yang hilang ini.

Usulan Situs Warisan Dunia

Sejumlah ahli menyuarakan kebutuhan untuk menetapkan Lost City sebagai Situs Warisan Dunia. Ini diharapkan bisa memberikan perlindungan jangka panjang bagi ekosistem unik dan proses alami yang terjadi di sana. Penetapan tersebut juga berdampak pada pengelolaan sumber daya laut, mendorong pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Dengan memiliki status sebagai Situs Warisan Dunia, kota yang hilang ini bisa menjadi simbol penting dalam upaya melestarikan lingkungan bawah laut yang langka. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami potensi Lost City dalam mengungkap asal kehidupan di Bumi. Kehadirannya memberikan wawasan baru tentang bagaimana ekosistem yang tak terlihat bisa bertahan dalam kondisi ekstrem.

Disiplin ilmu seperti geologi, biologi, dan ekologi saling terkait dalam mempelajari keunikan Lost City. Struktur dan senyawa yang terbentuk menunjukkan bahwa kehidupan mungkin berkembang di lokasi yang berbeda dari apa yang kita bayangkan sebelumnya. Penemuan ini membuka peluang baru untuk menjelajahi kemungkinan evolusi biologis di bawah laut.

MORE FROM THIS CATEGORY