Terbongkar! Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
logo-mossad_169

Special Plan: Pengusaha Kaya Arab Ini Diam-Diam Jadi Intel Israel

Dailynesia.com – Adalah proyek rahasia yang membongkar peran pengusaha kaya Arab, Kamel Amin Thaabet, sebagai intel Israel. Dikenal sebagai tokoh bisnis tekstil ternama di Suriah, Kamel memanfaatkan kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan untuk menjadi mata-mata Mossad. Penyamarannya sempurna hingga mengejutkan banyak pihak saat ia terbukti mengirimkan informasi rahasia militer Suriah ke Tel Aviv. Proyek ini menjadi bukti betapa jauhnya hubungan intelijen antara Suriah dan Israel.

Strategi Menyamar dan Penjelmaan ke Elite Suriah

Kamel lahir di Mesir dan mulai berkiprah dalam dunia intelijen sejak 1954 ketika direkrut oleh Mossad. Untuk menjalankan Special Plan, ia mengubah identitas menjadi pengusaha sukses yang diakui oleh para pejabat Suriah. Jenderal Amin al-Hafez, atase militer di Argentina, menjadi perantara utama dalam proses perekrutannya. Dengan kepercayaan yang terus meningkat, Kamel menikmati status elite hingga akhirnya terbongkar.

“Dalam buku Our Man in Damascus, Elie Cohn (1971) menjelaskan bahwa Kamel menggunakan strategi menyamar yang cermat, menjelma menjadi bagian dari lingkaran kekuasaan Suriah melalui jaringan bisnis tekstilnya.”

Durasi penyamaran Kamel mencapai lebih dari satu dekade, memungkinkan ia merangkul informasi sensitif dan mengirimkannya ke Israel. Mossad mengandalkan Special Plan sebagai sarana untuk merusak strategi Suriah dalam perang melawan negara-negara Arab lainnya. Selama ini, ia berpura-pura berperan sebagai pendukung perekonomian Suriah, tetapi sebenarnya menjadi mata-mata yang sangat efektif.

Pertukaran Informasi dan Peran Kode Morse

Elite Suriah dikenal dengan kebiasaan berpesta dan kegemaran berbicara dalam suasana santai. Kamel memanfaatkan hal ini untuk mengumpulkan data rahasia secara alami. Ia sering mengundang tokoh-tokoh penting ke acara mewah, di mana pertukaran informasi dilakukan dengan cara tidak terduga. Mossad menggunakan kode morse sebagai metode komunikasi utama, memastikan rahasia tetap aman.

“Samantha Wilson dalam Israel (2011) menyebutkan, Kamel mengandalkan kebiasaan elite Suriah berpesta sebagai alat untuk meretas jaringan informasi. Pada 1963, ketika Amin al-Hafez naik jabatan, Kamel lebih mudah mengakses lokasi strategis yang menjadi fokus Special Plan.”

Kelancaran Special Plan juga terkait dengan upaya Israel untuk memperkuat posisi di Timur Tengah. Informasi yang dihimpun Kamel membantu Israel memprediksi langkah Suriah, seperti rencana perang di laut Mediterania. Pertukaran data ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan intelijen antara dua negara yang sering berhadapan di medan pertarungan.

Penangkapan dan Dampak Terbongkarnya Agen Israel

Kami bongkar terlambat saat Kamel terjebak dalam kesalahan fatal. Pada malam 1965, ia ditangkap oleh pasukan Suriah saat sedang mengirimkan kode morse yang berisi data rahasia. Kejadian ini memicu ketegangan antara Mossad dan Suriah, yang sebelumnya dirahasiakan selama bertahun-tahun. Dengan keterlibatannya dalam Special Plan, Kamel menjadi simbol pengkhianatan di tengah perang saudara.

“Presiden al-Hafez marah besar setelah Kamel terbongkar. Ia dihukum gantung di depan umum, menunjukkan bagaimana Special Plan memicu kemarahan di dalam lingkaran kekuasaan Suriah.”

Penangkapan Kamel tidak hanya mengguncang hubungan antara Suriah dan Israel, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik pada peran intelijen Israel. Meski ia dibunuh dan mayatnya dibuang, kontribusinya terhadap Special Plan tetap meninggalkan dampak yang besar. Proyek ini menjadi contoh klasik tentang bagaimana intelijen bisa memengaruhi kebijakan militer dan politik di daerah konflik.

MORE FROM THIS CATEGORY