Iran-China Minggir Dulu, Amerika Punya Musuh Bebuyutan Baru

2 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
239e55b9-92fb-4a5a-800f-dd7fd19795e5-0

New Policy: Iran-China Minggir Dulu, Amerika Punya Musuh Bebuyutan Baru

Dailynesia.com – Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, New Policy yang diperkenalkan oleh Uni Eropa menimbulkan gelombang perubahan signifikan dalam persaingan global. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kemampuan teknologi Eropa secara mandiri, sekaligus menciptakan perlawanan terhadap dominasi Amerika Serikat dalam sektor digital. Dengan adanya New Policy, Uni Eropa berupaya membangun ekosistem teknologi domestik yang lebih tangguh, yang diperkirakan akan mengganggu kebijakan dominan perusahaan raksasa AS seperti Google, Meta, Amazon, dan Apple. Selain itu, New Policy juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi ketegangan dengan Iran dan Tiongkok, yang dianggap sebagai ‘musuh bebuyutan’ baru bagi Amerika.

Langkah Konsisten dalam Mengurangi Ketergantungan pada AS

New Policy ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Eropa untuk meningkatkan kemandirian teknologi. Dalam rilis terbaru, Komisi Eropa menyatakan bahwa kebijakan ini akan memperketat regulasi terhadap perusahaan teknologi global yang beroperasi di wilayahnya. Penerapan New Policy dilakukan melalui undang-undang seperti Digital Market Acts (DMA) dan Digital Services Acts (DSA), yang memaksa perusahaan asing mematuhi standar data lokal. Langkah ini tidak hanya menargetkan perusahaan AS, tetapi juga memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan Eropa yang memenuhi kriteria tertentu.

Meski New Policy telah diumumkan, beberapa negara anggota UE masih menunggu detail lengkap dari Komisi. Namun, kebijakan ini diyakini akan menjadi salah satu elemen kunci dalam menegakkan kemandirian teknologi blok tersebut. Dengan memperkenalkan kriteria non-harga wajib dalam tender publik, New Policy memastikan bahwa perusahaan lokal lebih diutamakan dalam proyek pemerintah, termasuk pengembangan infrastruktur data center dan senjata nuklir Iran.

Proyek Strategis dalam Kebijakan Teknologi Eropa

New Policy juga mencakup mekanisme persetujuan jalur cepat untuk proyek data center. Kebijakan ini akan memberikan prioritas kepada perusahaan yang menggunakan chip buatan Eropa atau mengurangi penggunaan energi dari sumber luar negeri. Dengan adanya New Policy, pemerintah UE berharap bisa mengurangi ketergantungan pada infrastruktur teknologi asing, termasuk Amerika Serikat yang selama ini menguasai sektor ini. Selain itu, rancangan undang-undang chip 2.0 akan diperkenalkan untuk meningkatkan pendanaan negara dalam pengembangan teknologi strategis.

Kebijakan ini menimbulkan reaksi dari pihak AS, yang menganggap New Policy sebagai ancaman terhadap dominasi mereka dalam industri teknologi. Washington khawatir bahwa kebijakan EU akan mengurangi peluang bisnis perusahaan AS di pasar Eropa, terutama dalam sektor layanan cloud dan AI. Meski demikian, New Policy diharapkan mampu membangun kerangka kerja yang lebih seimbang antara Eropa dan AS, sekaligus memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara lain seperti Tiongkok dan Iran.

Kekhawatiran AS dan Dampak Global

Washington berupaya menegaskan kekhawatiran mereka terhadap New Policy, karena kebijakan ini bisa mengganggu pertumbuhan industri teknologi AS. Selama ini, AS dan Tiongkok dianggap sebagai ‘musuh bebuyutan’, tetapi New Policy menunjukkan bahwa Eropa kini menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Selain itu, Iran, yang juga menjadi musuh utama AS, bisa menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi alternatif. Dengan menegakkan New Policy, Eropa berharap menciptakan ekosistem yang lebih beragam, serta mengurangi risiko kebocoran data ke negara-negara luar.

“New Policy ini adalah bagian dari paket kedaulatan teknologi yang lebih luas. Kami ingin memastikan bahwa Eropa tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama dalam inovasi teknologi global,” jelas seorang pejabat Komisi Eropa dalam wawancara terkini.

Kemungkinan Perubahan dalam Pasar Global

Dampak New Policy tidak hanya terasa di pasar Eropa, tetapi juga akan menyebar ke sektor internasional. Perusahaan teknologi AS yang selama ini mendominasi layanan cloud dan AI bisa kehilangan pangsa pasar signifikan jika kebijakan ini diterapkan secara konsisten. Dengan meningkatkan penggunaan perangkat lunak lokal, Eropa berharap bisa menyaingi AS dalam pengembangan inovasi. New Policy juga akan memengaruhi hubungan diplomatik antara negara-negara Timur Tengah dan Eropa, terutama dalam konteks konflik Iran- Israel.

Berbagai contoh, New Policy akan mengecualikan Amazon, Microsoft, dan Google dari beberapa proyek pemerintah penting, termasuk pengembangan senjata nuklir dan infrastruktur energi. Dengan adanya kebijakan ini, Eropa menunjukkan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing, sekaligus mengamankan kawasan mereka dari tekanan eksternal. New Policy dianggap sebagai langkah penting dalam membangun kekuatan teknologi Eropa yang lebih mandiri, yang bisa menjadi alternatif dominan dalam industri global.

MORE FROM THIS CATEGORY