Pertama di Dunia, China Operasikan Pusat Data di Bawah Laut

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
41efad97-3897-43ba-8f48-029262725c86_169

Pertama di Dunia, Tiongkok Luncurkan Pusat Data Bawah Laut

Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat kemampuan dalam bidang kecerdasan buatan (AI), Tiongkok meluncurkan pusat data bawah laut pertama di dunia sebagai bagian dari Special Plan yang merupakan inisiatif strategis negara tersebut. Fasilitas ini, yang ditempatkan di perairan terpencil, tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan seperti angin lepas pantai. Special Plan ini dirancang untuk menjadi contoh inovasi global dalam pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, dengan menggabungkan teknologi pengolahan data dan sumber daya alam secara efektif.

Peluncuran dan Lokasi Proyek

Pusat data bawah laut Shanghai Lingang, yang menjadi bagian dari Special Plan, mulai beroperasi pada Mei 2026. Lokasinya yang berada sekitar 10 kilometer dari pesisir Lingang menunjukkan komitmen Tiongkok untuk mengembangkan ekosistem digital era AI di wilayah pesisir. Proyek ini dibangun oleh China Communications Construction, yang mengeksplorasi integrasi energi, pendinginan, dan komputasi dalam satu unit. Special Plan memastikan bahwa sistem ini tidak hanya mengurangi beban listrik tetapi juga mempercepat kapasitas komputasi di area yang biasanya terbatas dalam sumber daya energi dan air.

Inovasi Teknologi dalam Operasional

Salah satu keunggulan utama dari Special Plan adalah sistem “konektivitas langsung dari angin lepas pantai,” di mana listrik yang dihasilkan turbin angin langsung dialirkan ke modul data center melalui kabel fotolistrik bawah laut. Hal ini memungkinkan pengurangan signifikan terhadap penggunaan energi listrik konvensional. Selain itu, Special Plan memanfaatkan air laut sebagai sumber pendinginan alami, mengurangi konsumsi energi sebesar 22,8% dan meminimalkan penggunaan air tawar. Faktor ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan yang sesuai dengan target pengurangan emisi karbon Tiongkok.

Penghematan Energi dan Dampak Lingkungan

“Dengan penempatan pusat data di bawah air, penggunaan energi pendingin bisa turun menjadi sekitar 30 miliar kWh per tahun,” jelas Profesor Li Zhen dari Universitas Tsinghua, seperti yang dilaporkan China Daily.

Special Plan ini juga memungkinkan penghematan sekitar 50 miliar kWh listrik setiap tahun, yang setara dengan pengurangan pembakaran batubara standar hingga 15 juta ton. Angka ini menunjukkan bagaimana Special Plan mampu mengubah cara pengoperasian pusat data tradisional yang tergantung pada sistem pendinginan berbasis energi kabel terpusat.

Peluang Ekonomi dan Strategi Global

Implementasi Special Plan tidak hanya memberikan manfaat lingkungan tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional. Dengan menggabungkan energi terbarukan dan pendinginan alami, Tiongkok menciptakan model ekonomi yang lebih terjangkau untuk pusat data skala besar. Special Plan ini juga menjadi bagian dari strategi global negara tersebut dalam memimpin inovasi teknologi, dengan mengurangi risiko fluktuasi harga energi dan meningkatkan keandalan jaringan komputasi. Proyek ini membuka kemungkinan peningkatan kinerja data center di daerah pesisir yang sering menghadapi keterbatasan lahan dan sumber daya.

Perspektif Global dan Target Masa Depan

Special Plan dalam pengoperasian pusat data bawah laut memberikan pelajaran berharga bagi negara lain yang ingin mengadopsi solusi ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan keunggulan alam seperti arus laut dan angin lepas pantai, Tiongkok menunjukkan bahwa Special Plan bisa menjadi model untuk pengembangan infrastruktur digital di wilayah pesisir. Proyek ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan lebih besar, termasuk peningkatan kapasitas kecerdasan buatan dan komputasi kuantum. Special Plan juga membuka jalan bagi integrasi teknologi bawah laut ke dalam sistem AI nasional, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur darat yang terbatas.

Special Plan ini memperlihatkan komitmen Tiongkok untuk menjadi pionir dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung pertumbuhan teknologi digital. Dengan mengoptimalkan penggunaan energi angin lepas pantai dan memanfaatkan air laut sebagai alat pendinginan, Special Plan menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak luas, tidak hanya di sektor energi tetapi juga dalam pengembangan ekonomi dan inovasi teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok siap memimpin era AI dengan infrastruktur yang lebih efisien, sementara Special Plan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan kemajuan ini, negara tersebut memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem digital global.

MORE FROM THIS CATEGORY