Kabut Asap dan Kekacauan: Paris Berantakan Usai PSG Menangkan Liga Champions
Dailynesia.com – Minggu lalu, kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) dalam final Liga Champions memicu gelombang kekacauan di ibu kota Prancis. Polisi mengirimkan ribuan petugas keamanan untuk mengendalikan kerumunan di titik-titik rawan. Tercatat sebanyak 800 orang ditangkap setelah terjadi kerusuhan besar yang mengguncang kota tersebut.
Pihak berwenang menggunakan gas air mata sebagai upaya mengatasi keributan. Aparat keamanan juga melaporkan sejumlah kejadian chaos, termasuk mobil-mobil dibakar dan toko-toko dijarah. Aktivitas ini mengganggu ketenangan di sekitar area perayaan.
Komentar Menteri Dalam Negeri
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengungkapkan bahwa pihak keamanan telah melakukan lebih dari 890 penangkapan. “Kami telah melakukan lebih dari 890 penangkapan,” kata dia kepada penyiar France Inter, menurut laporan AFP.
Kebanggaan dan Kritik Presiden Macron
Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron menerima tim PSG di Istana Elysee pada Minggu malam. Meskipun ia menyebut klub sebagai “kebanggaan besar” bagi Prancis, ia mengecam kekerasan yang terjadi. “Cukup. Kami sudah muak,” ujarnya. “Ini bukan sepak bola, ini bukan olahraga, ini bukan yang kami cintai,” tambahnya.
Korban dan Aktivitas Kekacauan
Kerusuhan meluas saat penggemar memperingati kemenangan dengan membuang skuter ke api dan melemparkan kembang api ke arah polisi. AFP mencatat bahwa enam kendaraan dan dua bisnis rusak, sementara kios L’Equipe di dekat Champs-Elysees dibakar dan halte bus dihancurkan.
Satu korban tewas saat mengendarai sepeda motornya di jalan lingkar Paris. Pihak berwenang juga melaporkan terjadinya penusukan serta serangan lainnya. Sebelumnya, pada akhir pekan itu sekitar 20.000 orang berkumpul di Champs-Elysees untuk menyaksikan pertandingan yang dimainkan di Budapest, Hongaria.
Sejarah Kekacauan di Paris
Kemenangan PSG tahun lalu juga diiringi oleh kekacauan serupa di Paris. Peristiwa itu menyebabkan dua kematian dan hampir 500 penangkapan.

