5 Peralatan Elektronik yang Boros Sedot Listrik Jika Kabel Tak Dicabut
Dailynesia.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan menghubungkan perangkat elektronik ke sumber listrik tanpa memutuskannya sepenuhnya bisa memicu pemborosan energi yang signifikan. Banyak orang tidak menyadari bahwa alat elektronik seperti TV, komputer, atau microwave tetap mengonsumsi daya meski berada dalam mode standby. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya listrik tahunan, terutama jika perangkat tidak digunakan dalam waktu lama. Jadi, memahami lima peralatan elektronik yang paling boros sedot listrik jika kabel tetap terhubung adalah langkah penting untuk menghemat pengeluaran energi.
Perangkat yang Boros Energi dalam Mode Standby
Mode standby sering dianggap sebagai cara efisien untuk menyimpan energi, tetapi sebenarnya bisa memakan biaya listrik hingga 10 hingga 20 persen dari penggunaan normal. Beberapa perangkat seperti TV, konsol game, dan microwave terus menyerap daya untuk mempertahankan fitur seperti lampu indikator, koneksi jaringan, atau pengaturan otomatis. Untuk mengurangi konsumsi, Mitchell Wray menyarankan agar pengguna mematikan perangkat secara fisik ketika tidak digunakan, terutama jika tidak ada aktivitas atau pemicu otomatis.
“Peralatan elektronik yang boros energi dalam mode standby adalah pengekor yang tak terlihat. Matikan secara langsung dari stop kontak untuk menghindari pemborosan,” kata Mitchell.
1. Televisi dan Fitur Siaga Modern
TV modern memiliki kebiasaan boros energi karena fitur siaga yang terus aktif. Selain layar yang tetap menyala, fungsi seperti sensor cahaya, jam digital, atau pemutusan tayangan otomatis bisa memperbesar konsumsi listrik. Dalam beberapa kasus, perangkat ini bisa menghabiskan hingga 10 hingga 25 persen energi dari total penggunaan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa perangkat yang tidak diputus sepenuhnya tetap menyedot daya meski terlihat diam.
Salah satu solusi yang efektif adalah mengganti kabel listrik ke koneksi daya yang terpisah dari sumber utama. Dengan cara ini, pengguna bisa memutus pasokan listrik tanpa harus merusak perangkat. Selain itu, mematikan TV menggunakan tombol power fisik lebih baik daripada hanya mengandalkan mode standby.
2. Komputer Desktop dan Daya Standby
Komputer desktop sering menjadi pelaku utama pemborosan listrik dalam mode standby. Meski konsumsi daya tidak sebesar perangkat lain, aktifitas seperti menunggu proses startup atau pembaruan otomatis tetap memerlukan energi. Dalam beberapa model, perangkat ini bisa menghabiskan £10-£15 per tahun jika dibiarkan terhubung tanpa digunakan. Mitchell Wray menekankan bahwa kebiasaan ini bisa diatasi dengan langkah sederhana seperti mencopot kabel saat tidak ada kebutuhan.
“Perangkat seperti komputer desktop perlu diputus sepenuhnya agar tidak tetap menyedot listrik. Ini terutama penting jika perangkat tidak digunakan lebih dari empat jam sehari,” jelas Mitchell.
3. Microwave dan Konsumsi Energi Tersembunyi
Microwave tidak selalu dianggap sebagai alat boros energi, tetapi ternyata mengonsumsi daya siaga yang cukup signifikan. Meski jumlahnya lebih kecil dibandingkan perangkat lain, penelitian menunjukkan bahwa model lama bisa memakan biaya listrik £3-£6 per tahun. Untuk memastikan efisiensi, pengguna disarankan untuk mematikan perangkat sepenuhnya saat tidak ada aktivitas, terutama setelah penggunaan selesai.
Dengan memutus kabel microwave setelah penggunaan, pengguna bisa mengurangi konsumsi daya hingga 50 persen. Selain itu, memilih model yang lebih baru dengan fitur hemat energi bisa menjadi investasi jangka panjang untuk menghemat tagihan listrik. Ini berlaku khusus untuk alat elektronik yang boros sedot listrik.
4. Konsol Game dan Konsumsi Daya Tinggi
Konsol game menjadi perangkat elektronik yang paling boros energi dalam mode standby. Dalam penelitian, konsumsi tahunan bisa mencapai £30.13 (sekitar Rp 715 ribu) jika dibiarkan terhubung tanpa dipakai. Fitur seperti sistem update otomatis, koneksi jaringan, atau layanan cloud memerlukan daya besar untuk tetap aktif. Nick Bunce dari AO menambahkan bahwa konsol game adalah salah satu peralatan elektronik yang boros, terutama jika dibiarkan tergantung pada sumber daya.
“Konsol game membutuhkan daya besar untuk mempertahankan siapnya pemain. Dengan mencopot kabel, konsumsi energi bisa dikurangi hingga 70 persen,” kata Nick.

