Peringatan 30 Menit NASA – Tanda Kiamat di Bumi

2 months ago  ·  1 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
ilustrasi-badai-matahari_169

Peringatan 30 Menit NASA, Tanda Kiamat di Bumi

Penggunaan Teknologi AI untuk Prediksi Fenomena Antariksa

Dailynesia.com – NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat, kini mulai menerapkan kecerdasan buatan dalam mengawasi peristiwa di luar Bumi. Teknologi ini dirancang untuk memperkirakan berbagai fenomena yang bisa berdampak pada permukaan bumi. Salah satu klaim penting mereka adalah kemampuan untuk mengirimkan peringatan 30 menit sebelum bencana tersebut mencapai Bumi.

Prediksi Badai Matahari dan Peran Satelit

Dalam upaya ini, NASA fokus pada pengembangan algoritma untuk mendeteksi badai matahari yang kuat. Deteksi awal bisa mengurangi risiko kerusakan yang diakibatkan oleh radiasi atau medan magnet yang kuat dari Matahari. Data dihimpun dari satelit seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail untuk memperkuat akurasi prediksi.

Kemajuan Algoritma DAGGER

Mengutip laporan dari Science Alert, tim ilmuwan berhasil menciptakan model pembelajaran bernama DAGGER. Model ini berbeda dari pendekatan sebelumnya karena bisa memproses informasi lebih cepat. Dalam beberapa detik, DAGGER mampu menentukan tingkat keparahan dan arah peristiwa badai matahari. Pembaruan prediksi juga dilakukan setiap menit untuk memastikan respons yang tepat.

“DAGGER meningkatkan kecepatan prediksi dengan memberikan hasil dalam waktu kurang dari satu detik,” jelas para peneliti.

Sejarah Kerusakan Akibat Badai Matahari

Badai matahari pernah menyebabkan dampak besar di sejumlah wilayah Bumi. Sebagai contoh, 35 tahun lalu, Quebec mengalami pemadaman listrik selama beberapa jam. Fenomena serupa terjadi pada peristiwa Carrington 150 tahun silam, di mana infrastruktur komunikasi dan listrik rusak parah.

MORE FROM THIS CATEGORY