Historic Moment: Wapres Gibran Sebut Hidup Berbuah usai Salat Iduladha di Istiqlal

2 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
wakil-presiden-gibran-rakbuming-raka-pelaksanaan-salat-iduladha-1447-h2026-m-di-masjid-istiqlal-jakarta-rabu-27052026-dok-setw-1779851163019_169

Wapres Gibran Beri Makna Hidup Berbuah Usai Salat Iduladha di Istiqlal

Keberhasilan Ibadah Iduladha yang Diikuti oleh Wapres

Dailynesia.com – Dalam sebuah historic moment yang dinantikan oleh masyarakat Jakarta, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Mei 2026. Acara ini menandai pertemuan penting antara tokoh negara dengan umat Muslim yang berkumpul untuk merayakan hari raya besar Islam. Tiba sekitar pukul 06.30 WIB, Gibran langsung disambut oleh para pengurus masjid serta jemaah yang telah menunggu sejak dini hari. (Dok. Setwapres)

Salat Iduladha di Masjid Istiqlal dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB, dipimpin oleh Imam Anshoruddin Ibrahim. Khutbah yang disampaikan oleh Khatib Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, membahas tema “Historic Moment: Meneguhkan Spirit Kurban—Merawat Alam dan Kemanusiaan.” Isi khutbah tersebut mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat serta nilai-nilai kesatria dalam ritual kurban. (Dok. Setwapres)

Refleksi Filosofis dari Wapres tentang Kurban

“Hidup yang memberikan dampak sempurna mirip dengan pohon. Ia tidak memakan buahnya sendiri, tetapi terus memberi tanpa henti. Tidak memilih siapa yang berteduh, tetapi tetap berdiri menyediakan naungan,” ujar Gibran usai melaksanakan ibadah. (Dok. Setwapres)

Pernyataan Wapres Gibran mengundang respon positif dari jemaah dan masyarakat sekitar. Ia menjelaskan bahwa konsep historic moment ini bukan hanya sekadar momen istimewa, tetapi juga tentang peran individu dalam menjaga harmoni sosial dan ekosistem. Gibran menekankan bahwa kehidupan sejati adalah tentang kontribusi yang terus-menerus, seperti bentuk kurban yang dilakukan umat Muslim setiap tahun.

Kegiatan Pascasalat dan Dampak Sosial

Usai melaksanakan Salat Iduladha, Gibran tidak langsung pulang. Ia menyempatkan diri berinteraksi dengan jemaah dan masyarakat yang hadir. Acara ini menjadi historic moment yang mendorong semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Gibran juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Di sela-sela waktu berinteraksi, Wapres Gibran menyaksikan anak-anak yang bermain di sekitar masjid. Ia mengapresiasi kehadiran generasi muda dalam merayakan Iduladha dan mengharapkan mereka menjadi pelaku perubahan yang berkelanjutan. Sejumlah masyarakat menyampaikan harapan bahwa kegiatan serupa bisa rutin diadakan untuk memperkuat ikatan keagamaan dan kesadaran lingkungan.

Sikap Wapres terhadap Keberagaman dan Kebersamaan

Gibran juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat keberagaman sebagai bagian dari historic moment dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa Iduladha menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama. “Kebangsaan kita harus mampu menciptakan ruang bagi semua lapisan masyarakat untuk berbagi dan berdampingan,” tegas Gibran.

Kehadiran Gibran di Masjid Istiqlal dianggap sebagai simbol komitmen pemerintah untuk menjaga toleransi dan keharmonisan dalam masyarakat. Banyak jemaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wapres yang memperlihatkan bahwa politik dan keagamaan bisa bersinergi dalam membangun historic moment yang bermakna.

Kebudayaan dan Makna Sosial dalam Ritual Kurban

Kegiatan Salat Iduladha di Istiqlal tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga memperlihatkan peran masjid sebagai pusat kebudayaan dan kegiatan sosial. Dalam historic moment ini, Gibran mengakui bahwa ritual kurban menjadi sarana untuk memupuk rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. “Kurban adalah bentuk pengorbanan yang melambangkan semangat pengorbanan untuk kebaikan umat,” tambahnya.

Sejumlah pengurus masjid dan tokoh masyarakat mengapresiasi kehadiran Wapres sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi keagamaan yang masih hidup. Mereka berharap historic moment ini bisa menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk terus mengembangkan ruang-ruang kebersamaan. Acara ini juga menegaskan bahwa keberagaman tidak membatasi keharmonisan, melainkan menjadi daya tarik dalam kehidupan berbangsa.

MORE FROM THIS CATEGORY