Timwas Haji Soroti Pungli Tawaf Rp 7 Juta Buat Jemaah Lansia

2 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
para-peziarah-muslim-beristirahat-di-dekat-kabah-di-masjidil-haram-menjelang-ibadah-haji-tahunan-di-mekah-arab-saudi-18-mei-20-1779281386518_169

Timwas Haji: Pungli Tawaf Rp7 Juta Ancam Jemaah Lansia

Dailynesia.com – Facing Challenges, Tim Pengawas Haji (Timwas) dari DPR RI menyoroti masalah pungutan liar (pungli) yang diberlakukan kepada jemaah lanjut usia saat melakukan tawaf dan tawaf wada di Makkah. Isu ini muncul saat anggota Timwas, Abdul Wachid, melepas keberangkatan jemaah ke Arafah dari Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, beberapa hari sebelumnya (22 Mei 2026). Dalam penjelasannya, ia menyebut adanya praktik eksploitasi di mana jemaah lansia dipaksa membayar biaya tinggi untuk layanan pendampingan selama ibadah haji.

Pungli Tawaf: Penjelasan Mendalam dari Timwas

Abdul Wachid menjelaskan bahwa oknum tertentu memanfaatkan keterbatasan fisik jemaah lanjut usia sebagai alasan untuk menambahkan biaya. “Kami menemukan ada pihak yang memanfaatkan kondisi fisik para jemaah lanjut usia,” ujarnya. Dalam praktik ini, jemaah lansia terpaksa membayar Rp5 juta hingga Rp7,5 juta untuk bantuan tawaf menggunakan kursi roda. Angka ini terbilang besar, terutama karena layanan pendampingan seharusnya sudah termasuk dalam biaya haji yang dibayarkan oleh pemerintah.

“Ada yang dikenai untuk tawaf ini dan juga tawaf wada itu dikenai Rp5 juta. Ada yang dikenai Rp7 juta setengah,” ungkap Abdul Wachid, sebagaimana dilansir dari situs DPR, Selasa (26 Mei 2026).

Investigasi Timwas: Fokus pada Wilayah Khusus

Timwas Haji kini sedang menginvestigasi lebih lanjut dugaan praktik pungli tersebut, terutama pada jemaah yang berasal dari Grobogan dan Jakarta. “Nanti kami akan cari terutama jemaah yang sudah kami temui. Fokusnya adalah jemaah Grobogan dan jemaah dari Jakarta,” jelas Abdul Wachid. Ia menekankan bahwa jemaah lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap pungli karena kurangnya kemampuan untuk menegaskan keberatan selama perjalanan haji.

Facing Challenges yang dihadapi jemaah lansia tidak hanya berupa biaya tambahan, tetapi juga kesulitan fisik dan mental. Dengan jumlah jemaah lanjut usia yang semakin banyak, kebutuhan akan bantuan transportasi, kesehatan, dan pendampingan meningkat drastis, terutama menjelang puncak ibadah Armuzna. Kepadatan di Masjidil Haram sering kali mempercepat kemungkinan praktik percaloan oleh pihak tak resmi.

Dalam upaya mengatasi Facing Challenges, Timwas Haji berharap pengawasan terhadap petugas diperketat. “Kami ingin memastikan jemaah lansia tidak menjadi korban eksploitasi,” imbuh Abdul Wachid. Pihaknya juga menyoroti pentingnya koordinasi antara ketua regu, ketua rombongan, syarikat haji, dan petugas lapangan untuk meminimalkan risiko pungli. Selain itu, petugas haji resmi diharapkan bisa langsung memberikan bantuan tanpa menarik biaya tambahan.

Peluang Penyelidikan: Penjelasan dan Langkah Selanjutnya

Dengan adanya laporan pungli tawaf Rp7 juta, Timwas Haji berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut. “Kami akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menangani masalah ini,” tegas Abdul Wachid. Selain menyelidiki jemaah dari Grobogan dan Jakarta, Timwas juga mempertimbangkan melibatkan pihak-pihak terkait lainnya, seperti pengelola kawasan tawaf dan penyelenggara haji. Fokus utama adalah memastikan jemaah lansia dapat menjalani ibadah haji dengan aman dan tidak merasa tertekan oleh tindakan pungli.

Abdul Wachid menambahkan bahwa banyak jemaah lansia bingung karena tidak tahu seberapa besar biaya yang dikenakan. “Beberapa jemaah tidak menyadari bahwa mereka dikenai pungli tambahan,” katanya. Selama tawaf dan tawaf wada, jemaah lansia sering kali dipaksa bayar dengan nominal yang jauh lebih tinggi dari standar. Ini memperparah Facing Challenges yang dihadapi jemaah usia lanjut selama perjalanan haji.

Dalam rangka menangani masalah ini, Timwas Haji juga menyarankan pemerintah mengupayakan pengawasan lebih ketat di lokasi-lokasi yang rawan pungli. “Kami mendukung kebijakan pemerintah untuk melindungi jemaah lansia dari praktik korupsi,” ujarnya. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya edukasi kepada jemaah mengenai hak-hak mereka selama menjalani ibadah haji, termasuk penjelasan mengenai layanan yang seharusnya gratis.

Facing Challenges yang dihadapi jemaah lansia menjadi sorotan utama karena dampaknya yang signifikan terhadap kenyamanan dan kepercayaan mereka terhadap penyelenggaraan haji. Dengan adanya penyelidikan Timwas Haji, diharapkan pungli tawaf Rp7 juta bisa diminimalkan. Jemaah lansia, yang merupakan bagian penting dari penyelenggaraan haji, perlu dilindungi agar tidak menjadi korban dari praktik eksploitasi.

MORE FROM THIS CATEGORY