Saham Janjikan Potensi Keuntungan? Ini Kata Trader Profesional
Dailynesia.com – Yogyakarta, Membuka dunia investasi saham bisa menjadi langkah yang menarik bagi banyak orang. Namun, instrumen ini tidak hanya menawarkan peluang keuntungan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian yang signifikan. Michael Yeoh, seorang trader profesional, menekankan bahwa keberhasilan dalam pasar saham bergantung pada faktor yang lebih dari sekadar analisis teknis atau dasar. Pemula yang ingin terjun ke bidang ini perlu memahami bahwa mentalitas yang kuat adalah kunci utama untuk bertahan dalam dinamika pasar yang selalu berubah-ubah.
Dalam sesi Edu Class yang berjudul “Kalau Punya Rp10-100 Juta Hari Ini, Akan Ditaruh di Mana,” Michael Yeoh menyampaikan bahwa salah satu langkah awal yang harus dikuasai oleh investor baru adalah belajar mengendalikan emosi dan menyeimbangkan sikap mental. Menurutnya, kegagalan seringkali berasal dari kesalahan dalam mengelola diri sendiri, bukan hanya dari kesalahan analisis atau strategi.
“Kalau sampai dibikin humble, artinya kamu bakal berkembang, karena orang yang humble itu dia pasti mau belajar. Kalau orang yang kena mental, marah-marah, ya ujung-ujung mungkin bakal seperti saya, 5 tahun yang dari awal saya buka rekening sampai 5 tahun ke depan,”
Kata-kata itu menggambarkan pengalaman pribadi Michael yang cukup menarik. Meski telah berkiprah dalam dunia saham selama bertahun-tahun, ia mengakui bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Pada awalnya, ia mengalami lonjakan keuntungan yang sangat signifikan, di mana modal awalnya hanya Rp10 juta tumbuh menjadi Rp100 juta dalam tiga tahun. Namun, keuntungan tersebut tidak bertahan lama. Setelah lima tahun, nilai portofolionya kembali turun hingga kembali ke level awal.
Michael menjelaskan bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh rasa percaya diri yang terlalu tinggi. Saat pasar sedang bullish, ia terlalu optimistis dan menerapkan strategi yang kurang tepat. “Saya terlalu cepat menjual saham-saham yang sedang naik, karena merasa sudah memperoleh keuntungan maksimal,” katanya. Kesalahan ini membuatnya hampir kehilangan semangat dan ingin berhenti dari dunia investasi.
Berkat refleksi, Michael akhirnya menyadari bahwa masalah utamanya bukanlah pasar atau saham itu sendiri, melainkan mentalnya yang terlalu rentan terhadap ketakutan dan rasa ingin menang. Ia mulai mengubah cara berpikir, memperkuat disiplin, dan mengevaluasi keputusan investasi secara lebih objektif. “Akhirnya saya temukan satu hal, saya jual terlalu cepat. Dan akhirnya saya coba revisi itu bahwa yang salah itu bukan bursanya, bukan sahamnya, bukan analisanya, tapi mental saya yang terlalu takut,” pungkasnya.
Potensi Keuntungan vs. Risiko yang Tersembunyi
Saham seringkali dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk memperoleh keuntungan jangka panjang. Namun, Michael Yeoh memperingatkan bahwa investasi ini juga bisa berubah menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. “Investor tidak boleh hanya memikirkan keuntungan, tetapi juga siap menghadapi kerugian yang mungkin terjadi,” katanya.
Karena saham berfluktuasi berdasarkan kondisi pasar, investor harus siap menghadapi volatilitas yang bisa terjadi kapan saja. Misalnya, dalam kondisi pasar yang terpuruk, nilai saham bisa turun tajam dalam waktu singkat. Namun, dengan mental yang kuat dan strategi yang tepat, kerugian tersebut bisa diatasi. Michael menekankan bahwa perlu ada kesabaran dan kemampuan untuk tetap tenang, terlepas dari tekanan yang muncul.
Ia juga menambahkan bahwa kesalahan mental seringkali berujung pada keputusan yang terburu-buru. “Banyak investor muda yang terlalu terbawa emosi, seperti suka balas dendam atau terlalu egois dalam mengambil keputusan,” ujarnya. Menurutnya, sifat-sifat ini bisa menyebabkan mereka kehilangan fokus dan mengambil risiko yang lebih besar dari yang seharusnya.
Journey Michael Yeoh: Dari Kegagalan ke Kesuksesan
Michael Yeoh memulai perjalanan investasinya dengan modal yang terbatas. Pada awalnya, ia hanya memiliki dana sebesar Rp10 juta. Namun, dalam tiga tahun pertama, keuntungan yang ia peroleh cukup mengesankan, hingga mencapai Rp100 juta. Keberhasilan ini membawanya pada puncak percaya diri, tetapi juga menggelitik rasa ingin menang yang terlalu besar.
Dalam kondisi pasar yang bullish, ia merasa bahwa keuntungan bisa diperoleh dengan mudah. Hasilnya, ia mulai menerapkan strategi agresif, termasuk menjual saham terlalu cepat sebelum mencapai titik maksimal. Namun, ketika pasar mulai turun, keuntungan tersebut langsung hilang. Kegagalan ini membuatnya menyadari bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari keuntungan, tetapi juga dari kemampuan untuk bertahan dalam kondisi yang tidak ideal.
Setelah mengalami penurunan nilai portofolio, Michael memulai proses evaluasi diri. Ia menyadari bahwa mentalnya yang takut akan kerugian menjadi penghalang utama. Dengan menerapkan pendekatan yang lebih sabar dan berfokus pada jangka panjang, ia berhasil memperbaiki strateginya. “Saya belajar bahwa keuntungan jangka pendek tidak selalu mencerminkan keberhasilan jangka panjang,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai portofolionya kembali berkembang. Diperkirakan, saat ini ia memiliki modal investasi yang mencapai Rp58 miliar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari perubahan mental yang ia lakukan. “Saya jadi lebih bijak dalam mengambil keputusan, karena mengerti bahwa emosi dan rasa takut bisa menghancurkan rencana yang matang,” ujarnya.
Michael juga berbagi saran untuk investor pemula, yaitu jangan terburu-buru dalam memasukkan dana ke pasar. Ia menyarankan agar pemula melakukan penelitian mendalam sebelum memulai investasi, serta memperhatikan kondisi psikologis diri sendiri. “Jika kamu tidak siap menghadapi tekanan, maka pasar bisa jadi musuh terbesarmu,” katanya.
Menurutnya, investasi saham bukan hanya tentang memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang belajar dari kegagalan. “Setiap kerugian adalah pelajaran yang berharga, asalkan kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama,” pungkas Michael. Dengan mental yang kuat dan strategi yang teruji, saham tetap menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin mengembangkan dana mereka secara signifikan.
Kegagalan dan keberhasilan dalam dunia saham adalah bagian dari proses belajar. Michael Yeoh menegaskan bahwa para trader profesional tidak pernah bebas dari kesalahan, tetapi yang membedakan mereka adalah kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar. Dengan berdamai dengan diri sendiri dan memperkuat mental, investasi saham bisa menjadi jalan yang menguntungkan, asalkan dijalani dengan bijak.
Masih banyak pemula yang terjebak dalam kebingungan mengenai cara ber

