Investasi Saham Bukan Judi, Michael Yeoh Beberkan Fakta Ini

2 months ago  ·  4 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
0852331b-dc7f-441d-bd48-2d6af4ceda49-0

Investasi Saham Bukan Judi, Michael Yeoh Beberkan Fakta Ini

Dailynesia.com – Kota Yogyakarta menjadi panggung bagi seorang investor dan trader saham yang kini berubah persepsi tentang instrumen keuangan yang ia geluti. Michael Yeoh, yang dulu menganggap saham sebagai permainan judi, kini menyatakan bahwa selama ini ia hanya memperkirakan secara salah. Seiring waktu, ia menyadari bahwa investasi saham adalah bentuk aktivitas yang berbeda dari perjudian. Dalam sebuah kelas edukasi yang berjudul Kalau Punya Rp10-100 Juta Hari Ini, Akan Ditaruh di Mana, ia membagikan pengalaman pribadinya yang menarik.

Michael Yeoh menyebutkan bahwa kebiasaan dulu menggambarkan kecemburuan terhadap saham. Dalam kelompok teman-temannya yang gemar bermain game, hanya satu orang yang memulai investasi di pasar modal. Meski awalnya dianggap sebagai kesempatan mendadak, orang tersebut justru menjadi yang terkaya di lingkaran tersebut. “Dulu saya kira saham itu seperti bermain taruhan, tapi setelah melihat portofolio teman saya, saya mulai merasa heran. Sudah 14 tahun yang lalu, sahabat saya bisa menyimpan dana investasi hingga Rp1 miliar,” jelas Michael dalam sesi edukasi yang diberitakan pada hari Minggu (24/5/2026).

Proses Belajar yang Tersembunyi

Berkat pengalaman itu, Michael berubah pola pikir. Ia mulai menggali lebih dalam tentang mekanisme investasi saham, meski awalnya dengan cara mandiri. “Saya belajar sendiri, tanpa bantuan orang lain. Tapi setelah mengikuti komunitas, saya lebih paham,” tuturnya. Sebagai anggota forum secara diam-diam, ia bahkan sempat merahasiakan identitasnya selama bertahun-tahun. Menurut ceritanya, hingga kini masih ada teman-temannya yang belum mengetahui bahwa ia aktif di dunia investasi saham.

Michael menjelaskan bahwa munculnya kesadaran ini terjadi secara bertahap. Pada awalnya, ia mengira perubahan nilai saham hanyalah kebetulan. Namun, setelah melihat temannya mendapat keuntungan signifikan, ia menyadari bahwa hal itu disebabkan oleh keahlian dalam memahami pasar. “Saya dulu berpikir, kalau beli saham itu seperti mengambil risiko besar. Tapi setelah melihat teman saya jadi kaya, saya mulai merasa bahwa investasi ini bisa jadi jalan menuju kesuksesan finansial,” katanya.

Kesuksesan Berkat Literasi Finansial

Dalam kelas edukasi, Michael menyoroti peran penting literasi keuangan dalam mengubah pandangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa akses ke informasi tentang saham dan investasi kini jauh lebih mudah dibandingkan masa lalu. “Dulu orang-orang sukar mendapatkan penjelasan yang jelas tentang saham. Kini, dengan bantuan media dan lembaga keuangan, pengetahuan ini bisa diperoleh oleh siapa saja,” ujarnya. Menurut pengamatan Michael, perubahan ini juga memicu banyak orang muda menjadi investor sekaligus pengaruh besar dalam industri saham.

Salah satu contoh yang ia berikan adalah keberhasilan sejumlah temannya yang memilih karier di bidang investasi. Meski hanya belajar selama 2 hingga 5 tahun, mereka mampu meraih keuntungan besar dan menjadi influencer yang diakui. “Ternyata, asalkan ada komitmen untuk belajar, seseorang bisa meraih hasil yang memuaskan dalam waktu singkat. Saya justru iri karena bisa melihat mereka sukses dari usaha yang konsisten,” pungkas Michael. Hal ini menunjukkan bahwa investasi saham tidak hanya bergantung pada keberuntungan, tetapi juga pada pengetahuan dan pengelolaan strategi.

Kebiasaan Berinvestasi yang Terbentuk

Michael juga mengungkapkan bahwa proses belajar di dunia investasi saham sangat dinamis. Ia menyebut bahwa setiap hari terasa seperti membaca buku dengan halaman tak pernah berhenti. “Jual beli saham itu seperti mencari pola dalam grafik, memprediksi pergerakan harga, dan memahami faktor ekonomi. Saya kadang memakan waktu berjam-jam hanya untuk memperoleh satu poin yang tepat,” jelasnya. Tidak heran, ia menekankan bahwa keberhasilan dalam investasi membutuhkan kesabaran dan pengorbanan.

Menurutnya, literasi keuangan tidak hanya memberikan wawasan tentang saham, tetapi juga membuka peluang untuk memanfaatkan berbagai alat keuangan. “Dulu saya hanya fokus pada permainan judi, tapi sekarang saya tahu bahwa investasi saham bisa menjadi jalan menuju kemandirian finansial. Bahkan, banyak orang muda bisa berubah menjadi praktisi profesional dalam waktu singkat,” tutur Michael. Ia juga menyoroti peran media dalam mempercepat proses ini, karena kini informasi investasi bisa diperoleh melalui berbagai platform digital.

Masa Depan Investasi Saham di Indonesia

Dalam kesimpulannya, Michael berharap lebih banyak orang bisa mengubah pandangan mereka tentang investasi saham. “Saham bukan hanya untuk orang kaya, tapi bisa diakses oleh siapa saja. Yang penting ada kemauan belajar dan tekad untuk berinvestasi jangka panjang,” ujarnya. Menurutnya, masa depan dunia keuangan di Indonesia akan semakin terbuka jika literasi finansial terus ditingkatkan. “Saya yakin, dengan kemudahan akses ini, akan ada lebih banyak masyarakat yang mau mencoba investasi saham dan meraih manfaatnya,” katanya.

Michael Yeoh menyebut bahwa kunci utama keberhasilan di dunia investasi adalah kesadaran bahwa setiap langkah harus disertai dengan pengetahuan yang cukup. “Jangan hanya terpaku pada hasil akhir, tapi pelajari prosesnya. Dari situ, kita bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah,” pungkasnya. Pandangan ini sejalan dengan arus kebijakan pemerintah yang ingin mendorong partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Dengan demikian, saham tidak lagi dianggap sebagai pertaruhan, tetapi sebagai alat untuk menumbuhkan kekayaan.

MORE FROM THIS CATEGORY