Kota-Kota Besar yang Diprediksi Akan Tenggelam, Termasuk Jakarta?
Dailynesia.com – Adalah salah satu isu utama yang mendesak dalam era perubahan iklim global. Perubahan iklim telah menimbulkan ancaman serius bagi berbagai kota besar di seluruh dunia, dengan kenaikan permukaan air laut menjadi salah satu penyebab utama. Menurut laporan dari NASA, kenaikan tinggi air laut diperkirakan mencapai 3 hingga 6 kaki pada tahun 2100, yang bisa mengakibatkan perpindahan besar-besaran penduduk dari kota-kota pesisir. Proyeksi ini menggarisbawahi bahwa menanggulangi Facing Challenges menjadi prioritas bagi pemerintah dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Jakarta: Kota Terancam Tenggelam yang Menghadapi Kebutuhan Kritis
Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, menjadi salah satu kota yang paling terancam oleh perubahan iklim. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Sciencing, kota ini mengalami kenaikan air laut sekitar 17 cm per tahun, membuat daerah dataran rendah menjadi sangat rentan terhadap banjir. Faktor-faktor seperti intensitas hujan yang meningkat, pengelolaan air yang tidak optimal, dan keterbatasan sistem drainase memperparah kondisi ini. Menurut data terkini, Jakarta telah menghadapi banjir besar pada awal Maret 2025, dengan Kota Bekasi mencatat kondisi terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini menggarisbawahi bahwa Jakarta harus menghadapi serangkaian Facing Challenges, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga perencanaan kota yang lebih adaptif.
“Jakarta dikenal sebagai salah satu kota yang terancam tenggelam paling parah di dunia, dan masalah ini kian ekstrem hingga pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke IKN,” tulis Sciencing dalam laporan terbarunya.
Dalam upaya menghadapi Facing Challenges, pemerintah Indonesia telah menetapkan rencana pindah ke IKN, yang akan selesai dibangun sepenuhnya pada 2045. Kota baru ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kota lama tenggelam. Namun, masih ada tantangan lain yang perlu diperhatikan, seperti kenaikan permukaan air laut yang memengaruhi ekosistem lokal dan meningkatkan tekanan pada masyarakat.
Kota-Kota Lain yang Terancam oleh Perubahan Iklim
Menurut laporan terkini, kota-kota berikut juga masuk dalam daftar 10 kota yang berpotensi hilang dari peta karena ancaman tenggelam:
Alexandria, Mesir
Alexandria, kota kedua terbesar di Mesir, menghadapi masalah serius karena kenaikan permukaan air laut. Kota ini menjadi pusat perdagangan penting dengan terminal Pipa SUMED yang mengirim minyak mentah dan gas alam. Namun, dengan meningkatnya kegiatan industri dan penggunaan bahan bakar fosil, risiko menghadapi Facing Challenges semakin tinggi. Proyeksi menunjukkan bahwa 30% wilayah Alexandria bisa terendam pada 2050, yang memicu kekhawatiran terhadap kestabilan ekonomi dan kehidupan penduduk.
Miami, Florida
Miami, salah satu kota paling terkenal di Amerika Serikat, juga menghadapi masalah serius akibat kenaikan permukaan air laut. Wilayah metropolitan Miami-Fort Lauderdale merupakan salah satu area paling rentan di negara ini. Lebih dari setengah wilayah Miami-Dade County hanya berada 6 kaki di atas permukaan laut, dan 60% di antaranya terancam tenggelam pada 2060. Peningkatan ketinggian air laut yang terus berlanjut membuat kota ini harus menghadapi Facing Challenges yang melibatkan perubahan kota dan keberlanjutan lingkungan.
Lagos, Nigeria
Lagos, kota terbesar di Afrika, mengalami kenaikan air laut yang signifikan. Setiap musim panas, kota ini sering terkena banjir besar, yang menyebabkan kerugian ekonomi miliaran dolar AS per tahun. Tingkat kenaikan permukaan air mencapai lebih dari 3 inci per tahun, memperparah Facing Challenges yang dihadapi oleh warga Lagos. Kota ini menjadi contoh bagaimana kenaikan air laut bisa mengancam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Dhaka, Bangladesh
Dhaka, sebagai ibu kota Bangladesh, menjadi kota yang sangat rentan terhadap bencana alam. Populasi kota ini mencapai 23,9 juta orang pada 2024, dengan lebih dari 60% penduduk tinggal di daerah dataran rendah. PBB menempatkan negara ini dalam daftar ‘Top 10’ wilayah paling terdampak oleh bencana alam, dengan intensitas banjir yang meningkat mengharuskan kota ini menghadapi Facing Challenges yang ekstrem. Infrastruktur dan sistem pemerintahan harus ditingkatkan agar mampu mengatasi krisis ini.
Yangon, Myanmar
Yangon, kota terbesar di Myanmar, juga berpotensi menghadapi risiko tenggelam. Kenaikan permukaan air laut memengaruhi wilayah pesisir, yang menjadi pusat ekonomi dan kehidupan masyarakat. Kota ini harus menghadapi Facing Challenges yang mencakup perubahan iklim, meningkatnya intensitas bencana alam, dan tekanan sosial akibat migrasi penduduk. Perubahan ini menunjukkan bahwa tidak hanya Jakarta, tetapi juga kota-kota lain di dunia sedang berjuang melawan dampak serius dari perubahan iklim.
Dengan menghadapi Facing Challenges yang terus-menerus, kota-kota besar di seluruh dunia perlu menemukan solusi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Tantangan ini tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Penanganan yang tepat, seperti investasi dalam infrastruktur anti-banjir dan pengurangan emisi karbon, menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kota-kota tersebut hilang dari peta. Dalam konteks ini, Jakarta bukan satu-satunya kota yang membutuhkan perhatian global, tetapi juga representasi dari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota pesisir di seluruh dunia.

