Dukung Transisi Energi, Pertamina Perkuat Ekosistem Berkelanjutan

2 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
78f782f1-115f-4652-905e-2256e91b7db5-0

Meeting Results: Pertamina Perkuat Ekosistem Berkelanjutan

Dailynesia.com – Dalam rangka mendukung transisi energi nasional, Pertamina melaksanakan meeting results yang menjadi pusat diskusi kolaboratif antara lembaga akademik dan industri. Acara Studium Generale Sustainability yang diadakan di Jakarta pada 21 Mei 2026 ini menampilkan berbagai wacana penting mengenai strategi pengembangan energi hijau, peningkatan keberlanjutan lingkungan, dan inisiatif penguatan ekosistem transportasi berkelanjutan. Dalam meeting results tersebut, Pertamina mengungkap rencana strategis jangka panjang untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060, dengan fokus pada transformasi energi yang terpadu dan berkelanjutan.

Kolaborasi Akademisi dan Industri

Acara Studium Generale Sustainability berfungsi sebagai forum pertukaran ide yang menggabungkan keahlian akademisi dan praktisi industri. Meeting results menggarisbawahi pentingnya sinergi antara sektor energi, transportasi, dan lembaga penelitian dalam menciptakan solusi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan lokal. Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, menyatakan bahwa meeting results menunjukkan komitmen perusahaan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur yang mendukung ekosistem hijau.

Dalam sesi pembuka, Djoko Triyono, Rektor Pertamina, menekankan bahwa transisi energi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab kolektif. “Pertamina percaya bahwa meeting results ini menjadi langkah awal menuju transformasi ekonomi yang ramah lingkungan dan dapat diukur,” tambahnya. Para peserta dari universitas dan lembaga riset juga menyampaikan rekomendasi mengenai kebijakan yang diperlukan untuk menunjang perkembangan energi terbarukan di Indonesia.

Strategi Penyelarasan Energi dan Mobilitas

Meeting results menyoroti strategi integrasi energi dan mobilitas yang digariskan oleh Pertamina. Dalam diskusi, perusahaan ini menjelaskan rencana pengembangan kendaraan listrik (EV) yang dilakukan bersama mitra strategis seperti Indonesia Battery Corporation (IBC). Upaya ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur pengisian daya, tetapi juga mendorong penggunaan teknologi penggantian baterai yang efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, Pertamina menyoroti pentingnya mengembangkan bioetanol terintegrasi di Glenmore, Banyuwangi, sebagai bagian dari pengurangan emisi karbon dalam sektor transportasi darat.

Prof. Marlon Boarnet dari University of Southern California (USC) Sol Price menekankan bahwa meeting results ini mengungkap bahwa transisi energi memerlukan inovasi yang cepat dan skalabel. “Dari meeting results kita melihat bahwa pilar utama transisi adalah kombinasi antara regulasi ketat, teknologi terdepan, dan keikutsertaan masyarakat,” ujarnya. Ia juga memprediksi bahwa green ammonia akan menjadi bahan bakar utama untuk sektor transportasi laut dalam beberapa tahun mendatang.

Kolaborasi dengan pihak akademisi juga memperkuat kemitraan Pertamina dengan berbagai institusi riset. Meeting results menunjukkan bahwa perusahaan berencana untuk menambahkan program penelitian bersama, khususnya dalam bidang energi terbarukan dan efisiensi rantai pasok. Tantangan utama yang dibahas dalam meeting results meliputi keterbatasan akses terhadap sumber daya lokal, kebutuhan pendanaan yang signifikan, serta kebutuhan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai manfaat transisi energi.

Iniutif Pertamina di Berbagai Sektor

Dalam meeting results, Pertamina menunjukkan berbagai inisiatif yang sedang dijalankan di berbagai sektor. Di bidang penerbangan, Pelita Air terus menekankan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang terbuat dari minyak jelantah. Ini menjadi langkah konkret untuk mengurangi dampak lingkungan sektor transportasi udara. Di sektor transportasi laut, Pertamina mendorong penggunaan dual fuel dan pemasangan panel surya di dek kapal sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar fosil.

Di sisi lain, perusahaan juga mendorong pengembangan green hydrogen sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Meeting results menyoroti bahwa Pertamina tengah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk memastikan keberlanjutan penggunaan teknologi ini di skala nasional. Selain itu, meeting results juga menekankan upaya penguatan ekosistem daur ulang dan pengurangan limbah berbahaya dalam industri energi.

Meeting results ini menjadi bukti bahwa Pertamina memiliki visi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan,” kata Djoko Triyono. Ia menambahkan bahwa keberhasilan transisi energi akan tergantung pada keberlanjutan strategi yang diterapkan, baik dalam pengembangan teknologi maupun komitmen dari seluruh pihak terkait.”

Agung Wicaksono menutup sesi dengan menyatakan bahwa meeting results menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang konsisten dan terencana. “Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dalam strategi transisi energi, sekaligus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sejalan dengan kebutuhan nasional,” tutupnya. Meeting results ini diharapkan menjadi bahan acuan bagi pemerintah dan industri dalam merancang kebijakan energi berkelanjutan yang lebih holistik.

MORE FROM THIS CATEGORY