Key Strategy: Video: Bahan Baku PLTS Atap Masih Impor, Pengusaha Butuh Solusi Ini
Dailynesia.com – Dalam upaya percepatan transisi energi ke arah Net Zero Emission 2060, PLTS atap menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah. Namun, menurut pendiri Enertech Mitra Solusi dan ketua umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari, bahan baku PLTS atap di Indonesia masih bergantung pada impor. Hal ini menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan sektor energi terbarukan, yang diperlukan key strategy untuk mencapai keselarasan dengan tujuan nasional. Dalam wawancara Squawk Box oleh CNBC Indonesia, Mada Ayu menekankan bahwa solusi untuk masalah ini harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan PLTS atap.
Pengembangan PLTS Atap: Tantangan Utama dan Solusi
PLTS atap atau photovoltaic rooftop systems, meskipun menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan, masih menghadapi ketergantungan pada bahan baku seperti solar panel, invertor, dan material pendukung yang diimpor. Tantangan ini memperumit kemajuan industri, karena keterlambatan pasokan dapat mengganggu proyek pengembangan energi bersih. Mada Ayu mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan key strategy yang menyeluruh, termasuk pengembangan ekosistem industri lokal dan kebijakan pemerintah yang mendorong produksi dalam negeri.
Bahan baku PLTS atap yang diimpor juga memengaruhi biaya produksi. Sebab, selain biaya transportasi dan bea masuk, ketergantungan pada impor berpotensi menambah fluktuasi harga bahan bakar. Mada Ayu menyebutkan bahwa pengusaha dalam bidang energi surya harus berpartisipasi aktif dalam mencari solusi, seperti kolaborasi dengan produsen lokal, inovasi teknologi, dan optimalisasi rantai pasok. Tanpa key strategy yang terencana, ia mengingatkan bahwa transisi energi menuju target 2060 akan sulit tercapai.
Sebagai bagian dari key strategy, pemerintah diharapkan mendorong pembangunan pabrik manufaktur bahan baku PLTS atap di dalam negeri. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri energi terbarukan. Selain itu, kebijakan seperti insentif pajak atau subsidi untuk perusahaan lokal yang memproduksi bahan baku PLTS atap bisa menjadi pendorong utama. Mada Ayu menegaskan bahwa strategi ini harus dilakukan secara bertahap dan konsisten untuk menjamin keberlanjutan PLTS atap di masa depan.
Peran Pemerintah dalam Mendorong Key Strategy PLTS Atap
Key strategy dalam pengembangan PLTS atap tidak bisa terlepas dari peran pemerintah. Dalam diskusi di Squawk Box, Mada Ayu menyoroti perlunya kebijakan yang memfasilitasi ketersediaan bahan baku lokal, seperti bantuan finansial atau regulasi yang mendorong produksi skala besar. Dengan menumbuhkan industri dalam negeri, pemerintah dapat mengurangi risiko ketergantungan pada luar negeri dan meningkatkan kapasitas pasokan. Selain itu, pembentukan standar nasional untuk bahan baku PLTS atap juga dianggap penting untuk menjaga kualitas produk serta memastikan kemajuan sektor energi.
Dalam rangka mencapai key strategy ini, pemerintah perlu berkoordinasi erat dengan pengusaha, lembaga penelitian, dan pihak terkait lainnya. Pemangkasan birokrasi, pemberian lisensi cepat, serta dukungan pengembangan infrastruktur bisa menjadi langkah strategis. Mada Ayu menyebutkan bahwa kolaborasi antar sektor adalah kunci utama untuk memastikan PLTS atap tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem energi nasional. Dengan key strategy yang tepat, sektor ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan.

