XLSmart Beberkan Hasil Merger, Trafik Data Lompat
Dailynesia.com – XLSmart melaporkan hasil merger yang telah berjalan selama satu tahun, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam operasional dan infrastruktur jaringan. Dalam presentasi Public Expose RUPST 2026, Rabu (20/6/2026), Merza Fachys, Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, menjelaskan bahwa sebagian besar proses integrasi internal telah selesai, dengan infrastruktur kedua perusahaan tergabung mencapai 70% integrasi hingga akhir Desember 2025.
“Kita bisa melihat bahwa sekitar 70 persen dari infrastruktur kedua perusahaan tersebut telah terintegrasi hingga akhir tahun 2025,” ujar Merza dalam wawancara.
Berkat merger, XLSmart terus memperkuat basis jaringan dengan menambah jumlah BTS hingga 37 persen, mencapai 226 ribu unit pada 2025. Pertumbuhan trafik data juga mencapai angka dua digit, dengan volume data mencapai 14.566 Pb. Angka ini menunjukkan keberhasilan transformasi digital yang dicanangkan perusahaan sejak awal tahun.
Pengembangan 5G Terus Dilakukan
XLSmart terus mengembangkan layanan 5G, dengan jangkauan yang kini mencakup 43 kota/kabupaten. Dibandingkan dengan 13 kota yang telah dilayani pada tahun lalu, peningkatan ini menandai langkah strategis perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern. “Jaringan 5G kita sudah mencakup seluruh kota, bukan hanya satu area atau titik tertentu,” tambah Merza, menegaskan komitmen XLSmart Beberkan Hasil Merger untuk menyediakan layanan yang merata.
“Kami memilih kota-kota yang siap menerapkan 5G tanpa mengorbankan kualitas layanan 4G,” jelas Shurish Subbramaniam, Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, menjelaskan strategi penyebaran jaringan.
Peningkatan kota yang dilayani 5G dipicu oleh investasi besar-besaran pada infrastruktur pendukung. Seiring dengan XLSmart Beberkan Hasil Merger, perusahaan juga fokus pada pengembangan teknologi untuk memastikan adopsi 5G berjalan lancar dan berkelanjutan.
Angka Pendapatan Naik
Dalam laporan keuangan tahun 2025, XLSmart Beberkan Hasil Merger mencatat pendapatan sebesar Rp 42,49 triliun, naik 23% dibandingkan tahun sebelumnya. Ebitda juga meningkat 13% menjadi Rp 20,13 triliun, sementara belanja modal (capex) mencapai Rp 11,2 triliun, naik 53% dari tahun 2024. Laba bersih perusahaan mencapai Rp 3 triliun, naik 63%.
“Belanja modal kami mencapai Rp11,2 triliun pada tahun 2025, naik dari Rp7,3 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh fokus pada integrasi jaringan setelah merger,” kata Antony Susilo, Direktur & Chief Financial Officer XLSmart, menjelaskan dampak merger terhadap pendapatan.
Proses integrasi jaringan yang telah berjalan selama satu tahun menunjukkan konsistensi dalam pengembangan infrastruktur. Dengan XLSmart Beberkan Hasil Merger, perusahaan menargetkan penyelesaian integrasi sepenuhnya pada April 2027, sejak dimulai April 2025. Kenaikan capex menunjukkan investasi besar untuk mendukung pertumbuhan layanan dan memenuhi permintaan pasar.
Pelanggan Bertambah, Trafik Data Terus Meningkat
Hingga akhir 2025, XLSmart Beberkan Hasil Merger telah mencapai 73 juta pelanggan dari ketiga merek XL, Axis, dan Smartfren, naik dari 58 juta di tahun sebelumnya. Trafik data yang dihasilkan mencapai 14.566 Pb, dengan rata-rata ARPU hampir Rp 39.500. Angka ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang dihasilkan dari integrasi perusahaan.
Di kuartal pertama 2026, pendapatan bruto XLSmart mencapai Rp 11,8 triliun, naik 38% dibandingkan periode sama tahun lalu. Ebitda tiga bulan pertama mencapai Rp 5,4 triliun dengan margin 45,6%, sementara jumlah pelanggan meningkat 18% menjadi 69,4 juta. Pertumbuhan ini menjadi bukti keberhasilan XLSmart Beberkan Hasil Merger dalam mengoptimalkan operasional.
Menurut Antony Susilo, peningkatan jumlah BTS hingga 253.750 unit (naik 54%) merupakan hasil langsung dari XLSmart Beberkan Hasil Merger. “Layanan 5G kami telah diperluas ke 43 kota per Maret

