BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026
Dailynesia.com – Dalam rangka memperkuat stabilitas ekonomi, Special Plan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) mencatatkan pertumbuhan uang primer (M0 adjusted) sebesar 14,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di bulan April 2026. Angka ini menunjukkan total uang primer mencapai Rp2.232,2 triliun, seiring dengan penyesuaian metode perhitungan yang diterapkan sejak Januari 2025 sebagai bagian dari Special Plan untuk menampilkan kondisi likuiditas yang lebih akurat.
Faktor Penyebab Pertumbuhan Uang Primer
Peningkatan uang primer dalam April 2026 didorong oleh dua komponen utama, yaitu pertumbuhan giro bank umum yang disimpan di BI sebesar 21,6% tahun ke tahun (yoy), serta kenaikan uang kartal yang dikeluarkan ke masyarakat sebesar 14,6% yoy. Dalam siaran persnya, Jumat (8/5/2026), BI menjelaskan bahwa pertumbuhan M0 adjusted ini telah mempertimbangkan dampak dari Special Plan yang bertujuan mengurangi tekanan inflasi melalui insentif likuiditas.
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas,” tulis BI dalam siaran persnya.
Pertumbuhan yang melambat dibandingkan bulan sebelumnya—yang mencapai 16,8% yoy—menunjukkan bahwa kondisi likuiditas di pasar keuangan dalam negeri mulai menunjukkan kestabilan. Meski demikian, tekanan dari lingkungan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah masih berdampak pada dinamika pasar, yang menjadi perhatian dalam menjalankan Special Plan.
Uang primer, yang mencakup uang kartal dan giro bank umum yang disimpan di BI, merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan Special Plan dalam mengatur aliran dana di sektor riil. Dengan pertumbuhan yang moderat, BI dapat mengukur efektivitas kebijakan moneter yang telah diterapkan selama beberapa bulan terakhir. Selain itu, angka ini juga memberikan gambaran tentang dinamika permintaan dan penawaran dana oleh sektor publik dan swasta.
Perspektif Jangka Panjang dalam Special Plan
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Special Plan tidak hanya berfokus pada penyesuaian metode perhitungan, tetapi juga mengarahkan perhatian pada transmisi kebijakan moneter yang lebih efisien. Dengan memperhatikan koreksi terhadap insentif likuiditas, BI mengupayakan agar pertumbuhan uang primer mencerminkan kondisi pasar secara lebih realistis. Dalam konteks ini, kenaikan 14,3% di bulan April 2026 bisa menjadi pertanda awal keberhasilan upaya Special Plan dalam menstabilkan inflasi.
Kebijakan Special Plan juga mengintegrasikan survei terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat, termasuk pengaruh dari kebijakan fiskal dan moneter yang berdampak langsung pada pengeluaran dan tabungan. BI menegaskan bahwa hasil pertumbuhan uang primer ini menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dalam jangka panjang, terutama dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan perubahan metode penghitungan yang menjadi bagian dari Special Plan, BI memberikan panduan yang lebih jelas bagi pelaku pasar dalam memahami pergerakan dana. Pertumbuhan M0 adjusted di bulan April 2026 menunjukkan bahwa kebijakan ini berhasil mengurangi volatilitas likuiditas, meskipun masih terdapat perbedaan tingkat pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan mencapai tujuan Special Plan yang telah ditetapkan.

