Latest Program: BPD Dorong UMKM Naik Kelas melalui Digitalisasi dan Ekosistem Lokal
Dailynesia.com – Jakarta – Dalam upaya mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah (UMKM), Bank Pembangunan Daerah (BPD) semakin aktif mengoptimalkan peran kantor cabang dan digitalisasi sebagai strategi utama. Program ini menjadi bagian dari perubahan arah Rencana Bisnis Bank (RBB) sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus selaras dengan agenda nasional pemerintah untuk mendorong keterlibatan sektor lokal dalam perekonomian.
Pembiayaan UMKM Sebagai Pilar Utama
Bank Kalteng, salah satu BPD yang turut terlibat, menegaskan bahwa pembiayaan UMKM merupakan inti dari Latest Program. Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menjelaskan bahwa bank tersebut berkomitmen meningkatkan akses keuangan bagi usaha mikro, sambil memperkuat kerja sama dengan sektor-sektor kunci seperti pertanian, perdagangan, konstruksi, dan koperasi desa Merah Putih. Dengan mengintegrasikan aspek lokal, strategi ini diharapkan mampu memperluas jaringan pasar dan memperkaya sumber daya UMKM.
Digitalisasi Kantor Cabang sebagai Pendorong Transformasi
Latest Program tidak hanya fokus pada kebijakan pembiayaan, tetapi juga melibatkan pengembangan kantor cabang yang lebih digital. Bank Kalteng memperkuat sistem teknologi untuk memudahkan layanan transaksi, termasuk penggunaan platform digital yang bisa diakses oleh pelaku usaha. Hal ini menjadi komponen penting dalam menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi layanan kepada nasabah. Selain itu, transisi nasabah program KUR ke pembiayaan komersial juga menjadi bagian dari inisiatif ini, agar UMKM bisa memperoleh dana yang lebih fleksibel.
Digitalisasi kantor cabang tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra lokal. Maslipansyah menyatakan bahwa BPD menjadikan inovasi teknologi sebagai alat untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif. Dengan adanya sistem digital yang terintegrasi, UMKM dapat memperoleh akses informasi dan produk keuangan yang lebih mudah, sehingga mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan.
Ekosistem Lokal: Pemangku Kepentingan Bersama
Kegiatan penguatan ekosistem lokal dalam Latest Program mencakup kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal dan lembaga keuangan lainnya. Bank Kalteng menggandeng mitra untuk menawarkan solusi keuangan berbasis komunitas, seperti kredit khusus bagi usaha mikro yang bergerak dalam sektor pertanian. Strategi ini diharapkan mampu menghubungkan UMKM dengan pelaku ekonomi lain, termasuk distributor dan pemasar lokal, sehingga meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan.
Latest Program juga menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM. Dengan memperkenalkan pelatihan digital dan manajemen keuangan, BPD memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara menggunakan dana secara optimal. Hal ini memperkuat kapasitas UMKM dalam menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan daya saing mereka.
Program KUR dan Transisi ke Pembiayaan Komersial
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembiayaan, Bank Kalteng melakukan transisi nasabah KUR (Kredit Usaha Rakyat) ke jalur pembiayaan komersial. Transisi ini bertujuan mengurangi risiko kredit dan meningkatkan keberlanjutan program. Maslipansyah menambahkan bahwa BPD terus berupaya memperluas jaringan kantor cabang, dengan total 14 kantor cabang dan 379 unit layanan, sebagai upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat.
Latest Program juga menggabungkan strategi jangka panjang dalam membina hubungan dengan UMKM. Dengan pendekatan yang lebih holistik, BPD tidak hanya memberikan dana tetapi juga memfasilitasi pengembangan bisnis melalui konsultasi dan akses pasar yang lebih luas. Hal ini menjadi bagian dari visi bank untuk meningkatkan kualitas ekosistem lokal dan memperkuat posisi UMKM dalam perekonomian nasional.
Seperti apa strategi pengembangan bisnis Bank Kalteng dalam Latest Program? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026).

