Video: Rupiah Terus Anjlok & Tembus Rp 17.650/USD – Prabowo Harus Apa?

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
355a1d40-cbad-42a2-bf2a-076cc5fbaa7f-0

Video: Rupiah Terus Anjlok & Tembus Rp 17.650/USD, Prabowo Harus Apa?

Dailynesia.com – Mata uang Rupiah terus mengalami penurunan nilai tukar pada hari perdagangan Senin (18/05/2026), dengan kurs Dolar AS mencapai Rp17.650 per USD. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai langkah strategis yang harus diambil oleh Prabowo, seorang tokoh politik yang kini menjadi fokus perhatian pasar. Dalam video yang dirilis CNBC Indonesia, FX Analyst Elvan Chandra Widyatama mengungkapkan bahwa tekanan terhadap Rupiah terus berlangsung akibat kombinasi faktor eksternal dan internal. Pelemahan nilai tukar ini tidak hanya memengaruhi kepercayaan investor, tetapi juga menjadi isu utama dalam konteks kinerja ekonomi nasional. Dengan adanya data kurs yang terus melemah, muncul pertanyaan mendasar: apa yang perlu dilakukan Prabowo untuk memperkuat stabilitas Rupiah?

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Analisis menunjukkan bahwa penurunan nilai Rupiah sejak awal tahun 2026 didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang terus memanas, meningkatkan aliran dana ke mata uang asing seperti Dolar AS. Dalam konteks ini, Elvan Chandra Widyatama menjelaskan bahwa investor cenderung mencari tempat berlindung di masa krisis, sehingga menyebabkan permintaan terhadap dolar AS yang meningkat. Kedua, dinamika kebijakan fiskal dalam negeri menjadi faktor penentu. Rupiah yang terpuruk menunjukkan ketidakpastian terhadap kebijakan pemerintah dalam mengelola inflasi dan defisit anggaran.

“Kondisi global yang tidak menentu dan kebijakan domestik yang kurang koheren menjadi dua pendorong utama pelemahan Rupiah. Hal ini memperkuat sentimen negatif terhadap mata uang Garuda,” kata Elvan Chandra Widyatama dalam video tersebut.

Selain itu, kinerja ekspor dan impor juga berkontribusi terhadap tekanan pada Rupiah. Pertumbuhan ekspor yang melambat dan impor yang meningkat menciptakan defisit neraca perdagangan, yang pada gilirannya menurunkan daya tarik Rupiah di pasar internasional. Faktor ekonomi makro seperti pertumbuhan GDP yang stagnan dan tingkat inflasi yang tinggi juga memperparah situasi ini. Elvan menambahkan bahwa sentimen pasar terhadap politik ekonomi Indonesia memburuk, terutama dengan adanya tanda-tanda kebijakan moneter yang tidak konsisten.

Strategi Pemulihan Kinerja Rupiah

Untuk mengatasi pelemahan Rupiah, Elvan Chandra Widyatama menyarankan beberapa langkah yang perlu diambil oleh pemerintah. Pertama, penguatan kebijakan fiskal melalui pengendalian pengeluaran pemerintah dan perbaikan efisiensi belanja. Kedua, koordinasi antara bank sentral dan pemerintah dalam mengatur tingkat suku bunga dan kebijakan moneter agar lebih stabil. Ketiga, peningkatan daya saing sektor ekspor dengan subsidi atau insentif yang lebih besar.

Prabowo, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan, harus memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan selaras dengan upaya memperkuat nilai tukar Rupiah. Menurut Elvan, Prabowo perlu meninjau ulang strategi pengelolaan devisa dan mengambil langkah konkret untuk menarik investor domestik. Jika tidak segera diatasi, pelemahan Rupiah berpotensi terus berlanjut, yang akan memengaruhi daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, ada juga upaya untuk menarik investasi asing melalui penawaran proyek strategis yang berpotensi menghasilkan keuntungan jangka panjang. Elvan menekankan bahwa keberhasilan pemulihan nilai Rupiah tergantung pada konsistensi kebijakan dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Dalam video ini, para analis juga mengingatkan bahwa inflasi yang terus meningkat dan ketergantungan pada impor menyebabkan tekanan pada Rupiah yang tidak bisa diabaikan.

Dalam konteks perekonomian global yang terus berubah, nilai tukar Rupiah menjadi salah satu indikator penting dalam menilai daya tarik investasi di Indonesia. Pelemahan kurs yang terus-menerus berdampak pada biaya impor, inflasi, dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan. Elvan Chandra Widyatama menegaskan bahwa kunci utama dalam pemulihan Rupiah adalah kejelasan kebijakan dan konsistensi dalam menjalankan kebijakan moneter. Pemerintah harus menyiapkan strategi yang berbasis data dan tidak hanya tergantung pada faktor politik.

Video ini menjadi wadah untuk menganalisis dinamika pasar dan menyajikan alternatif solusi yang bisa diambil oleh Prabowo. Dengan mendalami faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan Rupiah, para analis berharap bahwa langkah-langkah yang diambil akan membawa dampak positif dalam jangka pendek. Menurut Elvan, keberhasilan pemulihan nilai tukar Rupiah juga tergantung pada peran lembaga pemerintah dan peningkatan kepercayaan publik terhadap proses ekonomi nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY