Video: Modal & Jurus Ekspansi RI Jadi Hub Data Center ASEAN Era AI

3 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
1ce86876-3441-4e82-b488-b0192fe66d7c-0

Key Issue: Strategi Ekspansi Indonesia Menjadi Pusat Data ASEAN Era AI

Dailynesia.com – Dalam konteks digitalisasi yang semakin cepat, “Key Issue” utama dalam pembangunan infrastruktur data center di Indonesia terletak pada keseimbangan antara ketersediaan sumber daya listrik, keandalan jaringan internet, dan keberlanjutan lingkungan. Direktur Bisnis dan Komersial Digital Realty Bersama (DRB), Andha Yudha Permana, menjelaskan bahwa tantangan ini tidak hanya memengaruhi keberhasilan ekspansi industri teknologi, tetapi juga menjadi faktor kritis dalam menjadikan Indonesia sebagai hub data center strategis di kawasan ASEAN, terutama dalam era AI.

Tantangan Utama dalam Pembangunan Infrastruktur Data Center

Dari perspektif “Key Issue”, kebutuhan ekspansi pasar digital memerlukan investasi yang terus-menerus untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan. Andha Yudha Permana menekankan bahwa ketersediaan energi terbarukan serta efisiensi dalam penggunaannya menjadi prioritas utama. Selain itu, jaringan internet yang memiliki “low latency” menjadi syarat penting agar data dapat diakses secara real-time, terutama untuk aplikasi AI yang membutuhkan kecepatan tinggi. “Key Issue” ini juga mencakup lokasi fisik pusat data yang harus diakses dari berbagai wilayah, sehingga keterhubungan geografis menjadi aspek yang tak terlepas dari rencana ekspansi.

Pengelolaan infrastruktur data center yang baik membutuhkan pendekatan holistik. DRB, sebagai penyedia layanan infrastruktur digital, berperan penting dalam mengoptimalkan operasional pusat data. Selain itu, keberhasilan ini juga bergantung pada kebijakan pemerintah dan regulasi yang mendukung pembangunan jaringan digital nasional. “Key Issue” dalam konteks ini mencakup ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih dan kesiapan industri untuk mengadopsi teknologi terkini, termasuk AI dan edge computing.

Langkah Strategis untuk Mewujudkan Pusat Data ASEAN

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi hub data center utama di ASEAN, terutama dalam era AI yang mempercepat permintaan akan kapasitas penyimpanan dan pemrosesan data. “Key Issue” dalam keberhasilan strategi ini adalah kemampuan negara untuk memadukan inovasi teknologi dengan sumber daya lokal. Andha Yudha Permana mengatakan, “Pengembangan pusat data hijau di era AI menuntut pendekatan yang lebih inovatif, baik dalam penggunaan energi maupun pengurangan dampak lingkungan.” Hal ini menunjukkan bahwa DRB tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Salah satu upaya strategis yang dilakukan DRB adalah menciptakan pusat data dengan sertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design). “Key Issue” dalam pengembangan ini mencakup penggunaan teknologi ramah lingkungan dan pengurangan emisi karbon. Selain itu, perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta dan pemerintah untuk memastikan infrastruktur digital Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional. Kombinasi antara keunggulan geografis, akses ke sumber daya energi, serta kebijakan yang mendukung ekspansi digital menjadi faktor utama dalam rencana jangka panjang.

“Pengembangan pusat data hijau di era AI menuntut pendekatan yang lebih inovatif, baik dalam penggunaan energi maupun pengurangan dampak lingkungan,” ujar Andha Yudha Permana. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa “Key Issue” utama dalam ekspansi data center tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga keberlanjutan ekosistem digital secara keseluruhan.

Menurutnya, investasi dalam infrastruktur data center harus menjadi bagian dari rencana ekspansi nasional. Indonesia berpotensi menjadi pilihan strategis bagi perusahaan-perusahaan teknologi global, terutama dengan permintaan pasar digital yang meningkat pesat. “Key Issue” dalam memenuhi kebutuhan ini adalah kemampuan Indonesia untuk menyesuaikan kebutuhan infrastruktur dengan tuntutan AI, seperti pengurangan biaya operasional dan peningkatan keandalan jaringan. “Key Issue” ini juga mencakup kompetisi dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, yang telah lebih dulu meraih pengakuan sebagai pusat data internasional.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, DRB berupaya membangun ekosistem data center yang mendukung pertumbuhan sektor teknologi. “Key Issue” dalam penguasaan pasar ASEAN melibatkan pengurangan risiko geografis, ketergantungan pada jaringan internasional, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Selain itu, DRB juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang manfaat data center, termasuk dalam meningkatkan kualitas layanan digital dan mengurangi ketergantungan pada layanan asing.

Dengan “Key Issue” yang diatur secara terpadu, Indonesia dapat membangun fondasi yang kuat untuk menjadi pusat data center utama di Asia Tenggara. Proyeksi pertumbuhan industri ini menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur digital akan terus meningkat, terutama dalam kaitan dengan kebutuhan AI yang semakin besar. Selengkapnya simak wawancara Maria Katarina dengan Andha Yudha Permana dalam program Profit, CNBC Indonesia (Rabu, 13/05/2026). “Key Issue” ini bukan hanya tentang keberhasilan teknis, tetapi juga tentang peran Indonesia dalam memimpin transformasi digital di kawasan ASEAN.

MORE FROM THIS CATEGORY